"Ayah"






Ayah
Kau sosok lelaki pertama yang aku cintai
Kau laki-laki yang selalu ada buat aku
Kau pahlawanku semenjak ku lahir hingga kini ku dewasa
Kau mengajariku arti hidup di dunia

Ayah
Kau menimangku saat bayi
Kau selalu menggendongku ketika aku ketiduran di ruang TV
Tubuhmu yang kokoh masih kuat membawaku ke kamar hingga ku dewasa
Kau menepuk-nepuk aku ketika aku tidur lelap

Ayah
Kau mengaingatku untuk tidak meninggalkan sholat
Kau menyuruhku untuk tidak lupa membaca sholawat
Kau menasehatiku untuk menjadi wanita yang taat
Kau menjagaku dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan jahat

Ayah
Meskipun kita terpisah oleh jarak
Kau seperti berada disampingku
Setiap saat kau meneleponku
Untuk mengingatkanku makan, sholat dan tanya kabar.
Yang sering sekali membuat teman-temanku iri akan perhatian ayah terhadapku.

Ayah
Aku tau kau sangat menyayangi anak-anakmu
Tapi kau tak pandai ungkapkan perasaanmu
Selayaknya ibu yang mudah ungkapkan sayang kepada kami
Aku melihatmu menangis ketika aku pergi jauh untuk merantau
Tapi kau segera mengahapusnya karena tak ingin aku melihatnya
Begitu pun aku yang pura-pura tidak tahu

Ayah
Kau tak pernah mengeluh
Kau tak hiraukan rasa lelahmu
Bahkan mungkin kau tak merasakan lelah
Yang kau tau hanya mencari nafkah untuk keluarga kecilmu
Setiap tetes keringatmu kau korbankan untuk kami
Sering kali kesehatanmu tak kau risaukan
Bahkan sakitmu tidak kau rasakan

Ayah
Mengapa tidak kau bagi rasa sakitmu
Aku tidak tau saat kau kesakitan
Mengapa kamu pendam penyakitmu
Aku sakit saat mendengar penyakitmu di akhir hayatmu

Ayah
Aku bersyukur memiliki seorang ayah sepertimu
Jika aku harus memilih seorang ayah di dunia ini
Tetap ayah yang aku pilih
Aku tidak butuh ayah seorang presiden, insinyur, dan lain-lainnya
Kau tidak bisa dibandingkan dengan apapun ayah
Karena begitu bangga aku memilikimu

Ayah
Kau sudah meninggalkan kami
Aku sedih karena tidak ada lagi di dunia ini, orang yang menyayangiku sepertimu
Aku lega karena tak lagi melihat kau merasakan kesakitan
Aku bahagia karena kau tak lagi membawa beban di pundakmu
Maafkan anakmu yang belum sempet membahagiakanmu
Kau belum menyerahkan aku dan adek ke orang yang akan meneruskan tanggung jawabmu
Semoga orang yang meneruskanmu akan tanggung jawab kami seperti kau
Kau yang begitu penyayang, penyabar dan budiman. aamiin

Ayah
Kini kau sudah tenang di alam sana
Semoga kau tenang berada di tempat terbaik di sisi Allah
Hanya doa yang bisa aku hantarkan untuk sampai ketempatmu
Terimakasih mendidik aku menjadi anak yang sholehah
Aku akan selalu menjaga amanahmu ayah
Aku berharap kita dipertemukan sebagai keluarga lagi di surga Allah aamiin
Aamiin yaa robbal áalamiin

Ayah
Aku tak lagi bisa berkata apa-apa
Aku bangga memiliki ayah sepertimu
Bahkan di hari kematianmu banyak sekali orang datang mengantarmu ke kuburan
dan datang ke rumah untuk berbela sungkawa
Hal ini sudah cukup menjelaskan bahwa kau adalah orang yang disegani
Semoga kelak aku meninggal, banyak yang datang
seperti banyaknya orang datang di hari meninggalmu

Ayah
Aku hanya ingin berkata
Aku sayang kamu
selamanya ayah.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer