cerpen "cahaya di atas langit "
Cahaya di atas langit
Langit cerah , dedaunan menari-nari terhempas angin. Seorang
wanita dewasa berlari mengelilingi taman kota dengan setelan baju olahraga yang
senada. Dia adalah seorang wanita tangguh yang selalu berusaha lebih baik dalam
hidupnya. Orang tuanya memberi nama Adeeva Afsheen Myesha, bagi mereka Mye
adalah karunia kehidupan yang bersinar seperti bintang di langit yang
menyenangkan seperti arti yang terkandung pada namanya. Mye tumbuh menjadi
wanita tangguh dan bersinar serta menyenangkan bagi orang-orang yang dekat
dengannya.
Selesai mengelilingi taman seperti biasa Mye berhenti di panti
asuhan, dia selalu menyempatkan waktunya untuk mengunjungi tempat yang selama
ini membuat hatinya senang. Di depan panti asuhan yang dinamakan Bintangku,
seorang anak perempuan berumur 7 tahun menunggu kedatangan Mye.
“Kak Mye” Isak
anak perempuan pada Mye, ketika baru masuk panti dia sangat diam tapi setelah
bertemu dengan Mye dia berubah menjadi anak yang periang, namanya Aisyah.
“Hey gadis kecilku,
kamu kenapa menangis?” Tanya Mye pada Aisyah yang tangisannya semakin lama
semakin keras, Mye langusng memeluknya. Setelah beberapa menit Aisyah dalam
pelukan Mye, dia berhenti menangis. Mye memintanya untuk menjelaskan kenapa ia
menangis.
Aisyah yang sedang menghapus air matanya menjelaskan “Randy mengejek aku ka, tadi aku menggambar keluarga
bahagia disana ada ayah dan ibu tapi Randy bilang itu cuma mimpi” Ucap
Aisyah dengan polosnya.
Mendengar Aisyah, Mye teringat masa lalu kalau ia pernah
memiliki keluarga bahagia. Namun sekarang, ia harus berjuang sendiri dalam
menjalankan hidupnya. Mye hidup bersama sahabat ibunya yang bernama Amirah
Afifah, wanita yang ditinggalkan suaminya akibat kecelakaan pada 20 tahun lalu
dan memutuskan untuk tidak menikah lagi. Bu Amirah lebih suka mengasuh anak
orang lain, termasuk Mye anak dari sahabatnya sendiri. Namun karena kesibukan
Bu Amirah, Mye tidak serumah dengan Bu Amirah dan di didik menjadi wanita yang
mandiri.
Mye menenangkan Aisyah dengan sangat lembut. “Hey gadis kecilku, dengarkan kakak yah. Gada
yang ga mungkin di dunia ini. Aisyah berdoa sama Allah dan berharap pada Nya
maka Allah akan mendengarkan doa-doa hamba Nya, jangan dengerin Randy ok.
Percaya sama kakak ” Ucap Mye menyemangati sambil memeluk.
Kemudian wanita separuh baya keluar dari dalam rumah. “Assalamualaikum Mye, kamu sudah datang
ternyata” Ucap wanita pengurus panti asuhan Bintangku bernama Bu Asma
Adibah, beliau orang sangat baik, selalu memperjuangkan anak-anak yang
terlantar dan menjunjung kebenaran sesuai dengan namanya yang berarti wanita
beradab yang lantang menyuarakan kebenaran.
“ Waalaikumsalam, iya
aku sudah datang bu”Jawab Mye dengan lembut. Mye bersyukur berada di
sekeliling wanita-wanita tangguh dalam hidupnya. Mereka adalah inspirasi Mye
hingga menjadikan Mye wanita yang tangguh seperti sekarang.
Aisyah yang berada dipelukan Mye, dia segera masuk rumah da
membiarkan dua orang dewasa berbicara.
“Aku masuk ya kak” Ucap Aisyah tersenyum. Mye tersenyum dan mengusap kepala
Aisyah.
Setiap bulan Mye menyisihkan uang hasil kerjanya untuk
sekedar membantu Bu Asma dan pengasuh lainnya dalam mengurus panti. Dia wanita
yang berhati mulia, ketika orang lain menghabiskan uangnya untuk hedonisme tapi dia lebih memilih menyisihkan
uangnya kepada yang memerlukan.
“Ini bu, Mye ada
sedikit rezeki buat anak-anak” Mye menyerahkan amplop kepada bu Asma.
“Iya Mye terimakasih
yah. Semoga Allah membalas semua kebaikan kamu, tetap jadi Mye yang sekarang
yah. Ibu berharap kamu akan menemukan laki-laki yang baik. Aamiin” Ucap Ibu
Asma lembut. Selama 4 Tahun mengenal Mye, tidak pernah sekalipun Bu Asma
melihat Mye membawa seorang laki-laki dihadapannya. Dan Mye hanya tersenyum
mendengar ucapan Bu Asma.
Setelah percakapan mereka selesei, kemudian Mye bermain dengan adik-adik panti. Tawa, canda,
bahagia dan tangis Mye bisa merasakannya di tempat ini dengan adik-adik yang
menggemaskan walaupun kadang nakal.
…
Keesokan harinya, di sebuah apartemen kecil dengan ruangan
yang nyaman bercat warna krem dan coklat muda. Mye tinggal sendiri di apartement karena rumah ibu angkatnya jauh
dari tempat kerja, selain itu Bu Amirah jarang di rumah karena sibuk dengan pekerjaannya.
Mye sudah siap berangkat kerja dengan baju kantor yang
senada, celana bahan warna coklat dan bajunya warna putih membuat dia sangat
cantik.
Saat Mye mau berangkat kerja, terlihat sangat ramai di luar
apartemennya. Mye bertanya pada salah
satu petugas “Pak, ada apa ko
ramai sekali?” Tanya Mye dengan muka heran.
“ Penghuni baru akan
mengisi apartemen ini mba, jadi mba nanti ada tetangga baru”Jawab petugas
tersenyum sambil menunjuk sebelah apartemen Mye. Apartemen tersebut sudah
kosong selama dua tahun setelah penghuninya pergi ke luar Negeri.
Mye tersenyum mendengar pernyataan petugas itu “Owh, ok terimakasih pak” Ucap Mye,
kemudian ia berangkat menuju kantor.
Sampai kantor setelah melewati macetnya ibukota, Mye segera
masuk dan seperti biasa Mye disapa oleh setiap orang karena keramahannya,
selain itu dia adalah Manager perusahaan. Dengan usianya yang muda dia
dipercaya oleh Direktur perusahaan tidak lain sodara ibu angkatnya.
Mye duduk di ruangan, tidak lama duduk asistennya mengetuk
pintu “ Masuk!” Ucap Mye pada
asistennya.
“Ibu dipanggil oleh
Pak Direktur untuk segera ke ruangannya” Ucap Asistan pada Mye, yang
sebelumnya pak Direktur memesan untuk Mye segera ke ruangannya.
Mye merasa bingung karena tidak seperti biasanya Pak
Direktur memanggilnya pagi-pagi kecuali ada hal yang urgent. Tapi Mye merasa
tidak ada masalah yang urgent dari Perusahaan, kemudian Mye segera pergi ke
ruangan Pak Direktur yang tidak jauh dari ruangannya. Mye tidak ingin Direktur
yang baik itu menunggu lama.
Mye mencoba mengetuk pintu, Pak Direktur sudah menyuruhnya
masuk. “Masuk Mye” Ucap Pak Direktur
mempersilahkan Mye masuk. Terlihat Pak Direktur yang sedang duduk di tempatnya
dan seorang pemuda sekitar umur 28 Tahun berdiri tidak jauh dari meja Pak
Direktur.
Mye bingung, kenapa saat ada tamu beliau memanggilnya. “Pagi Pak” Ucap Mye tersenyum dan ingin
menanyakan maksud Pak Direktur memanggilnya.
“Pagi Mye, Saya akan mengenalkanmu dengan seseorang yang akan
menggantikan saya nanti. Sepertinya kamu juga sudah mengenalnya”. Ucap Pak
Direktur ingin mengenalkan seseorang yang akan menggantikannya dalam mengurus
perusahaan karena umurnya yang harus sudah beristirahat. Tidak lain adalah
anaknya yang sudah 8 tahun berada di luar negeri untuk belajar berbisnis dan
dipersiapkan untuk mengembangkan perusahaan yang dijalani sekarang. Nama pemuda
tersebut adalah Azka Raffasya Bachtiar
yang memiliki arti Anak laki-laki yang berhati bersih dan suci, memiliki
keberanian yang besar, kelak menjadi orang yang memiliki kedudukan di tempat
tertinggi. Itu adalah harapan Orang tua Raffa.
Pemuda itu balik badan dan menyapa Mye. “Hay Mye, apa kabar kamu? Lama
kita tidak bertemu” Sapa Raffa pada Mye yang tidak bertemu selama 8 tahun.
Mye terkejut melihat Raffa, pemuda yang dulu ia kenal dan ia
sangat benci sekarang berdiri di depannya. Raffa adalah laki-laki yang sangat
baik, tetapi Mye sangat membencinya. Sampai sekarang dia juga membenci
laki-laki yang mencoba mendekatinya. Selama ini Mye hidup sendiri dan tidak
ingin bergantung pada laki-laki. Melihat Raffa, Mye teringat kejadian 8 tahun
silam yang menimpanya.
…
Delapan tahun silam…
Adeeva Afsheen Myesha adalah seorang anak yang sangat ceria,
dia memiliki keluarga yang sangat bahagia. Mye merupakan anak tunggal dari
pasangan Akbar Afsheen dan Annisa. Ayah Mye bekerja di sebuah perusahaan besar
dan ibunya seorang organiser yang aktif. Ayah dan Bunda sangat menyayangi Mye, Cinta mereka bagai cahaya di atas langit yang selalu bersinar pada malam gelap pun terus bersinar meskipun tak terlihat. Cinta mereka pada Mye tidak pernah berhenti meskipun mereka tak bersamanya. Ya itulah cinta orangtua pada anaknya.
Di rumah yang tidak besar dan tidak kecil, dimana keluarga
Mye tinggal. Meskipun Ayah Mye berpenghasilan besar, mereka memilih rumah yang minimalis
agar mereka bisa berkumpul di satu tempat. Mereka sarapan sebelum beraktivitas,
Bunda Annisa selalu memasak sendiri untuk keluarganya. Mye dan ayah Akbar lebih
suka dimasak oleh Bunda annisa daripada oleh pembantunya.
“Makan yang banyak ya
sayang, biar kamu sehat dan cantik” Ucap Bunda Annisa pada anak
kesayangnnya yang susah kalo urusan makan.
“Iya bun, kalo makan
masakan bunda pasti banyak. Iya kan yah?” Ucap Mye tersenyum genit ke
ayahnya.
“Iyaa bener de, nih
perut ayah sampe gendut” Ejek ayah sambil menunjuk perutnya yang gendut.
“kalian ini, suka
banget godain bunda” Ucap bunda tersipu malu. Selesai sarapan mereka pergi
beraktivitas. Sebelum ke kantor ayah selalu mengantarkan Mye terlebih dahulu ke
sekolah yang searah dengan kantornya. Kemudian mereka berangkat dan pamitan
pada bunda.
“Dadaaah bunda,
Assalamualaikum”Ucap Mye salim dan melambaikan tangannya pada bunda.
Kemudian ayah juga mengecup kening bunda. Keluarga mereka terlihat sangat
harmonis, siapapun yang melihat akan iri dengan kebahagiaan keluarga mereka. Setelah
ayah dan Mye hilang dari pandangan, Bunda bersiap-siap pergi ke suatu
organisasi.
…
Selesai pulang sekolah hari sabtu, Mye di jemput oleh Raffa
tak lain keponakan sahabat ibunya yaitu ibu Amirah Afifah untuk les bahasa
inggris dan matematika. Raffa menunggu di depan sekolah, siswi-siswi tersihir
dengan ketampanan Raffa. Banyak siswi yang menggoda dan Raffa membalasnya
dengan senyuman.
Mye berjalan keluar bersama teman-temannya, hari sabtu
adalah hari yang selalu di tunggu oleh Mye karena bertemu dengan orang yang dia
suka yaiu Raffa, guru lesnya.
“Mye mau dong gantiin
kamu les sama kak Raffa” Ucap salah satu satu sahabat Mye bernama Erika,
dia ingin seperti Mye yang bisa dekat dengan Raffa begitu juga dengan sahabat
lainnya.
“hehe, ga bisa dong !”Ucap
Mye sambil meledek mereka. Sampai di depan Raffa yang sedang melambai, Mye
langsung menghampirinya.
“Hey bocah kecil”
Panggil Raffa pada Mye , gadis yang membuat hari sabtunya selalu bahagia. Mye
yang sedikit kesel dengan panggilan bocah kecil tapi tetap senang karena dia
sangat mengagumi Raffa sosok laki-laki yang dirindukannya, dia merindukan sosok
kaka yang tidak dimilikinya.
Dengan mukanya yang cemberut, Mye terlihat lucu “Hemm bocah kecil” Gerutu Mye, Raffa yang
melihat ekspresi Mye tersenyum semakin memperlihatkan pesonanya yang begitu
tampan. Kemudian mereka menaiki motor yang dibawa Raffa menuju rumah Mye.
Sampai di rumah Mye, mereka beristirahat sebentar untuk
makan siang. Selanjutnya mereka mulai les. “Ayoo
kita mulai bocah kecil, ada PR tidak?” Tanya Raffa pada Mye yang
dimulutunya masih mengunyah makanan. Mye mengeluarkan PR yang disukainya yaitu
matematika “ PR nya banyak ka” Ucap
Mye bersemangat.
Kemudian mereka mulai belajar, tidak lama datang ayah Mye
yang baru saja pulang menghampiri Mye dan Raffa yang sedang belajar.
“Hai anak Ayah sedang belajar
yah” Ucap ayah sambil menggelitik Mye.
“aaaaaaaaaaa,
ayahhhhhh” Teriak Mye kegelian, Ayah
senang sekali melihat Mye marah kegelian. Setelah puas menggelitik anaknya,
Ayah langsung mencium kening Mye dan menyuruh Mye serius belajar.
“Belajar yang pintar
ya nak!” Ucap ayah sambil mengelus kepala Mye.
“Siap Ayah ” Ucap
Mye tersenyum. Mye sangat mencintai ayahnya, ia merasa sangat bahagia karena
memiliki ayah terbaik di dunia.
Tidak lupa Ayah
menitipkan Mye pada Raffa yang tersenyum di samping Mye. “Raffa, titip anak Om” Pinta Ayah pada Raffa.
“Oke Om” Ucap
Raffa dengan senyuman karismatiknya.
Raffa merasa sangat senang melihat kedekatan Ayah dengan
Mye, karena selama ini ia dididik mandiri dan tidak pernah merasakan kehangatan
sebuah keluarga. Raffa adalah anak tunggal dari Pasangan Achmad Bachtiar dan Maya sofia, ibu Raffa meninggal
setelah melahirkannya. Sejak kecil Raffa diasuh oleh tantenya yaitu Bu Amirah Rafifah sahabat dari ibunya
Mye. Ayah Raffa sibuk dengan perusahaanya sehingga tidak punya banyak waktu
untuk bermain dengan Raffa. Dengan tinggal bersama tantenya, Ayah Raffa
berharap anaknya merasa memiliki kasih sayang dari tantenya yang tidak
didapatkan dari ibunya.
…
Sebulan kemudian Keluarga
Mye dan Keluarga Raffa liburan bersama,
mereka selalu menghabiskan waktu liburan bersama. Tempat yang mereka suka
datangi adalah pantai, dimana menurut mereka bisa menghilangkan stres mereka
saat melihat birunya langit dan laut. Keluarga Mye sangat dekat dengan keluarga
Raffa, sehingga membuat Mye dan Raffa pun dekat. Mereka sudah seperti kakak
adik karena keduanya tidak memiliki sodara kandung. Mye dan Raffa beda usia
terpaut 4 tahun, hal ini membuat Raffa sangat mengayomi Mye. Mye dan Raffa
memiliki perasaan suka satu sama lain, tapi tidak mereka ungkapkan.
Mye dan Raffa bermain bersama di pantai, mereka terlihat
bahagia bersama. Mereka berkejar-kejaran dan saling melempar pasir putih.
Hingga akhirnya Mye terjatuh kemudian Raffa segera menolong Mye yang berada tak
jauh di depannya.
“Mye apakah ada yang
terluka?” Tanya Raffa yang khawatir dengan keadaan mye.
“Sakit kaaaa”
dengan muka memelas sambil mengulurkan tangannya meminta bantuan.
Raffa pun mengulurkan tangannya untuk membantu Mye berdiri,
meskipun dia tau kalau Mye hanya berpura-pura sakit. Karena hal itu sudah biasa
dilakukan oleh Mye.
“Hemm ayo bangun
bocah” Ucap Raffa dengan muka melotot.
Kemudian Mye tersenyum malu dan mencoba untuk berdiri dengan bantuan Raffa, namun ketika
Mye mencoba berdiri kaki Mye terkilir.
“aaaaaaaa” teriak
Mye kesakitan.
Raffa melihat Mye kesakitan, dia langsung mengecek kaki Mye
yang memar. Dengan kakinya yang terkilir, Mye tidak bisa jalan. Raffa
menawarkan gendongannya pada Mye.
“Ayo naik” sambil
memunggungi Mye.
Kemudian Mye naik ke punggung Raffa, pada saat itu hati keduannya berdebar. Mye mengagumi
Raffa dan begitu juga Raffa menyayangi Mye. Mereka sampai di tempat istirahat,
setelah itu mereka menghabiskan waktu liburan dengan canda dan tawa.
…
Liburan bersama pun telah berakhir, namun masih ada 1 hari
tersisa. Mye berencana mengabiskan waktu seharian dengan ayahnya yang
sebelumnya sudah bicara dengan ayahnya. Kemudian Mye mengajak ayahya pergi.
“Yah, tidak lupa
dengan janji kita kan?” Tanya Mye yang sebelumnya sudah membuat janji
dengan ayahnya untuk pergi jalan-jalan.
“Hemm, sayang ayah
tidak pernah membatalkan janji ayah dengan kamu. Tapi kali ini ayah harus
batalin janji ayah sama kamu dulu yah sayang. Kita bisa jalan minggu depan ok!”
Ucap ayah Mye yang merasa berat membatalkan janjinya dengan anak kesayangannya.
Kemudian ayah segera pergi tidak lupa mencium putri semata wayangnya.
“Sepertinya ada hal
penting yang mendesak ya yah? Yaudah kalo begitu, jangan lupa minggu depan
yah.” Ucap Mye kecewa yang sebelumnya sangat senang akan jalan dengan
ayahnya.
Dengan penampilan yang siap pergi, Mye tidak mau diam di
rumah karena bundanya juga sedang pergi dengan sahabat-sahabatnya. Mye
menghubungi teman-temannya untuk pergi jalan.
Setelah berhasil menghubungi teman-temannya, Mye pergi ke
mall dan menunggu teman-temanya datang. Tidak lama kemudian teman-temannya
datang menghampiri.
“Bukankah kamu ada
janji dengan ayahmu Mye?” Tanya vera penasaran yang sebelumnya mengajak Mye
namun dia bilang ada janji dengan ayahnya. Sekarang Mye yang mengajak mereka
pergi.
“Hemm iya, ayah ga
pernah sebelumnya batalin janjinya sam aku” Ucap Mye masih dengan muka
kecewanya.
“Owh pantesan. Mungkin
ada hal yang sangat mendesak Mye, udah ah muka jangan ditekuk mulu tuh”
Gurau vera yang sifatnya lebih dewasa dari teman-temannya.
“Ayahmu ga punya
simpanan kan Mye?” Canda Anton yang suka ngomong tanpa disaring dulu.
“Anton” teriak
Vera dan Andin serentak setelah mendengar candaan Anton.
“hihihi, Sorry aku
Cuma bercanda. Kamu tau kan Mye?” Ucap Anton yang tidak berniat apa-apa
dengan candaannya.
“Jaga ucapan kamu ton”
Ancam Vera pada Anton.
“Hah, aku percaya
ayahku. Dia adalah laki-laki terbaik di dunia” Ucap Mye yang sangat
menyayangi ayahnya.
“Gitu dong, baru
sahabat kita” Ucap Andin memberi semangat Mye.
Ketika Mye dan teman-temannya hampir sampai di tempat makan, Mye melihat
ayahnya dari kejauhan bersama seorang wanita muda di tempat yang ingin ia dan
teman temannya tuju. Mye merasa terkejut dan teringat kata-kata Anton “Ayahmu ga punya simpanan kan Mye?”
terngiang di dalam pikirannya. Tak ingin teman-teman melihat ayahnya bersama
seorang wanita muda, Mye mengalihkan mereka ke tempat makan yang berbeda.
“Hemm, temen-temen kok
aku jadi pengen makan ramen yah. Kita makan ramen aja yuk?” Ajak Mye pada
temen-temennya.
“Kan kita udah deket
tempatnya Mye” Ucap Vera ketika posisi mereka tidak jauh dari tempat makan
yang mereka tuju.
“Aku tiba-tiba pengen
banget, yuk” Mye memaksa teman-temannya
“Hemm, dasar labil deh
kamu Mye. Yaudah kita makan ramen aja” Ucap Anton yang sedang kelaparan.
Akhirnya mereka pergi ke temapt makan ramen, disisi lain Mye
masih berkecamuk dengan pikirannya. Dia memikirkan berbagai kemungkinan ayahnya
menemui wanita muda yang tidak pernah ia lihat, karena ayahnya tidak pernah ada
yang disembunyikan dengan Mye.
Semakain ia pikirkan berbagai kemungkinan, Mye merasa
ayahnya menyembunyikan sesuatu yang penting.
“Apakah ayah selingkuh
dengan wanita muda itu?” hemm ga mungkin”dalam pikirannya perang dengan
hatinya.
“Tapi siapa wanita
itu? Ayah tidak pernah kenalin ke aku. Aaaaaaa” Mye berfikir keras.
“Mye?” Panggil
Vera ketiga kalinya pada Mye yang dari tadi melamun.
“hah? “ Mye kaget.
“Kamu kenapa? Bukannya
kita udah di tempat ramen” Ucap Vera setelah melihat Mye melamun.
“Hemm gapapa hehe,
kita pesen apa?” ucap Mye yang masih memikirkan ayahnya.
“Kita udah pesen semua
tinggal kamu Mye” Ucap Anton yang heran dengan sikap Mye sekarang.”Owh Maaf” Mye pun memilih menu ramen
yang ia sukai.
“Kamu kenapa Mye? apa kamu masih mikirin perkataan anton tadi,
kalau itu jangan dipikirin, ayahmu gak akan selingkuh ko. Kan udah memiliki
keluarga bahagia seperti kalian” Ucap Vera dengan bijak untuk menenangkan
Mye.
“Hemm siapa bilang
punya keluarga bahagia ga selingkuh” Celoteh Anton lagi lagi tidak
dipikirin dulu.
“Anton, jaga deh
ucapan kamu” teriak andin yang mulai kesel dengan sikap Anton.
“Hihihi maaf deh, kan
aku bicara fakta. Tapi aku percaya ko sama om Akbar gak akan selingkuh ” Ucap
Anton dengan muka bersalah.
Disisi lain mendengar pernyataan anton sebelumnya membuat
dia semakin menduga ayahnya selingkuh. Setelah selesei makan Mye meminta pulang
dengan beralasan ada panggilan ibunya mendadak.
Teman-teman Mye mengerti dengan keadaan Mye kalau sudah ada
panggilan ibunya harus segera datang terkecuali Anton yang terus ngedumel Mye
pulang lebih dulu padahal dia yang ngajak jalan.
….
Selama perjalanan Mye masih dengan pikiran yang berkecamuk
atas apa yang barusan ia lihat dan ingin segera konfirmasi kepada ayahnya.
Ketika sampai di rumah ayah nya sedang duduk dan Mye segera bertanya pada
ayahnya untuk memastikan ayahnya bohong atau tidak.
“Hey anak ayah sudah
pulang rupanya” sambut Ayah atas kedatangan anaknya.
“Kemana ayah pergi
tadi?” Tanya Mye yang abru saja datang dengan banyak pertanyaan dalam
pikirannya.
“Tadi ayah ada urusan penting
sebentar” Ucap ayah yang bingung dengan ekspresi Mye seperti sedang marah.
“Urusan penting apa
yah dengan wanita muda itu?” Tanya Mye dengan nada sedikit keras
“Owh bagaimana kamu
tau sayang?” Tanya ayah terkejut dengan pertanyaan Mye.
“Kenapa ayah tanya
balik, jawab ayah!” Teriak Mye marah
“hemm wanita ituu”,
belum sempat ayah menyelesaikan perkataannya. Mye berlari karena tidak ingin
mendengar pernyataan ayahnya kalau wanita itu adalah selingkuhannya.
Ayah yang bingung melihat Mye berlari, segera menyusul dan
menghentikan Mye.
“Mye dengarkan
penjelasan ayah!” teriak ayah berlari mengikuti Mye. Karena teburu-buru
ayah tidak melihat mobil truk yang melaju mendekatinya, tidak sempat ayah
menghindari.
“Brukkkkk”
terdengar suara sebuah truk menambrak.
Mye yang sedang lari segera berhenti mendengar suara
tersebut, setelah berbalik arah Mye melihat ayahnya terbujur kaku dengan lumuran
darah memenuhi tubuhnya.
“Ayahhhhhh!”
teriak Mye sambil berlari menuju ayahnya. Semua orang merumuni dan menolong
ayah. Namun ayah meninggal sesaat kejadian karena kehilangan banyak darah. Mye
yang melihat ayahnya sudah tidak bernyawa lagi menangis sekencang-kencangnya.
…
Perginya ayah Mye mmeninggalkan banyak pertanyaan dalam hati
Mye, siapa wanita yang ditemuinnya dan apa yang dilakukan ayah bersamannya.
Semua pertanyaan untuk ayahnya ia simpan untuk diri sendiri karena ia tidak mau
ibunya tahu akan hal ini.
Mye mencari tahu siapa wanita yang ditemui ayahnya namun ia
tidak bisa menemukannya. Mye memiliki kebencian yang sangat besar pada ayahnya,
dimana ekspektasi pada ayahnya yang terbaik di dunia kini tidak lagi dan
berubah menjadi ayah pengkhianat. Berangsur-angsur Mye membenci semua laki-laki
karena ia sangat percaya ayahnya adalah yang terbaik namun telah menghianati ia
dan bundanya. Mye berfikir semua laki-laki sama saja.
Tiga bulan setelah perginya
ayah, Bunda mengidap penyakit. Mye anak yang manja, sekarang harus belajar
mandiri karena hanya Bunda yang dia miliki sedang sakit membuat Mye melakukan
segalanya sendiri. Bahkan tentang ayah, ia tidak cerita sama sekali baik pada
ibunya atau siapapun. Terkadang sahabat Bunda yaitu Ibu Amirah membantu Mye
dalam beberapa hal.
Mye sedang membuat bubur untuk
Bunda, kemudian datang Bu Amirah untuk menengok Bunda.
“Hey sayang, kamu lagi buat bubur yah?” Tanya Bu Amirah melihat Mye
yang sedang memasak.
“Tante, ya bentar lagi waktunya Bunda makan dan minum obat” Ucap
Mye sambil mengaduk bubur
“Hemm kamu istirahat yah, biar tante yang lanjutin. Kamu temenin Bunda
dulu”Ucap Bu Amirah yang kaishan melihat Mye kecapekan.
“Makasih tante” Mye segera masuk ke kamar Bunda.
Bunda yang sedang tidur
terbangun mendengar suara pintu.
“Mye” lirih Bunda melihat anak yang sedang mendekatinya.
“Bunda sudah bangun rupanya” Mye mendekati Bunda lalu memijitnya.
Bunda tersenyum dan tak lama
mulut bunda keluar darah, Mye yang terkejut melihat Bundanya memanggil Bu
Amirah.
“Tanteeeeee”Teriak Mye kebingungan.
Di dapur Bu Amirah segera
mendatangi Mye yang berteriak.
“Ya kenapa sayang?” Tanya Bu Amirah langsung melihat Bunda yang
sudah berlumuran darah segera membersihkan darah. Sedangkan Mye dia menangis
ketakutan.
“Mirah” Lirih Bunda memanggil Bu Amirah.
“Ya mba, minum dulu ya” Jawab Bu Amirah sambil memberikan minuman
pada Bunda.
“Mirah tolong jaga dan sayangi Mye untuk mba yah” Kata terakhir
yang diucapkan oleh Bunda.
Mye melihat Bunda menutupkan
mata yang terakhir kalinya, Mye menangis sangat keras.
“Bundaaaa, jangan tinggalin aku sendiri. Mye sekarang udah gede ga
bakal jadi beban Bunda lagi. Bunda bangun! Bangun Bunda! Mye sayang Bunda”
Ucap Mye sambil memeluk Bunda
“Innalillahi Wa Innailaihi Roo ji’’uun, yang tabah ya sayang” Ucap
Bu Amirah menenangkan Mye.
Bunda menjadi yatim piatu
semenjak umur 20 dan tidak meliliki saudara kandung. Bu Amirah adalah teman
terdekat Bunda, selain itu Bunda juga menganggapnya seorang adik. Sehingga
Bunda menitipkan Mye pada Bu Amirah, bunda tidak mau anaknya hidup terlantar
dan percaya Bu Amirah akan menjaga Mye.
…
Kembali ke masa sekarang…
“Kamu kemana saja ka selama 8 tahun ini?” Ucap Mye dalam hatinya.
“Mye kamu di tanya sama Raffa!” Ucap Pak direktur yang melihat Mye
terdiam semenjak melihat Raffa di depannya.
“Maaf, kabar saya baik pak”
Sahut Mye sambil menunduk.
“Hey kenapa kalian kaku sekali, bukankah kalian sudah berteman dekat.
Senang mendengar kalian dekat saat ayah di Amerika” Ucap Pak Direktur
mencairkan suasana di ruangan.
“Yak pah kami deket” Ucap Raffa yang masih merasa canggung.
Pak direktur sebelum
menyerahkan jabatannya kepada Raffa, ia berencana mengenalkan kondisi
perusahaan terlebih dulu melalui Mye. Meskipun Mye baru bekerja, dia sudah
memiliki banyak pengalaman pada perusahaan selain itu akan mudah buat Raffa
yang sudah mengenal Mye sejak lama.
“Baiklah berhubung kalian berdua disini, Mye” Panggil Pak direktur
pada Mye yang terus saja diam.
“Ya pak?” Jawab Mye merasa sedikit tidak nyaman
“Mulai sekarang saya minta kamu memberitahu semua tentang perusahaan
kepada Raffa. Semoga kalian bisa bekerjasama dengan baik” Ucap Pak direktur
pada Mye dan Raffa.
“Baik pak” Jawab Mye tanda
dia mengerti akan permintaan pak Direktur.
“Ok , Raffa akan ke ruanganmu. Kamu boleh kembali Mye” Ucap Pak
Direktur.
Mye kembali ke ruangnnya
masih dengan muka bingung, ternyata anak dari Pak Direktur adalah Raffa,
laki-laki yang dikaguminya semasa SMA dan hilang entah kemana semenjak liburan
bersama.
Sedangkan Raffa yang sedang
di ruangan Pak Direktur seneng bisa bertemu dengan wanita yang hanya melihatnya
membuat hati Raffa bergetar. Raffa senyum merekah setelah Mye hilang dari
pandangannya. Pak Direktur yang melihat anaknya tersenyum, membuatnya tahu
bahwa Raffa memiliki perasaan pada wanita itu, yang sebelumnya mendapat cerita
dari adiknya yaitu Bu Amirah.
“Hemm sebahagia itukah kamu melihat Mye, ketika kamu baru sampai dan
bertemu papah tidak tersenyum seperti itu” Goda Pak Direktur pada anaknya.
“Ahh papah bisa aja” Ucap Raffa tersenyum malu mendengar ledekan
ayahnya.
…
Mye sedang duduk di depan
komputernya, dari arah pintu terdengar suara ketuk pintu.
“Masuk!” Mye mempersilahkan masuk laki-laki yang ada di balik
pintu.
“Hai Mye” sapa Raffa dengan semangat.
“Silahkan duduk pak!” Mye mempersilahkan Raffa duduk dengan muka
dingin.
“Hmm, baik” Jawab Raffa duduk dengan muka bingung.
Mye mengahmpiri Raffa yang
sedang duduk dan membawa beberapa berkas tentang perusahaan.
“Mye, sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu” Ucap
Raffa ingin menjelaskan tentang perginya dia saat 8 tahun silam.
“Kita sedang bekerja pak, jangan bicara diluar pekerjaan. Dan mohon
untuk tidak memanggil dengan nama saat pekerjaan berlangsung” Ucap Mye
dengan tegas.
Raffa bingung dengan sifat
Mye yang jauh berbeda dari 8 tahun silam. Mye yang dulu periang dan sangat
hangat terhadapnya dia berubah 180% sekarang sangat jutek terhadapnya. Di sisi
lain Raffa mengerti perasaan Mye yang tidak mendapat kabar darinya selama 8
tahun, mungkin Mye terkejut melihatnya sekarang.
Selama bekerja Mye dan Raffa
professional, Mye menjelaskan semua tentang keadaan perusahaan dengan detail.
Raffa pun seorang pendengar yang baik, dan setiap saat ia memandangi Mye.
Sedangkan Mye focus dengan penjelasanya tanpa peduli pandangan Raffa.
Selesei bekerja, Mye
bermapitan untuk pulang. Raffa yang ingin sekali bicara segera menghentikan
Mye.
“Mye tunggu Mye, aku mau bicara sama kamu!” Ucap Raffa sambil menarik tangan Mye.
Mye tidak ingin berbicara
dengan Raffa, segera melepaskan tangannya. Ketika Raffa ingin bicara dari arah
pintu masuk datang sahabatnya untuk bertemu dengan Raffa.
“Hey Brooo” Teriak Rehan yang melihat sahabatnya setelah 2 tahun
tidak bertemu. Rehan dan Raffa adalah sahabat ketika di Amerika. Setelah Rehan
menyeleseikan kuliahnya segera pulang ke Indonesia sedangkan Raffa melanjutkan
bisnisnya di Amerika.
Melihat sahabatnya datang,
Raffa bingung dan akhirnya membiarkan Mye pergi dengan berat hati.
“Hey, lama kita tak bertemu dok” Ucap Raffa sambil memeluknya. Sedangkan
Mye segera pergi dan pulang ke apartemennya.
“Siapa wanita itu? Apakah itu Mye?” Tanya Rehan pada Raffa yang
selalu mendengarkan cerita tentang Mye, wanita yang sangat dirindukan oleh
sahabatnya itu.
“Hemm ya han, aku tidak menyangka respon dia setelah melihat aku” Ucap
Raffa yang merasa dirinya sangat bersalah pada Mye.
“Sudah aku duga sih Raf, kalau mendengar kamu menghilang tanpa berucap
pada dia dan tidak sama sekali kamu menghubunginya” Ucap Rehan pada
sahabatnya yang sedang bingung.
“Ya aku sudah sangat bersalah pada Mye” Ucap Raffa sedih.
“Lu harus kejar dia dan
jelasin semuannya Raf” Ucap Rehan menyemangati sahabatnya.
Raffa dan Rehan berbicara
sepanjang malam setelah mereka tidak bertemu selama 2 tahun.
…
Keesokan harinya, Raffa ingin
sekali menghubungi Mye namun ia belum mendapatkan kontak Mye. Ia teringat Bu
Amirah yang tidak lain tantenya lama tidak menemuinya selama 8 tahun. Selama
ini mereka berkomunikasi lewat telepon. Namun keduanya sibuk sehingga jarang
berkomunikasi.
“Hallo Assalamualaikum tante?” Raffa mengawali panggilan pagi ini
“Hallo waalaikumsalam, Raffa?” Bu Amirah terkejut yang memanggil
adalah Raffa. Bu Amirah yang sedang di rumah mau bertemu dengan Mye berjanji
untuk menemaninya ke panti asuhan terpaksa harus dibatalkannya karena Raffa ada
di Indonesia selama 8 tahun tidak bertemu.
Setelah beberapa lama menunggu,
Raffa datang ke rumah Bu Amirah. Kemudian Bu Amirah membuka pintu.
“Raffa” Panngil Bu Amirah yang
lama tidak menjumpainya kemudian memeluknya.
“Tan, Kangen” Raffa membalas pelukan Bu Amirah.
Setelah melepas kangen dengan
berpelukan mereka masuk dan berbicara banyak hal selama mereka tidak saling
komunikasi dan tidak lupa Raffa menanyakan semua tentang Mye.
“Owhya tan, aku penasaran dengan Mye. Kata tante terakhir kali dia anak
yang tegar setelah ditinggalkan oleh om akbar dan tante Annisa. Selama ini kan
kita kenal dia anak manja” Tanya Raffa yang penasaran tentang Mye. Terakhir
kali mendapat kabar meninggalnya kedua orangtua Mye, Mye berubah menjadi anak
yang sangat tegar. Hal ini membuat Raffa lega walaupun tidak bisa disamping
Mye.
“Hemm, ya hal itu juga membuat tante terkejut dengan perubahan Mye yang
drastis. Ada banyak hal yang ingin tente bicarakan sama kamu. Tapi kamu
memintanya untuk tidak cerita saat itu” Ucap Bu Amirah pada Raffa yang
terlihat serius mendengarnya.
“ Ya saat itu aku bisa mendengarnya, tante boleh cerita sekarang. Raffa
juga bingung tan, Mye sangat dingin sama aku” Pinta Raffa pada Bu Amirah.
“Hemm, tante juga bingung. Saat tante ingin menceritakan kamu ada
dimana, Mye melarangnya. Dia tidak ingin tahu kamu pergi kemana dan mengapa.
Jadi Mye tidak tahu kabar kamu sama sekali. Mungkin itu sebabnya dia sangat
dingin denganmu karena tidak memberitahunya saat kamu pergi” Bu Amirah
menjelaskan saat 8 tahun silam, Mye tidak ingin mendengar tentang Raffa.
“Hemm, itu sebabnya?” Gumam Raffa, kini ia tau sebab Mye sangat
dingin karena tidak tahu kabarnya sama sekali. Selama ini ia fikir Mye tahu tentangnya
dari Bu Amirah.
“Bukan hanya itu, Mye sangat tidak suka kalau membicarakan pria. Mye
sangat lembut dan murah senyum tapi ketika tante mulai bahas pria, mukannya
langsung berubah. Selama 8 tahun ini Mye tidak pernah sama sekali berkencan.
Hal ini membuat tante bingung, sepertinya ada yang dia sembunyikan tapi tante
tidak tahu itu apa. Tante sayang banget sama Mye, dia sudah seperti anak
kandung tante.” Ucap Bu Amirah sambil menghela nafas panjang.
“Banyak hal yang aku tidak tahu tentang Mye” Raffa menyesal akan
hal ini, tidak seharusnya dia melepaskan Mye.
Setelah banyak cerita tentang Mye,
Bu Amirah segera menemui Mye yang sebelumnya sudah ada janji. Sedangkan Raffa ada janji dengan ayahnya,
sebenarnya ingin sekali ikut tapi tidak bisa.
…
Raffa selesei menemui Pak Direktur, dia pulang ke
apartemennya. Ketika Raffa ingin memencet pin nya, keluar 2 orang wanita dari
apartemen sebelah dan suara yang tidak asing di telinga Raffa.
“Ibu pergi dulu yah sayang” Ucap Bu Amirah pada Mye.
“ Iya, Ibu hati-hati yah” Ucap Mye tersenyum.
“Tante, Mye?” Raffa terkejut 2
wanita yang dia sayangi ada dekat apartemennya.
“Raffa? Maksud kamu apartemen ini?” Bu Amirah tidak menyangka kalau
apartemen yang dimaksud Raffa adalah apartemen ini, begitu juga dengan Mye
sangat terkejut kalau tetangga barunya adalah Raffa.
“Iya ini apartemen aku tante” Ucap Raffa tersenyum .
“Waah 2 kesayangan tante sekarang tetanggan? “Ucap Bu Amirah yang
senang kalau Raffa adalah tetangga Mye.
“Tetangga? Maksud tante Ini apartemen Mye? Sebelumnya aku mau
mengucapkan salam dengan tetangga. Jadi ini apartemen kamu Mye?” Raffa
sangat senang mendengarnya, bagai takdir Tuhan yang sangat baik untuknya.
Mye masih sangat terkejut, dia
hanya diam dan senyum ringan. Sementara itu Bu Amirah harus pergi dan
bermapitan kepada keduannya.
“Ok tante seneng sekali melihat kalian berdua tetangga. Tante pergi yah
Raffa, tolong jaga Mye. Daaaah” Bu Amirah berpamitan untuk pergi dan
menitipkan Mye pada Raffa.
“Hati-hati tante, tentu aku akan menjaganya jangan khawatir. Daahhh”
Ucap Raffa sambil melambaikan tangannya pada Bu Amirah. Begitu juga dengan Mye,
setelah Bu Amirah hilang dari pandanga mereka. Mye segera mamasuki
apartemennya. Sementara Raffa langsung menarik tangan Mye.
“Mye banyak yang harus kita bicarakan” Ucap Raffa tegas.
“Lepasin ka Raffa” Teriak Mye berusaha melepaskan tangannya
“Mye kita harus bicara, berikan aku kesempatan jelasin sekali saja.
Setelahnya terserah kamu. Ok!” Pinta Raffa untuk diberi kesempatan
selebihnya ia pasrahkan kepada Mye.
Mye mendengar pernyataan Raffa
membuatnya teringat akan permintaan ayahnya 8 tahun silam “Beri Ayah kesempatan jelasin Mye” Pinta Ayah saat mengejar Mye
namun tak lama Ayah mendengar perkataan itu Ayahnya tertabrak.
Selain itu Bu Amirah juga meminta
mye untuk memberi kesempatan Raffa untuk bicara. “Berilah kesempatan Raffa untuk jelasin yang sebenarnya terjadi sayang,
karena apa yang kamu pikir belum tentu benar” Kata-kata itu terngiang
dipikirannya.
“Mye?” Raffa memanngil Mye yang melamun sambil memasuki
apartemennya.
“Ok kaka jelasin. Saat itu kaka dapet beasiswa yang papah aku daftarin
dan kabarnya telat banget sehingga banyak yang harus kaka urus dan tidak sempat
berpamitan sama kamu. Dan kenapa selama 8 tahun kaka ga kabarin kamu karena
kaka takut mau pulang kalau hubungin kamu. Selama 8 tahun kaka tahan perasaan
ini dan mencoba lepasin kamu dan itu sangat berat. Aku sayang kamu Mye”
Raffa menjelaskan alasan mengapa ia tidak menghubungi Mye.
“kaka ga tau kan apa yang dialami Mye selama 8 tahun? Semuannya Mye
tanggung sendiri ka” Ucap Mye masih menangis.
“Ya kaka tau, kaka salah Mye. Tolong kamu bicara sama kaka, apa yang
terjadi sama kamu?” Ucap Raffa meminta Mye menceritakan apa yang terjadi
pada 8 tahun silam.
“Selama ini aku benci dengan pria ka, kenapa? 8 tahun lalu aku melihat
ayah bersama wanita muda dan dia meminta aku untuk memberi kesempatan kepadanya
tapi malah aku pergi dan ayah tertabrak karena berusaha mengejar aku. Selain
itu, pria yang aku suka pergi entah kemana tanpa sepatah katapun bilang padaku. Bagaimana aku ga benci
sama pria ka?” Ucap Mye terduduk lemas, sebelumnya ia tidak pernah cerita
sama siapapun tentang hal ini, ia merasa lega. Beban selama 8 tahun ia
keluarkan saat ini, di depan Raffa.
Sementara Raffa mendengar
pernyataan Mye membuatnya semakin menyesal dengan kelakuannya. Ternyata hal ini
yang membuat Mye berubah. Raffa yakin hal ini sangat berat bagi Mye. Gadis
kecil berumur 16 tahun harus menanggung semuannya sendiri tanpa ia ceritakan
pada siapapun.
“Maafkan aku Mye” Lirih Raffa yang menyesal dan sangat bersalah
pada mye.
“Aku sudah mencari tahu siapa wanita itu, tapi aku tidak menemukannya.
Mungkin wanita muda itu kabur setelah tahu ayah meninggal” Lanjut Mye
menceritakan kejadian 8 tahun silam.
Sepanjang malam keduannya
bercerita. Raffa sudah tahu alasan Mye sangat dingin pada pria, ia ingin membantu
untuk mencari tahu siapa wanita muda yang ditemui ayahnya. Selain itu, Raffa
akan berusaha untuk meyakinkan hati Mye bahwa ia sangat menyayanginya. Raffa
yakin akan sangat sulit meluluhkan hati Mye yang sudah dibangun selama 8 tahun.
Raffa berusaha dan terus berusaha.
…
Dua bulan kemudian…
Mye seperti biasa setiap minggu melakukan
jogging, Mye melihat ke sekeliling tidak ada pria yang mengikutinya.
“hemm kemana si penguntit?” Ucap Mye dalam hatinya.
Setelah selesei jogging, tidak
lupa Mye pergi ke panti asuhan untuk menemui anak-anak yang membuatnya bahagia.
Sampai di panti, Mye bingung kenapa Aisyah tidak menunggunya di depan.
“Apakah Aisyah sakit? Tapi Bu Asma tidak memritahu aku apa-apa” Ucap
Mye dalam hatinya. Mye pun segera memasuki panti.
Mye terkejut dengan pemandangan di
dalam, anak anak mengeliling seorang pria yang tak lain adalah pria yang ia
cari di perjalanan tadi yaitu Raffa. Anak-anak terlihat sangat bahagia bermain
dengan Raffa.
“Assalamualaikum” Ucap Mye memberi salam
“Waalaikumsalam” Jawab anak-anak serempak yang sedang berkumpul
dengan Raffa.
“Ka Mye, ayo kaka ikut maen” Ucap Aisyah sambil menarik tangan Mye.
Akhirnya Mye ikut bermain bersama.
Raffa terus berusaha memenangkan hati Mye
meskupun Mye selalu menolaknya. Hingga kegiatannya, Raffa ingin melakukannya
karena ingin tahu bagaimana sifat Mye yang sekarang.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB,
saatnya Mye dan Raffa pulang dari panti asuhan.
“Anak-anak waktunya kami pulang, kalian belajar yang rajin yaah”
Ucap Raffa berpamitan setelah lama bermain dan belajar dengan mereka.
“Cieee sekarang ka Mye udah ada pangeran yang menemani pulang” Goda
salah satu anak yaitu Rama. Begitu juga dengan anak lainnya ikut menggoda.
“Cieeeee” ucap anak-anak serentak.
“ Hey, apa sih kalian” Ucap Mye dengan pipih merah.
“Jaga Ka Mye kami ya ka Raffa” Ucap Aisyah tersenyum, lagi-lagi
orang menitipkan Mye pada Raffa.
Raffa mendengar perkataan Aisyah
langsung menunduk dan bilang
“Pasti”
Bisik Raffa pada Mye sambil mengelus kepala Aisyah.
Saat dalam perjalanan pulang,
“Apa yang kaka lakuin di panti?” tanya mye membuka percakapan.
“Hah? Aku ingin mengenal mereka. Kenapa? Apakah aku salah?” Tanya
Raffa mengalihkan alasan yang sebenarnya.
“Bohong! Pasti ada maksud lain kan?” Ucap mye sedikit jutek karena
ia merasa sedikit aneh dengan tingkah Raffa saat ini.
“Ya kamu memang benar, maksud lain selain itu adalah ingin mengenal
kamu lebih dekat lewat kegiatan-kegiatan kamu. Meski akan sedikit sulit untuk memenangkan hati
kamu Mye” Ucap Raffa sambil menatap Mye.
Mye yang mendengar pernyataan
Raffa, hatinya bergetar. Apa yang dirasakannya saat ini, Mye tidak tahu. Mye
masih tidak percaya dengan pria sebelum ia tahu kebenaran ayahnya. Mye masih
terus mencari tahu untuk meyakinkan hatinya.
…
Sampai di depan apartemen mereka,
2 orang menunggu yang tidak lain temen Raffa yaitu Rehan dan tunangannya Farah
yang juga temen Raffa di Amerika.
“Waaah, pak direktur kita darimana saja?” Ucap Rehan melihat temannya yang baru saja datang
bersama Mye
“Sorry, apakah kalian menunggu lama?” Tanya Raffa tesenyum bahagia
setelah menghabiskan waktu bersama Mye.
“Santai aja baru ko, hallo Mye” Sapa Rehan yang melihat Mye bersama
raffa.
“Hallo ka Rehan” Balik salam Mye tersenyum.
“Owh ya, aku belum memperkenalkan kalian berdua. Dia Farah tunangan
Rehan sekaligus teman kuliah di Amerika baru kemaren ia sampai di Jakarta, dan
ini Mye” Raffa mengenalkan Mye dan Farah.
“Hallo mye, aku banyak dengar tentang kamu” Ucap Farah yang
sebelumnya sering mendengar cerita Raffa tentang betapa sangat merindukan Mye.
Sedangkan Mye mengingat wajah itu,
ya wajah yang dilihatnya bersama ayah 8 tahun silam. Hal ini membuatnya terkejut
dan lemas.
“Bukankah kamu wanita muda itu?” lirih Mye sambil terduduk lemas.
“Mye kamu kenapa?” Tanya Raffa khawatir sambil menahan Mye.
Begitu juga dengan Rehan dan Farah
khawatir dengan Mye.
Raffa segera menggendong Mye
kedalam apartemennya dan meletakkan Mye di sofa, dan Farah yang berada disitu membawakan
minum untuk Mye. Setelah melihat Farah, Mye sangat terkejut hingga membuatnya
tidak bisa berkata apapun.
“Mye minum dulu” Ucap Raffa memberikan minum pada Mye. Setelah Mye
minum, ia tidak dapat berkata apapun dan ia berpamitan untuk pergi ke apartemennya.
“Maaf aku sedang tidak enak badan,
aku harus pulang” Pamit Mye segera meninggalkan apartemen Raffa.
Namun Raffa yang mendengar lirihan
Mye segera menyusul Mye dan mengkonfirmasi apa maksud Mye “wanita muda itu”, padahal Raffa tau saat itu adalah pertama kali
mereka bertemu. Sedangkan
“Aku harus pergi dulu yah, kalian istirahat saja dulu dan lakukan
apapun yang kalian mau”Ucap Raffa segera menyusul Mye.
Sedangkan Rehan dan Farah bingung
dengan situasi saat ini dan mengiyakan ucapan Raffa.
Raffa masuk ke apartemen Mye yang
kebetulan tidak dikunci, dan menghampiri Mye yang sedang duduk di sofanya tampak kebingungan.
“Mye kamu kenapa?”Tanya Raffa cemas.
“Bukankah wajah itu adalah wanita muda yang aku lihat saat itu ka?” Tanya
mye dengan tatapan kosong ke depan.
“Hah? Wanita muda? Maksud kamu Farah?” Tanya Raffa yang tidak
mengerti dengan perkataan Mye.
“Iya , wanita muda yang aku lihat bersama ayah di hari itu” Ucap
Mye mengingat moment diaman ia melihat ayahnya berdua dengan seorang wanita
muda.
Mendengar perkataan Mye, ia tidak
percaya kalau Farah memiliki hubungan dengan Ayah Mye karena ia tau bagaimana
Farah. Raffa ingin segera mengkonfirmasi perkataan Mye pada Farah, sebelum itu
Raffa mencoba menenangkan Mye yang sedang tertekan, ia ingin sekali
mempertemukan mereka berdua saat itu juga tetapi melihat Mye, Raffa
mengurungkan terlebih dulu menunggu mye tenang.
“Mye, kaka ga tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kaka yakin ada
sebuah kesalapahaman. Nanti kaka akan bantu kamu. Sekarang kamu istirahat yah”
ucap Raffa menenangkan Mye. Setelah tenang, Mye tertidur. Raffa memindakannya ke
tempat tidur, kemudian pulang ke apartemennya dan menemui temannya yang sudah
ia tinggal.
“Sorry yah tadi aku harus tenangin Mye” Ucap Raffa yang merasa
bersalah.
“Tidak apa-apa Raf, bagaimana dengan Mye? Apakah dia sudah baikan?”
Tanya Farah yang khawatir tentang Mye. Ia sangat bersalah setelah melihatnya,
Mye terlihat shock namu ia tidak tahu mengapa.
“Mye sedang tidur dan aku sudah menghubungi tante. Hemm, Mye ada yang
ingin aku tanyakan sama kamu tapi tolong jawab dengan jujur yah?” Raffa
mencoba mengkonfirmasi farah terkait perkataan Mye.
“Iya Raf boleh, apa yang mau kamu tanyakan?” Ucap Farah penasaran
dengan pertanyaan Raffa.
“Hemm, apakah kamu kenal om akbar dan berselingkuh dengannya 8 tahun
silam?” Tanya Raffa yang sedikit tidak percaya dengan perkataan Mye
sebelumnya.
“Tunggu Raf, apa maksud kamu?” tanya Rehan terkejut mendengar
pertanyaan Raffa yang ditujukan pada tunangannya.
“Sorry Rehan aku harus mendengar jawaban Farah, mari kita dengar
bersama”Ucap Raffa yang tidak sabar mendengar jawaban Farah.
“Om Akbar? Maksud kamu Om Akbar Afsheen?” Tanya Farah yang terkejut
dengan pertanyaan Raffa.
“Iya Farah, apakah kamu bener berselingkuh dengan laki-laki yang sudah
memiliki anak?” Tanya Raffa kembali
“Ya Raffa, mana mungkin aku berselingkuh dengan om Akbar, malah aku
sangat berterimakasih karena telah membantu keluarga aku selain itu juga beliau
sempat membiayai aku sekolah. Raffa ini salah paham, aku juga mau mencari om
Akbar karena selama aku di Amerika kehilangan kontaknya karena ponselku hilang”
Farah menjelaskan bahwa ada kesalahpahaman.
“ Iya, kamu tidak mungkin selingkuh dengan om Akbar kan Farah? Aku
percaya kamu sama Om Akbar. Aku takut semua ini benar tapi seperti dugaanku
pasti terjadi kesalahpahaman dari Mye” Ucap Farah bernafas panjang setelah
mendengar penjelasan Farah.
“Mye? Mengira aku dengan Om Akbar selingkuh? Apa hubungan Mye dengan Om
Akbar Raffa?”Tanya Farah terkejut mendengar Raffa menyebut nama Mye.
“Iya, Mye adalah anak dari Om Akbar. Selama 8 tahun ia mengira ayahnya
berselingkuh dengan wanita muda tapi dia tidak bisa mendengar penjelasan Om
Akbar karena beliau meninggal tertabrak
saat mengejar Mye” Raffa memberitahu
kalau ayah Mye meninggal saat mengejar Mye.
“Ya allah, Innalillahi wa Innailaihi raajiun om Akbar sudah meninggal?”Farah
terkejut faktanya orang yang ingin dia temui sudah meninggal.
“Tunggu, maksud kamu om yang sudah membantu keluarga kamu dan kamu
ingin temui adalah ayah Mye?” Tanya Rehan yang bingung dengan situasi ini.
“Aku tidak tau kalau pertemuan 8 tahun silam menjadi sebuah kesalahpahaman,
Om Akbar meninggal dan membuat Mye sangat membenci ayahnya” Ucap Farah yang
merasa sangat bersalah dengan keadaan ini.
Setelah Farah dan Raffa saling
menjelaskan, mereka tahu bahwa hal ini hanya sebuah kesalahpahaman. Raffa
merencanakan pertemuan antara Farah dan Mye, ia ingin wanita yang sangat ia
cintai itu tidak lagi salah paham dan membuat keadaan menjadi lebih baik.
…
Raffa mangajak Mye ke sebuah
tempat, ketika sampai Mye terkejut kalau ternyata tempat yang di maksud Raffa
adalah tempat yang dulu ia lihat ayahnya bertemu dengan wanita muda itu.
“Ka Raffa, apa maksud kaka membawa aku kesini?” Ucap Mye marah, Mye
berbalik badan bermaksud pergi. Namun di depan sudah tiba wanita muda yang
tidak lain adalah Farah.
Mye melihat wanita muda itu ingin
segera menghilangkannya dari pandangan karena Mye sangat marah.
“Mye, kaka mohon dengerin penjelasan Farah dulu tentang apa yang
terjadi 8 tahun silam karena apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikir”
Mohon Raffa pada Mye.
Mye mencoba mengelak tapi Raffa
meyakinkan Mye dan hal ini membuat Mye teringat ayahnya, selain itu juga
ia ingin sekali mendengar apa yang sebenarnya terjadi, mungkin sekarang
waktunya Mye harus tahu apa yang terjadi.
Mye dan Farah duduk, Raffa
membiarkan keduannya berbicara dengan tenang dari hati ke hati.
Suasana di meja no 24 itu sangat
canggung, Mye terus menunduk karena ia merasa sangat sakit melihat wajah wanita
muda ini.
“Mye aku senang kamu mau bertemu denganku” Ucap farah memulai
percakapan.
“Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?” Gumam Mye dengan tatapan
kosong kedepan.
“Aku tidak tahu kamu percaya atau tidak tapi yang aku katakan adalah
yang sebenar-benarnya. Hari itu adalah hari keberangkatan aku ke Amerika untuk
melanjutkan study aku. Namun ada pesan dari almarhum ayah yang belum aku penuhi
untuk menemui orang yang sudah menolong keluarga kami yaitu Om Akbar. Berkat
beliau keluarga kami bisa hidup dengan baik, Dan pada hari itu adalah hari aku
menemukan kontak Om Akbar dan aku segera meminta bertemu dengannya karena takut
akan lama aku tidak bertemu dengannya. Om Akbar saat itu sempat menolak karena
sudah ada janji dengan anaknya, namun aku memaksa karena hanya hari itu
kesempatan aku bisa bertemu dengan Om Akbar dan akhirnya beliau mengiyakan”
Jelas Farah dengan seksama.
“Apa yang dikatakan olehmu benar?” Lirih Mye yang hatinya sangat
hancur mendengar penjelasan Farah
“Aku sangat yakin dengan apa ayang aku katakan, aku mendengar terjadi
kesalahpahaman atas pertemuan aku dengan Om akbar 8 tahun silam, aku merasa
sangat bersalah. Aku minta maaf dengan hal itu” Mohon Farah merasa sangat
bersalah.
“Lantas mengapa kamu tidak bisa dihubungi?” Tanya mye yang sempat
menghubunginya namun tidak bisa.
“Iya hal itu yang sangat aku sesali Mye, aku kehilangan ponselku pada
saat di Bandara dan pada saat itu aku kehilangan semua kontak kerabatku. Kamu
bisa mengeceknya dan bertanya pada Rehan. Mye Om Akbar adalah orang yang sangat
baik” Mye menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.
Sedangkan Mye mendengar hal itu
seperti mendapat hantaman bom, selama 8 tahun silam ia menanam kebencian pada
ayahnya yang sangat baik.
“Ayaah” Lirih Mye menangis.
“Mye apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Farah khawatir dengan Mye.
“Aku baik-baik aja, apakah ada hal lain yang tidak aku ketahui?”
Tanya Mye ingin mendengar lebih banyak tentang ayahnya.
“Beliau juga segera cepat-cepat pulang karena ingin memberikan surprise
untuk anaknya, beliau juga mengajak aku untuk bertemu dengan keluarganya namun
karena aku harus pergi aku tidak bisa. Aku kembali ke Indonesia salah satunya
adalah mau bertemu dengan Om Akbar dan keluarganya. Tetapi aku baru dapat kabar
kalau Om Akbar sudah tidak ada dan yang membuat aku terkejut Om Akbar adalah
ayah kamu, kamu yang selalu diceritakan Raffa. Dunia ini benar-benar sempit
Mye. Aku sangat yakin Om Akbar adalah orang yang sangat baik dan sangat
menyayangi keluarganya” Ucap Farah berkaca-kaca.
Mye mendengar semua penjelasan
farah, Ia lemas sekali hingga tidak bisa berdiri. Farah segera menghubungi
Raffa.
“Mye apakah kita perlu ke rumah sakit?” tanya Farah kebingungan.
“Aku tidak apa apa” Lirih Mye lemas.
Raffa segera datang dan membantu
Mye masuk ke dalam mobilnya.
“Farah kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?”Tanya Raffa merasa berat
membiarkan farah sendiri.
“Aku tidak apa-apa Raf, tolong jaga Mye yah” Ucap farah semakin
bersalah membuat Mye seperti ini, disisi lain ia merasa lega karena sudah
menjelaskan semua yang terjadi pada 8 tahun silam dan berharap Mye tidak lagi
salah paham dengan ayah dan dirinya.
Raffa membawa Mye pulang.
Raffa membawa Mye pulang.
Sampai di apartemen mereka, Raffa
membantu Mye masuk ke kamar.
“Biarkan aku sendiri ka” Pinta Mye yang masih merasa bersalah dan
tidak tau apa yang mau ia lakukan sekarang setelah mendengar kesalahan yang di
lakukannya selama 8 tahun.
Raffa tidak bisa melakukan apa-apa
terhadap Mye, Raffa membuatkan bubur untuk wanita yang sangat ia sayangi. Sedangkan Mye
terus menangis di dalam kamarnya.
Raffa selesei membuat bubur
kemudian mengetuk pintu kamar Mye.
“Mye ayo keluar, kaka sudah buatkan bubur. Kamu belum makan dari tadi”
Ajak Raffa yang sangat mengkhawatirkan wanita itu.
Raffa terus mengetuk pintu kamar
Mye, Namun tidak ada jawaban darinya. Raffa melihat hal ini sangat khawatir dan
segera menghubungi Bu Amirah.
Tidak lama Bu Amirah tiba, lalu bertanya
pada Raffa apa yang terjadi dengan anaknya. Raffa menceritakan semua yang
terjadi dengan Mye mulai dari kesalahpahaman Mye pada ayahnya hingga bertemu
dengan wanita yang ditemui ayahnya dan terbukti kalau ayahnya tidak selingkuh.
Bu Amirah mendengar semua
penjelasan Raffa membuatnya sangat terkejut, karena baru kali pertama ia mendengar
kalau Mye mengira ayahnya selingkuh. Bu Amirah mulai mengerti mengapa selama
ini Mye membenci pria.
Bu Amirah melihat anaknya yang
mengurung di kamar segera membujuknya keluar.
“Sayang, ini ibu. Ayo keluar nak” panggil Bu Amirah, Namun tidak
ada sahutan dari Mye.
Bu Amirah dan Raffa selalu
berusaha membuat Mye keluar dari kamarnya. Setelah seharian di kamar akhirnya
Mye keluar dan langsung memeluk Bu Amirah dan menangis sejadi-jadinya.
...
Setelah semua kesalahpahaman
terhadap ayahnya salah, Mye menjadi lebih sering mendatangi kuburan ayahnya
karena sebelumnya Mye tidak pernah mendatangi kuburan ayahnya. Mye berjanji di atas
kuburan ayahnya bahwa ia akan menjadi anak yang dapat membanggakan ayah dan
Bunda seperti janjinya waktu kecil.
Mye tidak mau bersedih
berlarut-larut atas kesalahpahaman pada ayahnya. Mye berfikir mungkin dengan
terkuaknya kebenaran ayah tidak berselingkuh karena Tuhan menyayanginya dengan
mengetahui lebih cepat sebelum terlambat. Mye teringat akan perkataan Ayah dan Bundanya "Nak, percayalah cinta kami padamu seperti cahaya di atas langit yang selalu bersinar kapanpun dimanapun kamu berada. Meskipun kelak kami tak bersamamu dan kamu tak bisa melihatkami, Ayah dan Bunda akan selalu mencintaimu."
Beberapa bulan kemudian Raffa mengajak
Mye ke kuburan ayah dan Bunda Mye. Sampai di kuburan mereka berdoa
untuk mereka setelah selesai berdoa, Raffa memegang tangan Mye di atas kuburan ayah dan menyatakan janji akan menjaga Mye seperti ayah dan Bunda menjaga Mye dulu.
Raffa akhirnya melamar wanita yang sangat ia cintai semenjak pertama ketemu
yaitu Mye.
"Om , tante saya Raffa berjanji akan menjaga Mye seperti kalian menjaganya dulu, mencintainya seperti kalian mencintainya. Kalian jangan khawatir putri kecil kalian kini sudah menjadi wanita dewasa yang bijak. Terimkasih karena sudah melahirkan wanita yang sangat lucu. Maka izinkan aku untuk selalu disampingnya hingga maut memisahkan. Aamiin" Janji Raffa.
"Om , tante saya Raffa berjanji akan menjaga Mye seperti kalian menjaganya dulu, mencintainya seperti kalian mencintainya. Kalian jangan khawatir putri kecil kalian kini sudah menjadi wanita dewasa yang bijak. Terimkasih karena sudah melahirkan wanita yang sangat lucu. Maka izinkan aku untuk selalu disampingnya hingga maut memisahkan. Aamiin" Janji Raffa.
Mendengar Raffa berjanji akan
menjaganya, Mye menangis bahagia. Akhirnya ia bisa hidup normal seperti wanita
lain yang bisa mencintai dan dicintai oleh pria yang sangat ia sukai dari dulu.
Dalam hati Mye berkata "Ayah, Bunda terimakasih atas cinta yang kalian berikan padaku. Cinta kalian bagai cahaya di atas langit yang selalu bersinar pada malam gelap pun terus bersinar meskipun tak terlihat. Aku yakin cinta kalian padaku tidak pernah berhenti meskipun kalian tak bersamaku. Andai saja kalian menyaksikan ini secara langsung pasti kalian akan senang sekali. Semoga kalian melihatnya dari sana dan tersenyum karena anak kesayangan kalian menemukan laki-laki baik seperti Ayah. aku bahagia bersama orang-orang yang ada di sekelilingku yaitu Bu Amirah dan Raffa."
Dalam hati Mye berkata "Ayah, Bunda terimakasih atas cinta yang kalian berikan padaku. Cinta kalian bagai cahaya di atas langit yang selalu bersinar pada malam gelap pun terus bersinar meskipun tak terlihat. Aku yakin cinta kalian padaku tidak pernah berhenti meskipun kalian tak bersamaku. Andai saja kalian menyaksikan ini secara langsung pasti kalian akan senang sekali. Semoga kalian melihatnya dari sana dan tersenyum karena anak kesayangan kalian menemukan laki-laki baik seperti Ayah. aku bahagia bersama orang-orang yang ada di sekelilingku yaitu Bu Amirah dan Raffa."
Komentar
Posting Komentar