Cerpen "Di Balik Indahnya Mentari"

Di balik Indahnya Mentari

Mentari pagi menyinari bumi setiap hari dengan keindahan dan kehangatan bagi yang merasakannya. Namun dibalik keindahannya, banyak yang tak tahu seperti apa keadaanya.

Langit begitu indah dengan muculnya sinar mentari, aktifitas pertanda dimulai. Orang kerja berangkat dengan mobilnya. Anak sekolah berangkat dengan motornya, ada yang di anter orang tuanya dengan mobil  dan ada yang jalan kaki karena tempat sekolah tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Seorang siswa berjalan menggunakan seragam putih abu-abu dengan santai sebut saja namanya satria. Di sisi lain ada seorang siswi sedang naek mobil yang di antar ayahnya.

 “yah, liat deh cowo itu. Dia terkenal banget loh di sekolah, banyak siswi siswi yang suka . Dia pemain gitar di grup bandnya” tunjuk siswi kepada satria, sebut saja namanya pertiwi.

“Owh itu? Terus kamu suka dong?”goda ayah tiwi,

“haha ga lah yah, aku mah biasa aja”, ucap tiwi yang ga pernah peduli dengan anak laki-laki dia hanya memikirkan pelajaran dan organisasi.

Sampai di depan gerbang sekolah, satria dan tiwi berpapasan.

“ngapain aku suka orang sombong gitu, dia aja ga kenal aku”ucap tiwi dalam hatinya.

Sedangkan satria hanya berjalan melewati tiwi. Satria menyapa teman-temanya yang grup terkenal itu. Reza, Zidan dan Faisal nama teman teman satria yang bergabung di grup band “Mentari band”.

Bel istirahat berbunyi, hal ini yang ditunggu-tunggu  bagi setiap siswa. Semua siswa berhamburan keluar ada yang ke kantin, ada yang ke lapangan main basket, ada yang ke ruangan musik dan ada yang ke perpustakaan.

Satria dan teman temanya setiap istirahat biasa di ruangan musik untuk bermain musik.

“Temen-temen ayo ke ruang musik” ajak satria kepada teman temanya.

“kita ga makan dulu nih?”Tanya reza yang perutnya sedang laper.

“Gue bawa bekel, tar makan bareng aja" ucap Faisal yang selalu dibawakan bekel oleh ibunya.

“Emang cukup apa buat kita berempat?” ucap zidan

“Yaudah gue sama reza ke kantin, kalian berdua ke ruang musik dulu, tar kita nyusul sambil bawa makanan”. Ucap satria sambil ajak reza

Setelah membeli makanan satria dan reza menuju ruang musik yang sebelumnya zidan dan faisal sudah masuk.

 Ruang musik tidak jauh dari perpustakaan, kemudian satria dan reza melewati perpustakaan yang di dalamnya  ada  tiwi .

“waaah satria dan teman band nya keren banget”, teriak siswi siswi di perpustakaan

“ya ampun apa sih ni cewe cewe, aneh banget kaya ketemu artis aja deh” ucap tiwi dalam hatinya yang heran melihat teman temannya histeris.

“Hey diem, ini perpustakaan”teriak petugas perpustakaan

Satria dan temennya makan bersama kemudian main musik. Namun hari ini ada yang terlihat berbeda dengan satria. Dia terus diam dan main musiknya juga banyak yang salah.

“Kenapa sih lo sat, dari kantin lo diem aja. Sekarang main gitar juga sering salah?” Tanya reza yang melihat satria berbeda dari biasanya.

“Iya sat, lo kenapa? Kalo ada masalah cerita sama kita” ucap faisal juga yang heran melihat sahabatnya sedikit murung.

“Ga tau gue, kepikiran sama mama gue.” Ucap satria membuka cerita tentang mamanya yang sedang mendapat masalah.

Mama satria sedang mendapat masalah ditipu oleh rekan bisnisnya, membuat satria bingung karena selama ini yang menjadi tulang punggung bagi dia adalah mama nya. Sedangkan keluarga nya tidak ada yang membantu bahkan hanya bisa mencemooh mama nya yang menyekolahkan satria di sekolah mahal sementara  yang kerja hanya mama nya seorang diri.

Mama satria kehabisan modal sehingga satria harus mengumpulkan uang jajanya untuk membayar sekolah. Satria tidak mau mamanya hutang hanya  untuk membayar uang sekolah.

“Ya ampun, sat kenapa lu baru bilang. Kamu tenang aja, kaya ga punya kita aja”ucap faisal yang sangat perhatian dengan temanya itu.

“iya lu sat, kan ada kita. Kalo lu ada masalah kita selesein bareng” ucap zidan yang biasa ramai sekarang sedikit bijak.

“tumben lu dan, bijak juga lu. Iya bener tu sat” ucap reza yang sedikit cuek.

Satria beruntung memiliki teman temannya itu, mereka tidak hanya teman bermain. 
Tapi mereka teman yang mau bareng saat senang maupun susah.

 Faisal dan Reza membawa bekel yang lebih agar tidak banyak jajan dan bisa makan bersama serta uang jajan mereka kumpulkan juga untuk menambah uang sekolah satria. Sedangkan zidan dia membeli minuman dan jajanan karena dia banyak sekali mendapat uang jajan dari orang  tuannya. 
Uang sekolah satria akhirnya bisa terbayar berkat teman-temanya dan satria juga tetap makan di sekolah.  Satria sangat beruntung memiliki teman-teman seperti mereka. 

Keesokan  harinya, seperti biasa setiap  jam istirahat satria dan teman temanya pergi ke ruang musik makan bersama kemudian bermain.

Di sisi lain, Tiwi siswi biasa lebih suka di perpustakaan untuk membaca dan menulis cerpen.

Setelah jam istirahat telah usai, tiwi pun pergi meninggalkan perpustakaan. Sedangkan satria dan faisal masuk ke perpustakaan dan berpapasan dengan tiwi. Satria dan faisal memberi senyuman pada tiwi.

“Tumben apa mereka senyum, hemm jam masuk ko malah ke perpustakaan. Bisa aja bolosnya” ucap tiwi dalam hati

“Hey tiwi” terdengar seseorang memanggil tiwi di balik bilik.

Kemudian tiwi menoleh, ternyata satria memanggil karena buku tiwi ketinggalan.

“kamu tiwi? Ini buku kamu kan?”ucap satria sambil mengulurkan buku kepada tiwi.

“owh makasih sat”ucap tiwi sambil mengambil buku dan pergi menuju kelas

“siapa cewe itu, aku ga pernah liat”ucap faisal yang baru melihat tiwi.

“Hemm ga tau, gue sering liat sih. Dia selalu di anter papa nya tapi baru tau dia namanya tiwi”
Ucap satria yang sering melihat tiwi turun dari mobil yang di anter papa nya tapi tidak tahu siapa namanya.

“owh, dia tau kita kayanya. Terkenal banget ya kita ”ucap faisal dengan senyum manis sedikit genit.

Kemudian faisal dan satria mencari buku yang mereka cari karena jam mereka kosong, guru matematika sedang tidak ada dan hanya memberi tugas.
kalau masalah tugas mereka hanya menunggu hasil kerjaan teman temannya.

Jam menunjukkan waktu pulang sekolah, tiwi masih harus menyelesaikan cerpennya sambil menunggu jemputan .

Satria yang belum selesei mencari buku, kembali lagi ke perpustakaan.

“Hay kamu tiwi yang tadi istirahat kan? Aku satria” ucap satria di samping meja tempat duduk tiwi

“Hay, iya aku tiwi” jawab singkat tiwi

Kemudian satria mencari buku sendirian karena faisal harus pulang ada acara keluarga. Kemudian di meja tertinggal sebuah  buku yang di ambil satria  berjudul

“cara memulai Usaha baru” baca tiwi dalam hatinya  sambil membaca judul buku disampingnya.

“Hemm jadi dia mau usaha toh, keren juga”ucap tiwi dalam hatinya

Satria mencari buku untuk membantu membangkitkan usaha mama nya yang sempat kena tipu. Dia sangat menyayangi mama nya dan ingin sekali membantu mama nya. Sehingga ia berusaha keras membaca agar ia mengerti harus bagaimana ia mambantu mama nya dalam menjalani usaha. Tidak hanya menjadi beban mama nya.

“aku duduk disini yah wi”ucap satria

“iyaa sok atuh “ucap tiwi sambil tersenyum

“kamu ngapain disini ko belum pulang wi?”Tanya satria

“Iya aku mau selesein tulisan ku dulu sambil menunggu jemputan” ucap tiwi

“jadi kamu suka nulis, keren. Owh yang di mading dengan inisial tw itu tiwi maksudnya?”

Tanya satria yang sempat membaca inisial di mading, satria pernah membaca tulisan tiwi dan penasaran dengan orang yang suka nulis di mading tersebut.

“hehe iya itu aku. Hemm aku masih belajar menulis sih” ucap tiwi

“hemm, siip semangat . jadiin tulisanmu lebih baik biar banyak yang baca”ucap satria memberi semangat temanya yang baru dia kenal.

Satria membaca bukunya dengan serius kemudian tiwi pulang terlebih dulu karena jemputan sudah datang.

Seminggu sudah  tiwi melihat satria di perpustakaan, namun hari ini satria tidak ada batang hidungnya di perpustakaan.

Tiwi penasaran dengan satria, ternyata perkiraan dia selama ini salah kalau satria orang yang sombong.
 Sudah seminggu ia mengenal satria ternyata dia anak yang baik, bahkan satria menceritakan kepada tiwi kalau dia membaca buku untuk membantu mama nya.

Tiwi merasakan ada perbedaan antara satria yang dia liat sebelumnya dengan setelah ia mengenalnya. 

Teman - temannya hanya melihat satria seorang yang keren yang bisa main gitar. Sedangkan tiwi melihat sisi lain satria yang baik dan berbakti pada mama nya.

Entah mengapa, tiwi jadi semakin penasaran dengan satria dan teman temanya. Tiwi mencoba melihat ruang musik yang biasa dipakai oleh satria dan temannya bermain.

Tiwi hanya ingin melihat bagaimana satria bermain apakah berbeda juga sifatnya, tapi tiwi tidak berani melihat meskipun dari jendela. Tiwi hanya berdiam diri di balik pintu.

Kemudian di arah sebaliknya seseorang  membuka pintu.

“Hay siapa yah?”Tanya reza heran pada gadis yang berdiam diri di pintu

“hemmmm” tiwi bingung mau jawab apa.

Kemudian satria penasaran melihat siapa yang dimaksud reza.

“ Tiwi? Hey sedang apa kamu?” Tanya satria semangat melihat teman barunya

“tadi aku lewat, terus penasaran aja dengan main kalian”. Jawab tiwi tersenyum malu.

“Owh gitu, daripada diam di pintu. Ayo masuk aja aku kenalin sama temen-temen ku” Ajak satria pada tiwi yang sembari tadi tersenyum malu.

“ya masuk sini wi”sahut faisal yang juga pernah mengenal tiwi

Kemudian tiwi masuk ke ruang musik melihat satria dengan teman grupnya “mentari band” sedang bermain.

“Teman teman kenalkan ini tiwi, yang suka nulis di mading itu, yang inisialnya tw”Ucap satria memperkenalkan tiwi pada teman temannya

“owh tw di mading toh tiwi,  gue kira tatang wanarto hahaha”. Sahut zidan bocah ramai, tatang wanarto adalah guru killer kelas XII.

“hahaha “ Semuanya tertawa terbahak bahak karena tidak mungkin guru killer itu membuat tulisan cerpen. 

 Tiwi merasa tertegun melihat kekompakan anggota band tersebut, mereka canda tawa bersama. Setiap orang akan senang juga melihatnya, pemandangan yang sangat berbeda dengan sebelumnya tiwi lihat.

Sebelumnya tiwi hanya melihat mereka merupakan sekelompok anak kaya dan sombong. Tapi yang ia lihat sekarang adalah sekelompok teman yang kompak, ramai, lucu dan baik hati.

Tiwi baru tau kalau mereka bukan hanya teman bermain, tapi mereka merupakan teman senang, sedih , canda, tawa dan luka hadapi bersama.


Sebulan tiwi menjadi teman mereka, Tiwi mempelajari karakter dari masing-masing teman – teman barunya dan tiwi ingin sekali orang orang tau sisi lain dari mentari band tersebut.

 Tiwi meminta izin pada satria dan teman temannya untuk menulis kehidupan mereka agar orang lain tau bagaimana sisi lain mereka di balik ketenaran mereka di sekolah.

“Aku meminta izin dong sama kalian, gue mau nulis tentang sisi lain kalian di balik ketenaran kalian”
Ucap tiwi meminta izin pada satria dan teman temanya.

“waw boleh banget wi, yang bagus ya wii” ucap zidan mengancam tiwi agar tulisannya bagus

“hhehe ok siap pak”ucap tiwi 

“Semoga dengan ketenaran kita, tulisanmu pun tenar dan banyak yang baca”Ucap faisal dengan gaya khas senyum manisnya.

Satria dan yang lain di ruangan tertawa bersama.

Kemudian tiwi menulis tentang sisi lain dari satria dan teman temanya yang bergabung di grup 
“Mentari Band” menjadi sebuah cerpen yang berjudul “Di balik Indahnya Mentari”.

Kemudian tiwi memasangnya di mading agar siswa sisiwi lain membaca dan tahu bagaimana sisi lain dari grup band yang terkenal di sekolah ini.

Cerpen yang ditulis tiwi terkenal, dan banyak yang suka dengan isi cerpenya. Banyak siswa yang semakin kagum dengan grup band mentari. 
Sekarang grup band mentari tidak hanya terkenal karena kerenya tapi juga karena kekompakan dan kebaikan mereka.  Selain itu,  tulisan tiwi menjadi terkenal.

Semenjak menulis tentang mentari band,  banyak yang mengenal tiwi dan banyak yang baru tau kalau selama ini menulis dengan inisial tw adalah tiwi.

Satria yang rajin membaca buku usaha , sekarang ia sudah bisa membantu usaha mama nya yang sempat tertipu oleh rekan kerjanya. Satria dan mama nya memulai usaha baru dari awal yang dibangun bersama.

Satria tidak lagi menjadi beban mama nya dan kembali ceria bersama teman grupnya.

Dibalik keindahan mentari , banyak yang tidak tahu sisi lain bagaimana masalah dan pengorbanan  untuk menjadi indah. Maka jangan hanya melihat sisi depan seseorang, karena kita tidak tahu sisi lain mereka.

 Please don’t  judge someone if you don’t know.








Komentar

Postingan Populer