"Seniorku Manusia paling cuek"
Seniorku Manusia paling cuek
Hari pertamaku masuk kerja, aku diperkenalkan satu
persatu dengan staff lainnya. Senior-seniorku memberi senyuman saat bersalaman,
tetapi salah satu seniorku ya kamu yang begitu dingin. Tidak sedikitpun
senyuman yang kamu beri untukku.
Seminggu, 2 minggu, 3 minggu seniorku ini tak banyak
bicara padaku. Sekedar sapa pun tak juga kamu beri. Hemm awalnya aku sabar-sabar
mungkin suasana seniorku ini sedang buruk, tapi menurutku didiemin selama 3
minggu itu berasa ada yang aneh.
Aku adalah tipe orang segalanya difikirin, banyak
sekali pertanyaan dikepalaku mengenai kamu seniorku .
Apakah kamu membenci aku?
Apa ada yang salah dari aku?
Apa yang membuat kamu benci sama aku?
Banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk
dipikiranku.
Hingga aku berfiki “Ya allah seperti apa orang ini
yang begitu jutek, aku ga mau deket sama dia.”
…
Setelah 7
bulan lamanya aku mengenalmu, sesuatu yang tidak aku inginkan terjadi. Ya kamu
resign dari pekerjaanmu yang sama dengan tempat kerjaku. Tahukah apa yang terjadi padaku saat hari
terakhir kamu kerja???? saat kamu menyatakan perpisahan dengan kami.
Tetesan air mata telah jatuh di pipiku, ya aku
menangis. Menangis tersedih seduh hanya karena makhluk paling cuek yang aku temui di dunia ini.
Aneh ?
yah aneh setelah awal aku mengenal kamu seperti apa.
Aku terus menangis di sesi perpisahan, tidak kuat
aku membendung air mata ini.
Sebenarnya apa yang ku tangisi?
Apakah air mataku hanya air mata buaya?
Tidaaak, aku rasa air mata ini benar-benar tulus
karena aku merasa sedih.
Sedih kehilangan sosok mba yang Cuma beda 5 bulan.
Mataku membengkak karena tak henti-hentinya aku manangis.
kehilangan
sosok yang sudah jadi bagian hidupku itu sangat menyakitkan
Tidak aku sadari ternyata aku menyukaimu, menyayangimu,
setelah selama ini kamu selalu mensuport aku,
mendengar keluh kesahku,
mendengar curhatan pribadiku yang tidak penting dan tidak lupa kamu sabar
memberiku saran demi saran.
Hemm, rasanya ingin aku menceritakan kamu di seluruh
dunia bahwa kamu orang yang seperti apa.
Yaa…….. pasti orang pertama kali
melihatmu berfikir kamu adalah orang yang sangat dingin, jutek dan angkuh.
Bukan hanya aku yang berfikir seperti itu, orang lain pun sama denganku mengenai kesan awal mengenalmu. (perlu aku sebut lagi kata-kata sangat dingin, jutek dan angkuh???? hahaha )
Tenang itu cuma awal orang menilaimu, kalau mereka
masih berfikir seperti itu berarti tandanya mereka belum tau siapa kamu. :)
Setelah tujuh bulan aku mengenalmu di kantor ya
kantor tercinta kita tepatnya ruang QA,
Ternyata dibalik dinginnya kamu,
kamu orangnya yang sangat hangat, cerita dengan kamu membuat aku tenang karena banyak solusi yang kamu kasih terutama masalah cinta dan pengalaman-pengalaman kamu. Tidak sungkan kamu membagi pengalaman hidup kamu kepadaku yang tergolong baru kenal sama kamu.
kamu orangnya yang sangat hangat, cerita dengan kamu membuat aku tenang karena banyak solusi yang kamu kasih terutama masalah cinta dan pengalaman-pengalaman kamu. Tidak sungkan kamu membagi pengalaman hidup kamu kepadaku yang tergolong baru kenal sama kamu.
Ternyata dibalik juteknya kamu,
kamu orang yang perhatian walaupun suka mengejekku. But I know you just kidding with me. Aku bisa merasakan mana yang benar-benar bercanda dan yang bener-bener mengejekku meski dengan kata yang sama.
kamu orang yang perhatian walaupun suka mengejekku. But I know you just kidding with me. Aku bisa merasakan mana yang benar-benar bercanda dan yang bener-bener mengejekku meski dengan kata yang sama.
Ternyata dibalik keangkuhanmu,
kamu orang yang berwawasan luas yang tidak pelit untuk berbagi ilmu pada siapapun. Aku mengagumi wawasanmu mbak. Semoga ilmumu bermanfaat aamiin
kamu orang yang berwawasan luas yang tidak pelit untuk berbagi ilmu pada siapapun. Aku mengagumi wawasanmu mbak. Semoga ilmumu bermanfaat aamiin
Saat aku bilang “siapa lagi yang aku tanya ketika
kamu tidak ada?”
Itu benar-benar tulus karena aku hanya berani
bertanya pada kamu.
Entah
mengapa ketika aku bertanya padamu hal yang sepele pun aku berani.
Karena
kehangatanmu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaanku.
Entah pada siapa aku akan bertanya lagi tentang
kehidupanku, pekerjaanku saat kau tidak lagi berada di sekelilingku.
Hemm mungkin lewat alat komunikasi? Bisa, tetapi
beda karena kamu sudah tidak lagi kerja bersamaku. Akan sangat canggung
ketika aku bertanya terus menerus padamu.
Makasih untuk 7 bulan bisa mengenal seperti apa
kamu.
Makasih udah jadi mba aku walau cuma beda 5 bulan.
Begitu singkat aku mengenalmu, tapi entah mengapa aku nyaman bersamamu.
Aku menyayangimu mba, semoga kamu juga merasakan apa yang aku rasakan.
Aku hanya berdoa semoga setelah ini,
Kamu selalu bahagia
Kamu sehat selalu
Kamu dan keluargamu samawa
Dan sukses yah mba.
I will miss you so much.
please don’t forget me.
I'm happy to be a part of your life
Love you mba Sari Utami
Komentar
Posting Komentar