cerpen "cahaya di atas langit "

Cahaya di atas langit


Langit cerah , dedaunan menari-nari terhempas angin. Seorang wanita dewasa berlari mengelilingi taman kota dengan setelan baju olahraga yang senada. Dia adalah seorang wanita tangguh yang selalu berusaha lebih baik dalam hidupnya. Orang tuanya memberi nama Adeeva Afsheen Myesha, bagi mereka Mye adalah karunia kehidupan yang bersinar seperti bintang di langit yang menyenangkan seperti arti yang terkandung pada namanya. Mye tumbuh menjadi wanita tangguh dan bersinar serta menyenangkan bagi orang-orang yang dekat dengannya.

Selesai mengelilingi taman seperti biasa Mye berhenti di panti asuhan, dia selalu menyempatkan waktunya untuk mengunjungi tempat yang selama ini membuat hatinya senang. Di depan panti asuhan yang dinamakan Bintangku, seorang anak perempuan berumur 7 tahun menunggu kedatangan Mye.

Kak Mye” Isak anak perempuan pada Mye, ketika baru masuk panti dia sangat diam tapi setelah bertemu dengan Mye dia berubah menjadi anak yang periang, namanya Aisyah.

Hey gadis kecilku, kamu kenapa menangis?” Tanya Mye pada Aisyah yang tangisannya semakin lama semakin keras, Mye langusng memeluknya. Setelah beberapa menit Aisyah dalam pelukan Mye, dia berhenti menangis. Mye memintanya untuk menjelaskan kenapa ia menangis.

Aisyah yang sedang menghapus air matanya menjelaskan “Randy mengejek aku ka, tadi aku menggambar keluarga bahagia disana ada ayah dan ibu tapi Randy bilang itu cuma mimpi” Ucap Aisyah dengan polosnya.

Mendengar Aisyah, Mye teringat masa lalu kalau ia pernah memiliki keluarga bahagia. Namun sekarang, ia harus berjuang sendiri dalam menjalankan hidupnya. Mye hidup bersama sahabat ibunya yang bernama Amirah Afifah, wanita yang ditinggalkan suaminya akibat kecelakaan pada 20 tahun lalu dan memutuskan untuk tidak menikah lagi. Bu Amirah lebih suka mengasuh anak orang lain, termasuk Mye anak dari sahabatnya sendiri. Namun karena kesibukan Bu Amirah, Mye tidak serumah dengan Bu Amirah dan di didik menjadi wanita yang mandiri.

Mye menenangkan Aisyah dengan sangat lembut. “Hey gadis kecilku, dengarkan kakak yah. Gada yang ga mungkin di dunia ini. Aisyah berdoa sama Allah dan berharap pada Nya maka Allah akan mendengarkan doa-doa hamba Nya, jangan dengerin Randy ok. Percaya sama kakak ” Ucap Mye menyemangati sambil memeluk.

Kemudian wanita separuh baya keluar dari dalam rumah. “Assalamualaikum Mye, kamu sudah datang ternyata” Ucap wanita pengurus panti asuhan Bintangku bernama Bu Asma Adibah, beliau orang sangat baik, selalu memperjuangkan anak-anak yang terlantar dan menjunjung kebenaran sesuai dengan namanya yang berarti wanita beradab yang lantang menyuarakan kebenaran.

Waalaikumsalam, iya aku sudah datang bu”Jawab Mye dengan lembut. Mye bersyukur berada di sekeliling wanita-wanita tangguh dalam hidupnya. Mereka adalah inspirasi Mye hingga menjadikan Mye wanita yang tangguh seperti sekarang.

Aisyah yang berada dipelukan Mye, dia segera masuk rumah da membiarkan dua orang dewasa berbicara. “Aku masuk ya kak” Ucap Aisyah tersenyum. Mye tersenyum dan mengusap kepala Aisyah.

Setiap bulan Mye menyisihkan uang hasil kerjanya untuk sekedar membantu Bu Asma dan pengasuh lainnya dalam mengurus panti. Dia wanita yang berhati mulia, ketika orang lain menghabiskan uangnya untuk  hedonisme tapi dia lebih memilih menyisihkan uangnya kepada yang memerlukan.
“Ini bu, Mye ada sedikit rezeki buat anak-anak” Mye menyerahkan amplop kepada bu Asma.
“Iya Mye terimakasih yah. Semoga Allah membalas semua kebaikan kamu, tetap jadi Mye yang sekarang yah. Ibu berharap kamu akan menemukan laki-laki yang baik. Aamiin” Ucap Ibu Asma lembut. Selama 4 Tahun mengenal Mye, tidak pernah sekalipun Bu Asma melihat Mye membawa seorang laki-laki dihadapannya. Dan Mye hanya tersenyum mendengar ucapan Bu Asma.

Setelah percakapan mereka selesei, kemudian Mye  bermain dengan adik-adik panti. Tawa, canda, bahagia dan tangis Mye bisa merasakannya di tempat ini dengan adik-adik yang menggemaskan walaupun kadang nakal.



Keesokan harinya, di sebuah apartemen kecil dengan ruangan yang nyaman bercat warna krem dan coklat muda. Mye tinggal sendiri  di apartement karena rumah ibu angkatnya jauh dari tempat kerja, selain itu Bu Amirah jarang di rumah karena sibuk dengan pekerjaannya.

Mye sudah siap berangkat kerja dengan baju kantor yang senada, celana bahan warna coklat dan bajunya warna putih membuat dia sangat cantik.

Saat Mye mau berangkat kerja, terlihat sangat ramai di luar apartemennya. Mye bertanya pada salah  satu petugas “Pak, ada apa ko ramai sekali?” Tanya Mye dengan muka heran.

“ Penghuni baru akan mengisi apartemen ini mba, jadi mba nanti ada tetangga baru”Jawab petugas tersenyum sambil menunjuk sebelah apartemen Mye. Apartemen tersebut sudah kosong selama dua tahun setelah penghuninya pergi ke luar Negeri.

Mye tersenyum mendengar pernyataan petugas itu “Owh, ok terimakasih pak” Ucap Mye, kemudian ia berangkat menuju kantor.

Sampai kantor setelah melewati macetnya ibukota, Mye segera masuk dan seperti biasa Mye disapa oleh setiap orang karena keramahannya, selain itu dia adalah Manager perusahaan. Dengan usianya yang muda dia dipercaya oleh Direktur perusahaan tidak lain sodara ibu angkatnya.

Mye duduk di ruangan, tidak lama duduk asistennya mengetuk pintu “ Masuk!” Ucap Mye pada asistennya.

“Ibu dipanggil oleh Pak Direktur untuk segera ke ruangannya” Ucap Asistan pada Mye, yang sebelumnya pak Direktur memesan untuk Mye segera ke ruangannya.

Mye merasa bingung karena tidak seperti biasanya Pak Direktur memanggilnya pagi-pagi kecuali ada hal yang urgent. Tapi Mye merasa tidak ada masalah yang urgent dari Perusahaan, kemudian Mye segera pergi ke ruangan Pak Direktur yang tidak jauh dari ruangannya. Mye tidak ingin Direktur yang baik itu menunggu lama.

Mye mencoba mengetuk pintu, Pak Direktur sudah menyuruhnya masuk. “Masuk Mye” Ucap Pak Direktur mempersilahkan Mye masuk. Terlihat Pak Direktur yang sedang duduk di tempatnya dan seorang pemuda sekitar umur 28 Tahun berdiri tidak jauh dari meja Pak Direktur.

Mye bingung, kenapa saat ada tamu beliau memanggilnya. “Pagi Pak” Ucap Mye tersenyum dan ingin menanyakan maksud Pak Direktur memanggilnya.

 “Pagi Mye, Saya akan mengenalkanmu dengan seseorang yang akan menggantikan saya nanti. Sepertinya kamu juga sudah mengenalnya”. Ucap Pak Direktur ingin mengenalkan seseorang yang akan menggantikannya dalam mengurus perusahaan karena umurnya yang harus sudah beristirahat. Tidak lain adalah anaknya yang sudah 8 tahun berada di luar negeri untuk belajar berbisnis dan dipersiapkan untuk mengembangkan perusahaan yang dijalani sekarang. Nama pemuda tersebut adalah  Azka Raffasya Bachtiar yang memiliki arti Anak laki-laki yang berhati bersih dan suci, memiliki keberanian yang besar, kelak menjadi orang yang memiliki kedudukan di tempat tertinggi. Itu adalah harapan Orang tua Raffa.

Pemuda itu balik badan dan menyapa Mye. “Hay  Mye, apa kabar kamu? Lama kita tidak bertemu” Sapa Raffa pada Mye yang tidak bertemu selama 8 tahun.

Mye terkejut melihat Raffa, pemuda yang dulu ia kenal dan ia sangat benci sekarang berdiri di depannya. Raffa adalah laki-laki yang sangat baik, tetapi Mye sangat membencinya. Sampai sekarang dia juga membenci laki-laki yang mencoba mendekatinya. Selama ini Mye hidup sendiri dan tidak ingin bergantung pada laki-laki. Melihat Raffa, Mye teringat kejadian 8 tahun silam yang menimpanya.
Delapan tahun silam…

Adeeva Afsheen Myesha adalah seorang anak yang sangat ceria, dia memiliki keluarga yang sangat bahagia. Mye merupakan anak tunggal dari pasangan Akbar Afsheen dan Annisa. Ayah Mye bekerja di sebuah perusahaan besar dan ibunya seorang organiser yang aktif. Ayah dan Bunda sangat menyayangi Mye, Cinta mereka bagai cahaya di atas langit yang selalu bersinar pada malam gelap pun terus bersinar meskipun tak terlihat. Cinta mereka pada Mye tidak pernah berhenti meskipun mereka tak bersamanya. Ya itulah cinta orangtua pada anaknya.

Di rumah yang tidak besar dan tidak kecil, dimana keluarga Mye tinggal. Meskipun Ayah Mye berpenghasilan besar, mereka memilih rumah yang minimalis agar mereka bisa berkumpul di satu tempat. Mereka sarapan sebelum beraktivitas, Bunda Annisa selalu memasak sendiri untuk keluarganya. Mye dan ayah Akbar lebih suka dimasak oleh Bunda annisa daripada oleh pembantunya.

Makan yang banyak ya sayang, biar kamu sehat dan cantik” Ucap Bunda Annisa pada anak kesayangnnya yang susah kalo urusan makan.

“Iya bun, kalo makan masakan bunda pasti banyak. Iya kan yah?” Ucap Mye tersenyum genit ke ayahnya.

“Iyaa bener de, nih perut ayah sampe gendut” Ejek ayah sambil menunjuk perutnya yang gendut.

“kalian ini, suka banget godain bunda” Ucap bunda tersipu malu. Selesai sarapan mereka pergi beraktivitas. Sebelum ke kantor ayah selalu mengantarkan Mye terlebih dahulu ke sekolah yang searah dengan kantornya. Kemudian mereka berangkat dan pamitan pada bunda.

“Dadaaah bunda, Assalamualaikum”Ucap Mye salim dan melambaikan tangannya pada bunda. Kemudian ayah juga mengecup kening bunda. Keluarga mereka terlihat sangat harmonis, siapapun yang melihat akan iri dengan kebahagiaan keluarga mereka. Setelah ayah dan Mye hilang dari pandangan, Bunda bersiap-siap pergi ke suatu organisasi.



Selesai pulang sekolah hari sabtu, Mye di jemput oleh Raffa tak lain keponakan sahabat ibunya yaitu ibu Amirah Afifah untuk les bahasa inggris dan matematika. Raffa menunggu di depan sekolah, siswi-siswi tersihir dengan ketampanan Raffa. Banyak siswi yang menggoda dan Raffa membalasnya dengan senyuman.

Mye berjalan keluar bersama teman-temannya, hari sabtu adalah hari yang selalu di tunggu oleh Mye karena bertemu dengan orang yang dia suka yaiu Raffa, guru lesnya.

Mye mau dong gantiin kamu les sama kak Raffa” Ucap salah satu satu sahabat Mye bernama Erika, dia ingin seperti Mye yang bisa dekat dengan Raffa begitu juga dengan sahabat lainnya.
“hehe, ga bisa dong !”Ucap Mye sambil meledek mereka. Sampai di depan Raffa yang sedang melambai, Mye langsung menghampirinya.

“Hey bocah kecil” Panggil Raffa pada Mye , gadis yang membuat hari sabtunya selalu bahagia. Mye yang sedikit kesel dengan panggilan bocah kecil tapi tetap senang karena dia sangat mengagumi Raffa sosok laki-laki yang dirindukannya, dia merindukan sosok kaka yang tidak dimilikinya.
Dengan mukanya yang cemberut, Mye terlihat lucu “Hemm bocah kecil” Gerutu Mye, Raffa yang melihat ekspresi Mye tersenyum semakin memperlihatkan pesonanya yang begitu tampan. Kemudian mereka menaiki motor yang dibawa Raffa menuju rumah Mye.

Sampai di rumah Mye, mereka beristirahat sebentar untuk makan siang. Selanjutnya mereka mulai les. “Ayoo kita mulai bocah kecil, ada PR tidak?” Tanya Raffa pada Mye yang dimulutunya masih mengunyah makanan. Mye mengeluarkan PR yang disukainya yaitu matematika “ PR nya banyak ka” Ucap Mye bersemangat.

Kemudian mereka mulai belajar, tidak lama datang ayah Mye yang baru saja pulang menghampiri Mye dan Raffa yang sedang belajar.

“Hai anak Ayah sedang belajar yah” Ucap ayah sambil menggelitik Mye.

“aaaaaaaaaaa, ayahhhhhh”  Teriak Mye kegelian, Ayah senang sekali melihat Mye marah kegelian. Setelah puas menggelitik anaknya, Ayah langsung mencium kening Mye dan menyuruh Mye serius belajar.

“Belajar yang pintar ya nak!” Ucap ayah sambil mengelus kepala Mye.

Siap Ayah ” Ucap Mye tersenyum. Mye sangat mencintai ayahnya, ia merasa sangat bahagia karena memiliki ayah terbaik di dunia.

 Tidak lupa Ayah menitipkan Mye pada Raffa yang tersenyum di samping Mye. “Raffa, titip anak Om” Pinta Ayah pada Raffa.

“Oke Om” Ucap Raffa dengan senyuman karismatiknya.

Raffa merasa sangat senang melihat kedekatan Ayah dengan Mye, karena selama ini ia dididik mandiri dan tidak pernah merasakan kehangatan sebuah keluarga. Raffa adalah anak tunggal dari Pasangan Achmad  Bachtiar dan Maya sofia, ibu Raffa meninggal setelah melahirkannya. Sejak kecil Raffa diasuh oleh tantenya  yaitu Bu Amirah Rafifah sahabat dari ibunya Mye. Ayah Raffa sibuk dengan perusahaanya sehingga tidak punya banyak waktu untuk bermain dengan Raffa. Dengan tinggal bersama tantenya, Ayah Raffa berharap anaknya merasa memiliki kasih sayang dari tantenya yang tidak didapatkan dari ibunya.


 Sebulan kemudian Keluarga Mye dan Keluarga Raffa  liburan bersama, mereka selalu menghabiskan waktu liburan bersama. Tempat yang mereka suka datangi adalah pantai, dimana menurut mereka bisa menghilangkan stres mereka saat melihat birunya langit dan laut. Keluarga Mye sangat dekat dengan keluarga Raffa, sehingga membuat Mye dan Raffa pun dekat. Mereka sudah seperti kakak adik karena keduanya tidak memiliki sodara kandung. Mye dan Raffa beda usia terpaut 4 tahun, hal ini membuat Raffa sangat mengayomi Mye. Mye dan Raffa memiliki perasaan suka satu sama lain, tapi tidak mereka ungkapkan.

Mye dan Raffa bermain bersama di pantai, mereka terlihat bahagia bersama. Mereka berkejar-kejaran dan saling melempar pasir putih. Hingga akhirnya Mye terjatuh kemudian Raffa segera menolong Mye yang berada tak jauh di depannya.

“Mye apakah ada yang terluka?” Tanya Raffa yang khawatir dengan keadaan mye.

“Sakit kaaaa” dengan muka memelas sambil mengulurkan tangannya meminta bantuan.

Raffa pun mengulurkan tangannya untuk membantu Mye berdiri, meskipun dia tau kalau Mye hanya berpura-pura sakit. Karena hal itu sudah biasa dilakukan oleh Mye.
“Hemm ayo bangun bocah” Ucap Raffa dengan muka melotot.

Kemudian Mye tersenyum malu dan mencoba untuk  berdiri dengan bantuan Raffa, namun ketika Mye mencoba berdiri kaki Mye terkilir.
“aaaaaaaa” teriak Mye kesakitan.

Raffa melihat Mye kesakitan, dia langsung mengecek kaki Mye yang memar. Dengan kakinya yang terkilir, Mye tidak bisa jalan. Raffa menawarkan gendongannya pada Mye.
“Ayo naik” sambil memunggungi Mye.

Kemudian Mye naik ke punggung Raffa, pada saat  itu hati keduannya berdebar. Mye mengagumi Raffa dan begitu juga Raffa menyayangi Mye. Mereka sampai di tempat istirahat, setelah itu mereka menghabiskan waktu liburan dengan canda dan tawa.

Liburan bersama pun telah berakhir, namun masih ada 1 hari tersisa. Mye berencana mengabiskan waktu seharian dengan ayahnya yang sebelumnya sudah bicara dengan ayahnya. Kemudian Mye mengajak ayahya pergi.

“Yah, tidak lupa dengan janji kita kan?” Tanya Mye yang sebelumnya sudah membuat janji dengan ayahnya untuk pergi jalan-jalan.

“Hemm, sayang ayah tidak pernah membatalkan janji ayah dengan kamu. Tapi kali ini ayah harus batalin janji ayah sama kamu dulu yah sayang. Kita bisa jalan minggu depan ok!” Ucap ayah Mye yang merasa berat membatalkan janjinya dengan anak kesayangannya. Kemudian ayah segera pergi tidak lupa mencium putri semata wayangnya.

“Sepertinya ada hal penting yang mendesak ya yah? Yaudah kalo begitu, jangan lupa minggu depan yah.” Ucap Mye kecewa yang sebelumnya sangat senang akan jalan dengan ayahnya.

Dengan penampilan yang siap pergi, Mye tidak mau diam di rumah karena bundanya juga sedang pergi dengan sahabat-sahabatnya. Mye menghubungi teman-temannya untuk pergi jalan.
Setelah berhasil menghubungi teman-temannya, Mye pergi ke mall dan menunggu teman-temanya datang. Tidak lama kemudian teman-temannya datang menghampiri.

“Bukankah kamu ada janji dengan ayahmu Mye?” Tanya vera penasaran yang sebelumnya mengajak Mye namun dia bilang ada janji dengan ayahnya. Sekarang Mye yang mengajak mereka pergi.
“Hemm iya, ayah ga pernah sebelumnya batalin janjinya sam aku” Ucap Mye masih dengan muka kecewanya.

“Owh pantesan. Mungkin ada hal yang sangat mendesak Mye, udah ah muka jangan ditekuk mulu tuh” Gurau vera yang sifatnya lebih dewasa dari teman-temannya.

“Ayahmu ga punya simpanan kan Mye?” Canda Anton yang suka ngomong tanpa disaring dulu.
“Anton” teriak Vera dan Andin serentak setelah mendengar candaan Anton.

“hihihi, Sorry aku Cuma bercanda. Kamu tau kan Mye?” Ucap Anton yang tidak berniat apa-apa dengan candaannya.
“Jaga ucapan kamu ton” Ancam Vera pada Anton.

“Hah, aku percaya ayahku. Dia adalah laki-laki terbaik di dunia” Ucap Mye yang sangat menyayangi ayahnya.
“Gitu dong, baru sahabat kita” Ucap Andin memberi semangat Mye.

Ketika Mye dan teman-temannya  hampir sampai di tempat makan, Mye melihat ayahnya dari kejauhan bersama seorang wanita muda di tempat yang ingin ia dan teman temannya tuju. Mye merasa terkejut dan teringat kata-kata Anton “Ayahmu ga punya simpanan kan Mye?” terngiang di dalam pikirannya. Tak ingin teman-teman melihat ayahnya bersama seorang wanita muda, Mye mengalihkan mereka ke tempat makan yang berbeda.

“Hemm, temen-temen kok aku jadi pengen makan ramen yah. Kita makan ramen aja yuk?” Ajak Mye pada temen-temennya.

“Kan kita udah deket tempatnya Mye” Ucap Vera ketika posisi mereka tidak jauh dari tempat makan yang mereka tuju.


“Aku tiba-tiba pengen banget, yuk” Mye memaksa teman-temannya

“Hemm, dasar labil deh kamu Mye. Yaudah kita makan ramen aja” Ucap Anton yang sedang kelaparan.

Akhirnya mereka pergi ke temapt makan ramen, disisi lain Mye masih berkecamuk dengan pikirannya. Dia memikirkan berbagai kemungkinan ayahnya menemui wanita muda yang tidak pernah ia lihat, karena ayahnya tidak pernah ada yang disembunyikan dengan Mye.
Semakain ia pikirkan berbagai kemungkinan, Mye merasa ayahnya menyembunyikan sesuatu yang penting.

“Apakah ayah selingkuh dengan wanita muda itu?” hemm ga mungkin”dalam pikirannya perang dengan hatinya.

“Tapi siapa wanita itu? Ayah tidak pernah kenalin ke aku. Aaaaaaa” Mye berfikir keras.
“Mye?” Panggil Vera ketiga kalinya pada Mye yang dari tadi melamun.
“hah? “ Mye kaget.

“Kamu kenapa? Bukannya kita udah di tempat ramen” Ucap Vera setelah melihat Mye melamun.
“Hemm gapapa hehe, kita pesen apa?” ucap Mye yang masih memikirkan ayahnya.
“Kita udah pesen semua tinggal kamu Mye” Ucap Anton yang heran dengan sikap Mye sekarang.”Owh Maaf” Mye pun memilih menu ramen yang ia sukai.

“Kamu kenapa Mye?  apa kamu masih mikirin perkataan anton tadi, kalau itu jangan dipikirin, ayahmu gak akan selingkuh ko. Kan udah memiliki keluarga bahagia seperti kalian” Ucap Vera dengan bijak untuk menenangkan Mye.

“Hemm siapa bilang punya keluarga bahagia ga selingkuh” Celoteh Anton lagi lagi tidak dipikirin dulu.

“Anton, jaga deh ucapan kamu” teriak andin yang mulai kesel dengan sikap Anton.

“Hihihi maaf deh, kan aku bicara fakta. Tapi aku percaya ko sama om Akbar gak akan selingkuh ” Ucap Anton dengan muka bersalah.

Disisi lain mendengar pernyataan anton sebelumnya membuat dia semakin menduga ayahnya selingkuh. Setelah selesei makan Mye meminta pulang dengan beralasan ada panggilan ibunya mendadak.

Teman-teman Mye mengerti dengan keadaan Mye kalau sudah ada panggilan ibunya harus segera datang terkecuali Anton yang terus ngedumel Mye pulang lebih dulu padahal dia yang ngajak jalan.
….



Selama perjalanan Mye masih dengan pikiran yang berkecamuk atas apa yang barusan ia lihat dan ingin segera konfirmasi kepada ayahnya. Ketika sampai di rumah ayah nya sedang duduk dan Mye segera bertanya pada ayahnya untuk memastikan ayahnya bohong atau tidak.

“Hey anak ayah sudah pulang rupanya” sambut Ayah atas kedatangan anaknya.

“Kemana ayah pergi tadi?” Tanya Mye yang abru saja datang dengan banyak pertanyaan dalam pikirannya.

“Tadi ayah ada urusan penting sebentar” Ucap ayah yang bingung dengan ekspresi Mye seperti sedang marah.

Urusan penting apa yah dengan wanita muda itu?” Tanya Mye dengan nada sedikit keras
“Owh bagaimana kamu tau sayang?” Tanya ayah terkejut dengan pertanyaan Mye.

“Kenapa ayah tanya balik, jawab ayah!” Teriak Mye marah

“hemm wanita ituu”, belum sempat ayah menyelesaikan perkataannya. Mye berlari karena tidak ingin mendengar pernyataan ayahnya kalau wanita itu adalah selingkuhannya.

Ayah yang bingung melihat Mye berlari, segera menyusul dan menghentikan Mye.

“Mye dengarkan penjelasan ayah!” teriak ayah berlari mengikuti Mye. Karena teburu-buru ayah tidak melihat mobil truk yang melaju mendekatinya, tidak sempat ayah menghindari.
“Brukkkkk” terdengar suara sebuah truk menambrak.

Mye yang sedang lari segera berhenti mendengar suara tersebut, setelah berbalik arah Mye melihat ayahnya terbujur kaku dengan lumuran darah memenuhi tubuhnya.

“Ayahhhhhh!” teriak Mye sambil berlari menuju ayahnya. Semua orang merumuni dan menolong ayah. Namun ayah meninggal sesaat kejadian karena kehilangan banyak darah. Mye yang melihat ayahnya sudah tidak bernyawa lagi menangis sekencang-kencangnya.

Perginya ayah Mye mmeninggalkan banyak pertanyaan dalam hati Mye, siapa wanita yang ditemuinnya dan apa yang dilakukan ayah bersamannya. Semua pertanyaan untuk ayahnya ia simpan untuk diri sendiri karena ia tidak mau ibunya tahu akan hal ini.

Mye mencari tahu siapa wanita yang ditemui ayahnya namun ia tidak bisa menemukannya. Mye memiliki kebencian yang sangat besar pada ayahnya, dimana ekspektasi pada ayahnya yang terbaik di dunia kini tidak lagi dan berubah menjadi ayah pengkhianat. Berangsur-angsur Mye membenci semua laki-laki karena ia sangat percaya ayahnya adalah yang terbaik namun telah menghianati ia dan bundanya. Mye berfikir semua laki-laki sama saja.

Tiga bulan setelah perginya ayah, Bunda mengidap penyakit. Mye anak yang manja, sekarang harus belajar mandiri karena hanya Bunda yang dia miliki sedang sakit membuat Mye melakukan segalanya sendiri. Bahkan tentang ayah, ia tidak cerita sama sekali baik pada ibunya atau siapapun. Terkadang sahabat Bunda yaitu Ibu Amirah membantu Mye dalam beberapa hal.

Mye sedang membuat bubur untuk Bunda, kemudian datang Bu Amirah untuk menengok Bunda.
“Hey sayang, kamu lagi buat bubur yah?” Tanya Bu Amirah melihat Mye yang sedang memasak.
“Tante, ya bentar lagi waktunya Bunda makan dan minum obat” Ucap Mye sambil mengaduk bubur
“Hemm kamu istirahat yah, biar tante yang lanjutin. Kamu temenin Bunda dulu”Ucap Bu Amirah yang kaishan melihat Mye kecapekan.

Makasih tante” Mye segera masuk ke kamar Bunda.

Bunda yang sedang tidur terbangun mendengar suara pintu.

“Mye” lirih Bunda melihat anak yang sedang mendekatinya.

“Bunda sudah bangun rupanya” Mye mendekati Bunda lalu memijitnya.

Bunda tersenyum dan tak lama mulut bunda keluar darah, Mye yang terkejut melihat Bundanya memanggil Bu Amirah.
Tanteeeeee”Teriak Mye kebingungan.
Di dapur Bu Amirah segera mendatangi Mye yang berteriak.
“Ya kenapa sayang?” Tanya Bu Amirah langsung melihat Bunda yang sudah berlumuran darah segera membersihkan darah. Sedangkan Mye dia menangis ketakutan.

“Mirah” Lirih Bunda memanggil Bu Amirah.

“Ya mba, minum dulu ya” Jawab Bu Amirah sambil memberikan minuman pada Bunda.

“Mirah tolong jaga dan sayangi Mye untuk mba yah” Kata terakhir yang diucapkan oleh  Bunda.
Mye melihat Bunda menutupkan mata yang terakhir kalinya, Mye menangis sangat keras.

“Bundaaaa, jangan tinggalin aku sendiri. Mye sekarang udah gede ga bakal jadi beban Bunda lagi. Bunda bangun! Bangun Bunda! Mye sayang Bunda” Ucap Mye sambil memeluk Bunda

“Innalillahi Wa Innailaihi Roo ji’’uun, yang tabah ya sayang” Ucap Bu Amirah menenangkan Mye.
Bunda menjadi yatim piatu semenjak umur 20 dan tidak meliliki saudara kandung. Bu Amirah adalah teman terdekat Bunda, selain itu Bunda juga menganggapnya seorang adik. Sehingga Bunda menitipkan Mye pada Bu Amirah, bunda tidak mau anaknya hidup terlantar dan percaya Bu Amirah akan menjaga Mye.


Kembali ke masa sekarang…
“Kamu kemana saja ka selama 8 tahun ini?” Ucap Mye dalam hatinya.

“Mye kamu di tanya sama Raffa!” Ucap Pak direktur yang melihat Mye terdiam semenjak melihat Raffa di depannya.

“Maaf, kabar saya baik pak”  Sahut Mye sambil menunduk.

“ Hmm? Syukurlah kalau begitu Mye” Ucap Raffa yang sedikit canggung dengan respon Mye, ingin sekali ia banyak bicara dengan Mye. Wanita yang selalu ia rindukan selama di Amerika namun karena ada ayahnya yang tidak lain direktur perusahaan, ia menahannya dulu.

“Hey kenapa kalian kaku sekali, bukankah kalian sudah berteman dekat. Senang mendengar kalian dekat saat ayah di Amerika” Ucap Pak Direktur mencairkan suasana di ruangan.
“Yak pah kami deket” Ucap Raffa yang masih merasa canggung.

Pak direktur sebelum menyerahkan jabatannya kepada Raffa, ia berencana mengenalkan kondisi perusahaan terlebih dulu melalui Mye. Meskipun Mye baru bekerja, dia sudah memiliki banyak pengalaman pada perusahaan selain itu akan mudah buat Raffa yang sudah mengenal Mye sejak lama.

“Baiklah berhubung kalian berdua disini, Mye” Panggil Pak direktur pada Mye yang terus saja diam.
“Ya pak?” Jawab Mye merasa sedikit tidak nyaman

“Mulai sekarang saya minta kamu memberitahu semua tentang perusahaan kepada Raffa. Semoga kalian bisa bekerjasama dengan baik” Ucap Pak direktur pada Mye dan Raffa.

“Baik pak” Jawab Mye tanda dia mengerti akan permintaan pak Direktur.

“Ok , Raffa akan ke ruanganmu. Kamu boleh kembali Mye” Ucap Pak Direktur.

Mye kembali ke ruangnnya masih dengan muka bingung, ternyata anak dari Pak Direktur adalah Raffa, laki-laki yang dikaguminya semasa SMA dan hilang entah kemana semenjak liburan bersama.
Sedangkan Raffa yang sedang di ruangan Pak Direktur seneng bisa bertemu dengan wanita yang hanya melihatnya membuat hati Raffa bergetar. Raffa senyum merekah setelah Mye hilang dari pandangannya. Pak Direktur yang melihat anaknya tersenyum, membuatnya tahu bahwa Raffa memiliki perasaan pada wanita itu, yang sebelumnya mendapat cerita dari adiknya yaitu Bu Amirah.

“Hemm sebahagia itukah kamu melihat Mye, ketika kamu baru sampai dan bertemu papah tidak tersenyum seperti itu” Goda Pak Direktur pada anaknya.

“Ahh papah bisa aja” Ucap Raffa tersenyum malu mendengar ledekan ayahnya.


Mye sedang duduk di depan komputernya, dari arah pintu terdengar suara ketuk pintu.
“Masuk!” Mye mempersilahkan masuk laki-laki yang ada di balik pintu.
“Hai Mye” sapa Raffa dengan semangat.

“Silahkan duduk pak!” Mye mempersilahkan Raffa duduk dengan muka dingin.
“Hmm, baik” Jawab Raffa duduk dengan muka bingung.

Mye mengahmpiri Raffa yang sedang duduk dan membawa beberapa berkas tentang perusahaan.
“Mye, sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu” Ucap Raffa ingin menjelaskan tentang perginya dia saat 8 tahun silam.

“Kita sedang bekerja pak, jangan bicara diluar pekerjaan. Dan mohon untuk tidak memanggil dengan nama saat pekerjaan berlangsung” Ucap Mye dengan tegas.

Raffa bingung dengan sifat Mye yang jauh berbeda dari 8 tahun silam. Mye yang dulu periang dan sangat hangat terhadapnya dia berubah 180% sekarang sangat jutek terhadapnya. Di sisi lain Raffa mengerti perasaan Mye yang tidak mendapat kabar darinya selama 8 tahun, mungkin Mye terkejut melihatnya sekarang.

Selama bekerja Mye dan Raffa professional, Mye menjelaskan semua tentang keadaan perusahaan dengan detail. Raffa pun seorang pendengar yang baik, dan setiap saat ia memandangi Mye. Sedangkan Mye focus dengan penjelasanya tanpa peduli pandangan Raffa.

Selesei bekerja, Mye bermapitan untuk pulang. Raffa yang ingin sekali bicara segera menghentikan Mye.

“Mye tunggu Mye, aku mau bicara sama kamu!” Ucap  Raffa sambil menarik tangan Mye.
Mye tidak ingin berbicara dengan Raffa, segera melepaskan tangannya. Ketika Raffa ingin bicara dari arah pintu masuk datang sahabatnya untuk bertemu dengan Raffa.

“Hey Brooo” Teriak Rehan yang melihat sahabatnya setelah 2 tahun tidak bertemu. Rehan dan Raffa adalah sahabat ketika di Amerika. Setelah Rehan menyeleseikan kuliahnya segera pulang ke Indonesia sedangkan Raffa melanjutkan bisnisnya di Amerika.

Melihat sahabatnya datang, Raffa bingung dan akhirnya membiarkan Mye pergi dengan berat hati.
“Hey, lama kita tak bertemu dok” Ucap Raffa sambil memeluknya. Sedangkan Mye segera pergi dan pulang ke apartemennya.

“Siapa wanita itu? Apakah itu Mye?” Tanya Rehan pada Raffa yang selalu mendengarkan cerita tentang Mye, wanita yang sangat dirindukan oleh sahabatnya itu.

“Hemm ya han, aku tidak menyangka respon dia setelah melihat aku” Ucap Raffa yang merasa dirinya sangat bersalah pada Mye.

“Sudah aku duga sih Raf, kalau mendengar kamu menghilang tanpa berucap pada dia dan tidak sama sekali kamu menghubunginya” Ucap Rehan pada sahabatnya yang sedang bingung.
“Ya aku sudah sangat bersalah pada Mye” Ucap Raffa sedih.

“Lu harus kejar dia dan jelasin semuannya Raf” Ucap Rehan menyemangati sahabatnya.
Raffa dan Rehan berbicara sepanjang malam setelah mereka tidak bertemu selama 2 tahun.


Keesokan harinya, Raffa ingin sekali menghubungi Mye namun ia belum mendapatkan kontak Mye. Ia teringat Bu Amirah yang tidak lain tantenya lama tidak menemuinya selama 8 tahun. Selama ini mereka berkomunikasi lewat telepon. Namun keduanya sibuk sehingga jarang berkomunikasi.

“Hallo Assalamualaikum tante?” Raffa mengawali panggilan pagi ini
“Hallo waalaikumsalam, Raffa?” Bu Amirah terkejut yang memanggil adalah Raffa. Bu Amirah yang sedang di rumah mau bertemu dengan Mye berjanji untuk menemaninya ke panti asuhan terpaksa harus dibatalkannya karena Raffa ada di Indonesia selama 8 tahun tidak bertemu.
Setelah beberapa lama menunggu, Raffa datang ke rumah Bu Amirah. Kemudian Bu Amirah membuka pintu.

“Raffa” Panngil Bu Amirah yang lama tidak menjumpainya kemudian memeluknya.
“Tan, Kangen” Raffa membalas pelukan Bu Amirah.

Setelah melepas kangen dengan berpelukan mereka masuk dan berbicara banyak hal selama mereka tidak saling komunikasi dan tidak lupa Raffa menanyakan semua tentang Mye.

“Owhya tan, aku penasaran dengan Mye. Kata tante terakhir kali dia anak yang tegar setelah ditinggalkan oleh om akbar dan tante Annisa. Selama ini kan kita kenal dia anak manja” Tanya Raffa yang penasaran tentang Mye. Terakhir kali mendapat kabar meninggalnya kedua orangtua Mye, Mye berubah menjadi anak yang sangat tegar. Hal ini membuat Raffa lega walaupun tidak bisa disamping Mye.

“Hemm, ya hal itu juga membuat tante terkejut dengan perubahan Mye yang drastis. Ada banyak hal yang ingin tente bicarakan sama kamu. Tapi kamu memintanya untuk tidak cerita saat itu” Ucap Bu Amirah pada Raffa yang terlihat serius mendengarnya.

“ Ya saat itu aku bisa mendengarnya, tante boleh cerita sekarang. Raffa juga bingung tan, Mye sangat dingin sama aku” Pinta Raffa pada Bu Amirah.

“Hemm, tante juga bingung. Saat tante ingin menceritakan kamu ada dimana, Mye melarangnya. Dia tidak ingin tahu kamu pergi kemana dan mengapa. Jadi Mye tidak tahu kabar kamu sama sekali. Mungkin itu sebabnya dia sangat dingin denganmu karena tidak memberitahunya saat kamu pergi” Bu Amirah menjelaskan saat 8 tahun silam, Mye tidak ingin mendengar tentang Raffa.

“Hemm, itu sebabnya?” Gumam Raffa, kini ia tau sebab Mye sangat dingin karena tidak tahu kabarnya sama sekali. Selama ini ia fikir Mye tahu tentangnya dari Bu Amirah.

“Bukan hanya itu, Mye sangat tidak suka kalau membicarakan pria. Mye sangat lembut dan murah senyum tapi ketika tante mulai bahas pria, mukannya langsung berubah. Selama 8 tahun ini Mye tidak pernah sama sekali berkencan. Hal ini membuat tante bingung, sepertinya ada yang dia sembunyikan tapi tante tidak tahu itu apa. Tante sayang banget sama Mye, dia sudah seperti anak kandung tante.” Ucap Bu Amirah sambil menghela nafas panjang.

“Banyak hal yang aku tidak tahu tentang Mye” Raffa menyesal akan hal ini, tidak seharusnya dia melepaskan Mye.

Setelah banyak cerita tentang Mye, Bu Amirah segera menemui Mye yang sebelumnya sudah ada janji.  Sedangkan Raffa ada janji dengan ayahnya, sebenarnya ingin sekali ikut tapi tidak bisa.



Raffa  selesei menemui Pak Direktur, dia pulang ke apartemennya. Ketika Raffa ingin memencet pin nya, keluar 2 orang wanita dari apartemen sebelah dan suara yang tidak asing di telinga Raffa.
“Ibu pergi dulu yah sayang” Ucap Bu Amirah pada Mye.
“ Iya, Ibu hati-hati yah” Ucap Mye tersenyum.

“Tante, Mye?” Raffa terkejut 2 wanita yang dia sayangi ada dekat apartemennya.
“Raffa? Maksud kamu apartemen ini?” Bu Amirah tidak menyangka kalau apartemen yang dimaksud Raffa adalah apartemen ini, begitu juga dengan Mye sangat terkejut kalau tetangga barunya adalah Raffa.

“Iya ini apartemen aku tante” Ucap Raffa tersenyum .

“Waah 2 kesayangan tante sekarang tetanggan? “Ucap Bu Amirah yang senang kalau Raffa adalah tetangga Mye.

Tetangga? Maksud tante Ini apartemen Mye? Sebelumnya aku mau mengucapkan salam dengan tetangga. Jadi ini apartemen kamu Mye?” Raffa sangat senang mendengarnya, bagai takdir Tuhan yang sangat baik untuknya.

Mye masih sangat terkejut, dia hanya diam dan senyum ringan. Sementara itu Bu Amirah harus pergi dan bermapitan kepada keduannya.

“Ok tante seneng sekali melihat kalian berdua tetangga. Tante pergi yah Raffa, tolong jaga Mye. Daaaah” Bu Amirah berpamitan untuk pergi dan menitipkan Mye pada Raffa.

“Hati-hati tante, tentu aku akan menjaganya jangan khawatir. Daahhh” Ucap Raffa sambil melambaikan tangannya pada Bu Amirah. Begitu juga dengan Mye, setelah Bu Amirah hilang dari pandanga mereka. Mye segera mamasuki apartemennya. Sementara Raffa langsung menarik tangan Mye.

“Mye banyak yang harus kita bicarakan” Ucap Raffa tegas.

“Lepasin ka Raffa” Teriak Mye berusaha melepaskan tangannya
“Mye kita harus bicara, berikan aku kesempatan jelasin sekali saja. Setelahnya terserah kamu. Ok!” Pinta Raffa untuk diberi kesempatan selebihnya ia pasrahkan kepada Mye.

Mye mendengar pernyataan Raffa membuatnya teringat akan permintaan ayahnya 8 tahun silam “Beri Ayah kesempatan jelasin Mye” Pinta Ayah saat mengejar Mye namun tak lama Ayah mendengar perkataan itu Ayahnya tertabrak.

Selain itu Bu Amirah juga meminta mye untuk memberi kesempatan Raffa untuk bicara. “Berilah kesempatan Raffa untuk jelasin yang sebenarnya terjadi sayang, karena apa yang kamu pikir belum tentu benar” Kata-kata itu terngiang dipikirannya.

“Mye?” Raffa memanngil Mye yang melamun sambil memasuki apartemennya.
“Kaka kemana aja selama 8 tahun ini gada kabar? Kenapa ga bilang kalau kaka mau pergi?” Teriak mye sambil menangis.

“Ok kaka jelasin. Saat itu kaka dapet beasiswa yang papah aku daftarin dan kabarnya telat banget sehingga banyak yang harus kaka urus dan tidak sempat berpamitan sama kamu. Dan kenapa selama 8 tahun kaka ga kabarin kamu karena kaka takut mau pulang kalau hubungin kamu. Selama 8 tahun kaka tahan perasaan ini dan mencoba lepasin kamu dan itu sangat berat. Aku sayang kamu Mye” Raffa menjelaskan alasan mengapa ia tidak menghubungi Mye.

“kaka ga tau kan apa yang dialami Mye selama 8 tahun? Semuannya Mye tanggung sendiri ka” Ucap Mye masih menangis.

“Ya kaka tau, kaka salah Mye. Tolong kamu bicara sama kaka, apa yang terjadi sama kamu?” Ucap Raffa meminta Mye menceritakan apa yang terjadi pada 8 tahun silam.

“Selama ini aku benci dengan pria ka, kenapa? 8 tahun lalu aku melihat ayah bersama wanita muda dan dia meminta aku untuk memberi kesempatan kepadanya tapi malah aku pergi dan ayah tertabrak karena berusaha mengejar aku. Selain itu, pria yang aku suka pergi entah kemana tanpa sepatah  katapun bilang padaku. Bagaimana aku ga benci sama pria ka?” Ucap Mye terduduk lemas, sebelumnya ia tidak pernah cerita sama siapapun tentang hal ini, ia merasa lega. Beban selama 8 tahun ia keluarkan saat ini, di depan Raffa.

Sementara Raffa mendengar pernyataan Mye membuatnya semakin menyesal dengan kelakuannya. Ternyata hal ini yang membuat Mye berubah. Raffa yakin hal ini sangat berat bagi Mye. Gadis kecil berumur 16 tahun harus menanggung semuannya sendiri tanpa ia ceritakan pada siapapun.

“Maafkan aku Mye” Lirih Raffa yang menyesal dan sangat bersalah pada mye.

“Aku sudah mencari tahu siapa wanita itu, tapi aku tidak menemukannya. Mungkin wanita muda itu kabur setelah tahu ayah meninggal” Lanjut Mye menceritakan kejadian 8 tahun silam.

Sepanjang malam keduannya bercerita. Raffa sudah tahu alasan Mye sangat dingin pada pria, ia ingin membantu untuk mencari tahu siapa wanita muda yang ditemui ayahnya. Selain itu, Raffa akan berusaha untuk meyakinkan hati Mye bahwa ia sangat menyayanginya. Raffa yakin akan sangat sulit meluluhkan hati Mye yang sudah dibangun selama 8 tahun. Raffa berusaha dan terus berusaha.



Dua bulan kemudian…
Mye seperti biasa setiap minggu melakukan jogging, Mye melihat ke sekeliling tidak ada pria yang mengikutinya.
hemm kemana si penguntit?” Ucap Mye dalam hatinya.

Setelah selesei jogging, tidak lupa Mye pergi ke panti asuhan untuk menemui anak-anak yang membuatnya bahagia. Sampai di panti, Mye bingung kenapa Aisyah tidak menunggunya di depan.

“Apakah Aisyah sakit? Tapi Bu Asma tidak memritahu aku apa-apa” Ucap Mye dalam hatinya. Mye pun segera memasuki panti.

Mye terkejut dengan pemandangan di dalam, anak anak mengeliling seorang pria yang tak lain adalah pria yang ia cari di perjalanan tadi yaitu Raffa. Anak-anak terlihat sangat bahagia bermain dengan Raffa.

“Assalamualaikum” Ucap Mye memberi salam

“Waalaikumsalam” Jawab anak-anak serempak yang sedang berkumpul dengan Raffa.

“Ka Mye, ayo kaka ikut maen” Ucap Aisyah sambil menarik tangan Mye. Akhirnya Mye ikut bermain bersama.

 Raffa terus berusaha memenangkan hati Mye meskupun Mye selalu menolaknya. Hingga kegiatannya, Raffa ingin melakukannya karena ingin tahu bagaimana sifat Mye yang sekarang.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, saatnya Mye dan Raffa pulang dari panti asuhan.

“Anak-anak waktunya kami pulang, kalian belajar yang rajin yaah” Ucap Raffa berpamitan setelah lama bermain dan belajar dengan mereka.

“Cieee sekarang ka Mye udah ada pangeran yang menemani pulang” Goda salah satu anak yaitu Rama. Begitu juga dengan anak lainnya ikut menggoda.
“Cieeeee” ucap anak-anak serentak.

“ Hey, apa sih kalian” Ucap Mye dengan pipih merah.

“Jaga Ka Mye kami ya ka Raffa” Ucap Aisyah tersenyum, lagi-lagi orang menitipkan Mye pada Raffa.

Raffa mendengar perkataan Aisyah langsung menunduk dan bilang

 “Pasti” Bisik Raffa pada Mye sambil mengelus kepala Aisyah.
Saat dalam perjalanan pulang,

“Apa yang kaka lakuin di panti?” tanya mye membuka percakapan.

“Hah? Aku ingin mengenal mereka. Kenapa? Apakah aku salah?” Tanya Raffa mengalihkan alasan yang sebenarnya.

“Bohong! Pasti ada maksud lain kan?” Ucap mye sedikit jutek karena ia merasa sedikit aneh dengan tingkah Raffa saat ini.

“Ya kamu memang benar, maksud lain selain itu adalah ingin mengenal kamu lebih dekat lewat kegiatan-kegiatan kamu. Meski  akan sedikit sulit untuk memenangkan hati kamu Mye” Ucap Raffa sambil menatap Mye.

Mye yang mendengar pernyataan Raffa, hatinya bergetar. Apa yang dirasakannya saat ini, Mye tidak tahu. Mye masih tidak percaya dengan pria sebelum ia tahu kebenaran ayahnya. Mye masih terus mencari tahu untuk meyakinkan hatinya.


Sampai di depan apartemen mereka, 2 orang menunggu yang tidak lain temen Raffa yaitu Rehan dan tunangannya Farah yang juga temen Raffa di Amerika.

“Waaah, pak direktur kita darimana saja?” Ucap  Rehan melihat temannya yang baru saja datang bersama Mye

“Sorry, apakah kalian menunggu lama?” Tanya Raffa tesenyum bahagia setelah menghabiskan waktu bersama Mye.

“Santai aja baru ko, hallo Mye” Sapa Rehan yang melihat Mye bersama raffa.

“Hallo ka Rehan” Balik salam Mye tersenyum.

“Owh ya, aku belum memperkenalkan kalian berdua. Dia Farah tunangan Rehan sekaligus teman kuliah di Amerika baru kemaren ia sampai di Jakarta, dan ini Mye” Raffa mengenalkan Mye dan Farah.

“Hallo mye, aku banyak dengar tentang kamu” Ucap Farah yang sebelumnya sering mendengar cerita Raffa tentang betapa sangat merindukan Mye.

Sedangkan Mye mengingat wajah itu, ya wajah yang dilihatnya bersama ayah 8 tahun silam. Hal ini membuatnya terkejut dan lemas.

Bukankah kamu wanita muda itu?” lirih Mye sambil terduduk lemas.

“Mye kamu kenapa?” Tanya Raffa khawatir sambil menahan Mye.

Begitu juga dengan Rehan dan Farah khawatir dengan Mye.

Raffa segera menggendong Mye kedalam apartemennya dan meletakkan Mye di sofa, dan Farah yang berada disitu membawakan minum untuk Mye. Setelah melihat Farah, Mye sangat terkejut hingga membuatnya tidak bisa berkata apapun.

“Mye minum dulu” Ucap Raffa memberikan minum pada Mye. Setelah Mye minum, ia tidak dapat berkata apapun dan ia berpamitan untuk pergi ke apartemennya.

“Maaf aku sedang tidak enak badan, aku harus pulang” Pamit Mye segera meninggalkan apartemen Raffa.

Namun Raffa yang mendengar lirihan Mye segera menyusul Mye dan mengkonfirmasi apa maksud Mye “wanita muda itu”, padahal Raffa tau saat itu adalah pertama kali mereka bertemu. Sedangkan
“Aku harus pergi dulu yah, kalian istirahat saja dulu dan lakukan apapun yang kalian mau”Ucap Raffa segera menyusul Mye.

Sedangkan Rehan dan Farah bingung dengan situasi saat ini dan mengiyakan ucapan Raffa.
Raffa masuk ke apartemen Mye yang kebetulan tidak dikunci, dan menghampiri Mye yang sedang  duduk di sofanya tampak kebingungan.

“Mye kamu kenapa?”Tanya Raffa cemas.

“Bukankah wajah itu adalah wanita muda yang aku lihat saat itu ka?” Tanya mye dengan tatapan kosong ke depan.

“Hah? Wanita muda? Maksud kamu Farah?” Tanya Raffa yang tidak mengerti dengan perkataan Mye.

“Iya , wanita muda yang aku lihat bersama ayah di hari itu” Ucap Mye mengingat moment diaman ia melihat ayahnya berdua dengan seorang wanita muda.

Mendengar perkataan Mye, ia tidak percaya kalau Farah memiliki hubungan dengan Ayah Mye karena ia tau bagaimana Farah. Raffa ingin segera mengkonfirmasi perkataan Mye pada Farah, sebelum itu Raffa mencoba menenangkan Mye yang sedang tertekan, ia ingin sekali mempertemukan mereka berdua saat itu juga tetapi melihat Mye, Raffa mengurungkan terlebih dulu menunggu mye tenang.

“Mye, kaka ga tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kaka yakin ada sebuah kesalapahaman. Nanti kaka akan bantu kamu. Sekarang kamu istirahat yah” ucap Raffa menenangkan Mye. Setelah tenang, Mye tertidur. Raffa memindakannya ke tempat tidur, kemudian pulang ke apartemennya dan menemui temannya yang sudah ia tinggal.

“Sorry yah tadi aku harus tenangin Mye” Ucap Raffa yang merasa bersalah.

“Tidak apa-apa Raf, bagaimana dengan Mye? Apakah dia sudah baikan?” Tanya Farah yang khawatir tentang Mye. Ia sangat bersalah setelah melihatnya, Mye terlihat shock namu ia tidak tahu mengapa.

“Mye sedang tidur dan aku sudah menghubungi tante. Hemm, Mye ada yang ingin aku tanyakan sama kamu tapi tolong jawab dengan jujur yah?” Raffa mencoba mengkonfirmasi farah terkait perkataan Mye.

“Iya Raf boleh, apa yang mau kamu tanyakan?” Ucap Farah penasaran dengan pertanyaan Raffa.
“Hemm, apakah kamu kenal om akbar dan berselingkuh dengannya 8 tahun silam?” Tanya Raffa yang sedikit tidak percaya dengan perkataan Mye sebelumnya.

“Tunggu Raf, apa maksud kamu?” tanya Rehan terkejut mendengar pertanyaan Raffa yang ditujukan pada tunangannya.

“Sorry Rehan aku harus mendengar jawaban Farah, mari kita dengar bersama”Ucap Raffa yang tidak sabar mendengar jawaban Farah.

“Om Akbar? Maksud kamu Om Akbar Afsheen?” Tanya Farah yang terkejut dengan pertanyaan Raffa.

“Iya Farah, apakah kamu bener berselingkuh dengan laki-laki yang sudah memiliki anak?” Tanya Raffa kembali

“Ya Raffa, mana mungkin aku berselingkuh dengan om Akbar, malah aku sangat berterimakasih karena telah membantu keluarga aku selain itu juga beliau sempat membiayai aku sekolah. Raffa ini salah paham, aku juga mau mencari om Akbar karena selama aku di Amerika kehilangan kontaknya karena ponselku hilang” Farah menjelaskan bahwa ada kesalahpahaman.

“ Iya, kamu tidak mungkin selingkuh dengan om Akbar kan Farah? Aku percaya kamu sama Om Akbar. Aku takut semua ini benar tapi seperti dugaanku pasti terjadi kesalahpahaman dari Mye” Ucap Farah bernafas panjang setelah mendengar penjelasan Farah.

“Mye? Mengira aku dengan Om Akbar selingkuh? Apa hubungan Mye dengan Om Akbar Raffa?”Tanya Farah terkejut mendengar Raffa menyebut nama Mye.

“Iya, Mye adalah anak dari Om Akbar. Selama 8 tahun ia mengira ayahnya berselingkuh dengan wanita muda tapi dia tidak bisa mendengar penjelasan Om Akbar karena beliau meninggal  tertabrak saat mengejar Mye”  Raffa memberitahu kalau ayah Mye meninggal saat mengejar Mye.

“Ya allah, Innalillahi wa Innailaihi raajiun om Akbar sudah meninggal?”Farah terkejut faktanya orang yang ingin dia temui sudah meninggal.

“Tunggu, maksud kamu om yang sudah membantu keluarga kamu dan kamu ingin temui adalah ayah Mye?” Tanya Rehan yang bingung dengan situasi ini.

“Aku tidak tau kalau pertemuan 8 tahun silam menjadi sebuah kesalahpahaman, Om Akbar meninggal dan membuat Mye sangat membenci ayahnya” Ucap Farah yang merasa sangat bersalah dengan keadaan ini.

Setelah Farah dan Raffa saling menjelaskan, mereka tahu bahwa hal ini hanya sebuah kesalahpahaman. Raffa merencanakan pertemuan antara Farah dan Mye, ia ingin wanita yang sangat ia cintai itu tidak lagi salah paham dan membuat keadaan menjadi lebih baik.

Raffa mangajak Mye ke sebuah tempat, ketika sampai Mye terkejut kalau ternyata tempat yang di maksud Raffa adalah tempat yang dulu ia lihat ayahnya bertemu dengan wanita muda itu.
“Ka Raffa, apa maksud kaka membawa aku kesini?” Ucap Mye marah, Mye berbalik badan bermaksud pergi. Namun di depan sudah tiba wanita muda yang tidak lain adalah Farah.

Mye melihat wanita muda itu ingin segera menghilangkannya dari pandangan karena Mye sangat marah.

“Mye, kaka mohon dengerin penjelasan Farah dulu tentang apa yang terjadi 8 tahun silam karena apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikir” Mohon Raffa pada Mye.

Mye mencoba mengelak tapi Raffa meyakinkan Mye dan hal ini membuat Mye teringat ayahnya, selain itu juga ia ingin sekali mendengar apa yang sebenarnya terjadi, mungkin sekarang waktunya Mye harus tahu apa yang terjadi.

Mye dan Farah duduk, Raffa membiarkan keduannya berbicara dengan tenang dari hati ke hati.
Suasana di meja no 24 itu sangat canggung, Mye terus menunduk karena ia merasa sangat sakit melihat wajah wanita muda ini.

“Mye aku senang kamu mau bertemu denganku” Ucap farah memulai percakapan.

“Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?” Gumam Mye dengan tatapan kosong kedepan.

“Aku tidak tahu kamu percaya atau tidak tapi yang aku katakan adalah yang sebenar-benarnya. Hari itu adalah hari keberangkatan aku ke Amerika untuk melanjutkan study aku. Namun ada pesan dari almarhum ayah yang belum aku penuhi untuk menemui orang yang sudah menolong keluarga kami yaitu Om Akbar. Berkat beliau keluarga kami bisa hidup dengan baik, Dan pada hari itu adalah hari aku menemukan kontak Om Akbar dan aku segera meminta bertemu dengannya karena takut akan lama aku tidak bertemu dengannya. Om Akbar saat itu sempat menolak karena sudah ada janji dengan anaknya, namun aku memaksa karena hanya hari itu kesempatan aku bisa bertemu dengan Om Akbar dan akhirnya beliau mengiyakan” Jelas Farah dengan seksama.

“Apa yang dikatakan olehmu benar?” Lirih Mye yang hatinya sangat hancur mendengar penjelasan Farah

“Aku sangat yakin dengan apa ayang aku katakan, aku mendengar terjadi kesalahpahaman atas pertemuan aku dengan Om akbar 8 tahun silam, aku merasa sangat bersalah. Aku minta maaf dengan hal itu” Mohon Farah merasa sangat bersalah.

“Lantas mengapa kamu tidak bisa dihubungi?” Tanya mye yang sempat menghubunginya namun tidak bisa.

“Iya hal itu yang sangat aku sesali Mye, aku kehilangan ponselku pada saat di Bandara dan pada saat itu aku kehilangan semua kontak kerabatku. Kamu bisa mengeceknya dan bertanya pada Rehan. Mye Om Akbar adalah orang yang sangat baik” Mye menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.
Sedangkan Mye mendengar hal itu seperti mendapat hantaman bom, selama 8 tahun silam ia menanam kebencian pada ayahnya yang sangat baik.

“Ayaah” Lirih Mye menangis.

“Mye apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Farah khawatir dengan Mye.

“Aku baik-baik aja, apakah ada hal lain yang tidak aku ketahui?” Tanya Mye ingin mendengar lebih banyak tentang ayahnya.

“Beliau juga segera cepat-cepat pulang karena ingin memberikan surprise untuk anaknya, beliau juga mengajak aku untuk bertemu dengan keluarganya namun karena aku harus pergi aku tidak bisa. Aku kembali ke Indonesia salah satunya adalah mau bertemu dengan Om Akbar dan keluarganya. Tetapi aku baru dapat kabar kalau Om Akbar sudah tidak ada dan yang membuat aku terkejut Om Akbar adalah ayah kamu, kamu yang selalu diceritakan Raffa. Dunia ini benar-benar sempit Mye. Aku sangat yakin Om Akbar adalah orang yang sangat baik dan sangat menyayangi keluarganya” Ucap Farah berkaca-kaca.

Mye mendengar semua penjelasan farah, Ia lemas sekali hingga tidak bisa berdiri. Farah segera menghubungi Raffa.

“Mye apakah kita perlu ke rumah sakit?” tanya Farah kebingungan.

“Aku tidak apa apa” Lirih Mye lemas.

Raffa segera datang dan membantu Mye masuk ke dalam mobilnya.

“Farah kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?”Tanya Raffa merasa berat membiarkan farah sendiri.

“Aku tidak apa-apa Raf, tolong jaga Mye yah” Ucap farah semakin bersalah membuat Mye seperti ini, disisi lain ia merasa lega karena sudah menjelaskan semua yang terjadi pada 8 tahun silam dan berharap Mye tidak lagi salah paham dengan ayah dan dirinya.

Raffa membawa Mye pulang.

Sampai di apartemen mereka, Raffa membantu Mye masuk ke kamar.

“Biarkan aku sendiri ka” Pinta Mye yang masih merasa bersalah dan tidak tau apa yang mau ia lakukan sekarang setelah mendengar kesalahan yang di lakukannya selama 8 tahun.

Raffa tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Mye, Raffa membuatkan bubur untuk  wanita yang sangat ia sayangi. Sedangkan Mye terus menangis di dalam kamarnya.
Raffa selesei membuat bubur kemudian mengetuk pintu kamar Mye.

“Mye ayo keluar, kaka sudah buatkan bubur. Kamu belum makan dari tadi” Ajak Raffa yang sangat mengkhawatirkan wanita itu.

Raffa terus mengetuk pintu kamar Mye, Namun tidak ada jawaban darinya. Raffa melihat hal ini sangat khawatir dan segera menghubungi Bu Amirah.

Tidak lama Bu Amirah tiba, lalu bertanya pada Raffa apa yang terjadi dengan anaknya. Raffa menceritakan semua yang terjadi dengan Mye mulai dari kesalahpahaman Mye pada ayahnya hingga bertemu dengan wanita yang ditemui ayahnya dan terbukti kalau ayahnya tidak selingkuh.
Bu Amirah mendengar semua penjelasan Raffa membuatnya sangat terkejut, karena baru kali pertama ia mendengar kalau Mye mengira ayahnya selingkuh. Bu Amirah mulai mengerti mengapa selama ini Mye membenci pria.

Bu Amirah melihat anaknya yang mengurung di kamar segera membujuknya keluar.

“Sayang, ini ibu. Ayo keluar nak” panggil Bu Amirah, Namun tidak ada sahutan dari Mye.

Bu Amirah dan Raffa selalu berusaha membuat Mye keluar dari kamarnya. Setelah seharian di kamar akhirnya Mye keluar dan langsung memeluk Bu Amirah dan menangis sejadi-jadinya.

...


Setelah semua kesalahpahaman terhadap ayahnya salah, Mye menjadi lebih sering mendatangi kuburan ayahnya karena sebelumnya Mye tidak pernah mendatangi kuburan ayahnya. Mye berjanji di atas kuburan ayahnya bahwa ia akan menjadi anak yang dapat membanggakan ayah dan Bunda seperti janjinya waktu kecil.

Mye tidak mau bersedih berlarut-larut atas kesalahpahaman pada ayahnya. Mye berfikir mungkin dengan terkuaknya kebenaran ayah tidak berselingkuh karena Tuhan menyayanginya dengan mengetahui lebih cepat sebelum terlambat. Mye teringat akan perkataan Ayah dan Bundanya "Nak, percayalah cinta kami padamu seperti cahaya di atas langit yang selalu bersinar kapanpun dimanapun kamu berada. Meskipun kelak kami tak bersamamu dan kamu tak bisa melihatkami,  Ayah dan Bunda akan selalu mencintaimu."

Beberapa bulan kemudian Raffa mengajak Mye ke kuburan ayah dan Bunda Mye. Sampai di kuburan mereka berdoa untuk mereka setelah selesai berdoa, Raffa memegang tangan Mye di atas kuburan ayah dan menyatakan janji akan menjaga Mye seperti ayah dan Bunda menjaga Mye dulu. Raffa akhirnya melamar wanita yang sangat ia cintai semenjak pertama ketemu yaitu Mye.

"Om , tante saya Raffa berjanji akan menjaga Mye seperti kalian menjaganya dulu, mencintainya seperti kalian mencintainya. Kalian jangan khawatir putri kecil kalian kini sudah menjadi wanita dewasa yang bijak. Terimkasih karena sudah melahirkan wanita yang sangat lucu. Maka izinkan aku untuk selalu disampingnya hingga maut memisahkan. Aamiin" Janji Raffa.

Mendengar Raffa berjanji akan menjaganya, Mye menangis bahagia. Akhirnya ia bisa hidup normal seperti wanita lain yang bisa mencintai dan dicintai oleh pria yang sangat ia sukai dari dulu.

Dalam hati Mye berkata "Ayah, Bunda terimakasih atas cinta yang kalian berikan padaku. Cinta kalian bagai cahaya di atas langit yang selalu bersinar pada malam gelap pun terus bersinar meskipun tak terlihat. Aku yakin cinta kalian padaku tidak pernah berhenti meskipun kalian tak bersamaku. Andai saja kalian menyaksikan ini secara langsung pasti kalian akan senang sekali. Semoga kalian melihatnya dari sana dan tersenyum karena anak kesayangan kalian menemukan laki-laki baik seperti Ayah. aku bahagia bersama orang-orang yang ada di sekelilingku yaitu Bu Amirah dan Raffa."














Komentar

Postingan Populer