"Wanita yang akan Menikah"
Para Wanita yang akan menikah.....
Hemmm,,
Ok aku akan mengawalinya dengan pandangan aku tentang "Menikah"
Menikah itu ibadah, Indah, Bahagia dan sesuatu yang diimpikan.
Kata-kata itu tidak ada yang salah ko, hampir 99,99% Benar.
Menikah adalah suatu Ibadah dimana pada saat itu kita telah menyempurnakan separuh agama kita.
Menikah itu Indah, Kehidupan kita akan diwarnai keindahan saat semua pekerjaan akan dilakukan berdua, iya berdua dengan dia.
Menikah itu Bahagia, Bahagia menanti hari H, menanti kehamilan, menanti kehadiran anak. semuannya akan terasa bahagia, apapaun itu asal bersama dia.
And then betul sangat Menikah itu suatu yang diimpikan oleh setiap insan baik oleh wanita maupun laki-laki.
Dekor yang Indah, riasan yang cantik, menjadi raja dan ratu sehari dan merupakan hari yang paling bahagia.
Aku setuju dengan pernyataan itu.
Sekarang aku sedang mempersiapkan sebuah pernikahan yang indah, bahagia, sesuatu impian, dan ibadah.
aku akan menceritakan sedikit pengalamanku ketika sedang persiapan.
Hemm, persiapan pernikahan aku tergolong santai tapi pasti karena ada 6 bulan aku persiapan menuju hari bahagia.
Yang kurasakan bahagia, semangat dan nano-nano. #you know, what i mean about nano-nano. hahahaha
Temen-temen,
dibalik sebuah keindahan, kebahagiaan dan impian.
ada yang namanya sebuah kerikil, kerikil yang akan membuat kita lebih dewasa.
selama hampir 4 bulan aku aku persiapan.
Benar kata orang dewasa lainnya bahwa menuju sebuah bahtera kebahagiaan akan dihadapkan dengan banyak masalah.
yang aku pikirkan "Tenang aja june, masalahnya pasti kecil dan kamu bisa lalui"
Kenyataan yang aku alami.
No, tidak semudah yang aku bayangkan atau pikirkan.
Masalah 1 selesai datang masalah lainnya.
Masalah tidak hanya internal dari aku dan dia. seperti pertengkaran kecil karena ego, pemilihan undangan, pemilihan souvenir, pemilihan WO akan ada perdebatan baik kecil maupun besar.
Hemm, kuncinya harus ada yang mengalah dari salah satu pihak yaaaa guys.
dan kita sebagai wanita jangan selalu mau menang sendiri yah, kasian pihak laki2. sekali-kali kita harus mengalah.
yaa walaupun dibarengi dengan tangisan, kekecawaan, that is wajar ko. namanya juga 2 kepala.
Masalah lain seperti pihak keluarga pun ada,apalagi ketika pihak wanita sudah tidak memiliki orang tua baik ayah maupun ibu.
Hal ini sangat terasa oleh aku.
Orang tuaku tidak lama meninggalkan aku dan adikku pada tahun lalu.
Ketika tidak ada mereka maka penengah masalah sudah tidak ada lagi temen-temen.
Satu sisi aku melakukan perencanaan nikah bersama dia, mungkin kebanyakan pihak cowo akan menyerahkan segalanya ke pihak cewe.
Tapi karena aku sudah tidak lagi memiliki orang tua, maka kami memutuskan untuk melakukanya berdua.
Ini memang berbeda dengan pasangan yang akan menikah lainnya.
satu sisi lain keluargaku, dari pihak cewe ingin yang terbaik buat aku karena sudah tidak lagi memiliki orang tua.
mereka berniat membantuku namun menurut aku dan pasanganku kurang tepat.
masalah ini membuat aku menjadi pihak yang tersalahkan.
kenapa?
pertama, dari pihak dia menganggap aku jangn lemah dengan menerima keputusan keluargaku yang aku juga kurang setuju.
kedua dari pihak keluargaku, menganggap aku anak yang tidak mendengarkan pendapat orang tua dan menganggap aku tidak membutuhkan merekaaa.
Untuk teman-teman yang akan menikah.
Kalian harus semangat dan pasti bisa.
itu pengalamanku, mungkin pengalaman setiap calon pengantin berbedaaaa.
Selamat berbahagiaaaaa.
Tahun ini adalah tahun-tahun umurku menikah, Banyak sekali teman sebayaku menikah, dari awal tahun hingga akhir tahun nanti aku mendapatkan undangan berturut-turut. Baperrrrrrr,,,,,,,,,
yes, menurut aku masalah ini sangat berat buat aku. dari pihak sana dan sini aku yang disalahkan. terkadang aku sangat berharap orang tua aku masih ada, mungkin ceritanya tidak akan begini.
Andai aku bisa memutar kembali waktu yang telah berjalan tuk kembali bersama ayah dan Ibu selamanya..................
Komentar
Posting Komentar