Cerpen “TAKDIR YANG TERSURAT”
Pagi yang indah ,,,,
Mentari menampakkan
kecantikannya pada dunia, sebuah pertanda bahwa aktivitas manusia telah
dimulai..
Pagi yang sungguh cantik,
begitu cerah dengan sinar matahari yang hangat dan bersemangat. Namun berbeda
dengan gadis mungil ini, ia masih terlelap di tempat tidur dengan selimut
tebalnya, terlihat begitu nyaman ia menghamparkan tubuhnya.
Seorang ibu cantik, muda
namun tegas setiap pagi harus membangunkan gadis kecilnya menjadi sebuah
kegiatan rutin yang harus ia lakukan.
Sreeeekkkkkkkk… sambil
membuka jendela berwarna coklat ia memanggil gadis kecil yang sangat ia sayangi
itu..
“bangun neng……… ayo udah jam 10 nih!”
Suara tak asing yang
setiap hari terdengar, lembut namun tegas. Gadis mungil ini tak lama segera
tersadar dari mimpi indahnya. Suara itu menjadi satu-satunya yang dapat
membangunkan gadis mungil ini seperti sebuah alarm baginya..
“ya buu…”
Ia segera beranjak ke
kamar mandi, bersiap-siap untuk berangkat sekolah. kegiatan rutin yang ia
lakukan setiap hari semenjak mengenyam bangku sekolah. Sekarang ia duduk di
kelas SMA 1, sekolah yang di idam-idamkan semenjak ia duduk di bangku SMP. Gadis
mungil manja dan selalu bersemangat, orang tuanya memberi nama JULIA ANGGRAENI .
“neng, ayo cepet nanti kamu
telat ke sekolah loh , terus makan dulu!”
Dengan tergesa-gesa Julia
keluar dari kamarnya..
“maaf ya buu, neng harus nyampe sekolah lebih cepet
ada PR yang harus nanya ke temen. Assalamualaikum…!”
“ wa’alaikumsalam.… benar-benar ya anak ini”
Jawab ibu sambil
menggelengakan kepala atas kelakuan putrinya.
…
Bus yang biasa mengantar
julia ke sekolah belum juga kunjung datang, dari arah utara terlihat pria cool
yang mendatanginya. Bagi Julia ini seperti mimpi yang tempo hari menghantuinya,
hatinya menggebu-gebu dan badanya panas dingin. Pria yang menghampiri adalah
pria impiannya semenjak SMP, sebut namanya DONI HERMANSYAH.
Dalam hatinya bergumam .. “ Tuhan benar-benar sayang padaku….”
“hai jul, pa kabar kamu ?”
Julia terbuai dalam
lamunanya, hingga pria itu melambaikan tangannya.
“jul…jul..jul…”
Panggilan ketiga dapat
membuyarkan lamunan gadis mungil itu.
“owh ya, hai don .. kabarku baik..”
Dengan salah tingkah julia
menjawabnya, bus yang ditunggu telah datang mereka harus berpisah, segera julia
naik bus dan meninggalkan doni karena sekolah mereka berlawanan arah. Namun
Julia sangat bahagia meskipun pertemuan yang singkat, mereka dapat bertukar
nomer Hp.
…
Malam minggu merupakan
malam teristimewa bagi kebanyakan orang yang memiliki pasangan. Lain halnya
bagi gadis mungil ini, malam minggu sama dengan malam-malam lainnya hanya saja
terbebas dari tugas-tugas sekolah setiap malam.
Mengisi waktu luangnya, julia
hanya mendengarkan radio yang menjadi temen pada malam itu. Setiap malam minggu
julia ditinggal sendiri, karena ibunya harus mengikuti pengajian rutin, ayahnya
kerja di luar kota sedangkan kakak yang sangat ia sayangi ikut dengan suaminya.
Tiba-tiba, ponsel julia
berdering pertanda sms masuk.
“hai jul… malam minggu kemana nih?”
Dengan wajah heran, nomer
yang tidak dikenalinya tiba-tiba menanyakan malam minggu yang hampir semua
temenya tau yang dilakukan yulia hanyalah berdiam dirumah. Cuma anak iseng
pikirnya hingga ia acuhkan sms tersebut, kedua kalinya ponsel berdering.
“napa ga di bls jul? lagi sama cowoknya ya. Maf ganggu kamu.
Doni “
Setengah tidak percaya,
Julia memegang ponselnya dengan gemetar langsung menjawab sms dari doni. Malam
yang menyenangkan bagi Julia, ada pria yang sms dan menemaninya di malam minggu.
…
Bel pulang berbunyi….
Julia bergegas pulang
karena ada yang menunggu di depan gerbang sekolah untuk menjemputnya.
“jul, ko kamu buru-buru banget si pulang?” Tanya sahabatnya.
“udah ada yang nunggu, duluan yah.. dadah …
see you :* “
Tak ingin orang yang ia
sukai menunggu lama, Julia pergi dengan cepat.
“maaf, udah lama ya?”
“ga ko.. ayo naik !”
Tidak seperti biasanya
Julia pulang di jemput oleh pria yang sejak lama ia sukai. Diam-diam doni juga
menyukai Julia gadis mungil dan pintar yang dikenalnya sejak di bangku SD.
Hari ini doni berencana
mengatakan cinta pada Julia dengan momen yang romantic. Momen-momen seperti itu
yang Julia tunggu, momen yang tak akan terlupakan sepanjang hidup Julia. Dengan
membawa Julia ke danau. Sambil membawa setangkai bunga doni mengatakan
perasaanya pada Julia.
Doni dan Julia resmi
berpacaran setelah doni melakukan pendekatan dan mengatakan cintanya pada julia.
J J
…
Ibu memasuki kamar anak
yang sangat ia sayangi itu tanpa disadari Julia. Di meja belajar seperti biasa
Julia mengerjakan PRnya, namun ada yang terlihat berbeda dari julia. Julia
sering memegang ponsel dan suka senyum-senyum sendiri saat melihat ponselnya.
“neng,, ada yang beda dengan kamu,, ayo cerita sama ibu ndo..!”
Dengan ragu-ragu Julia
menceritakan hubungannya dengan doni kepada ibunya, ia takut ibunya belum membolehkan
pacaran. Tidak pernah Julia duga, respon ibunya sangat mendukung dan terlihat
bahagia. Karena doni adalah anak temennya, Julia senang akan respon ibunya
tentang hubungannya dengan doni tidak menjadi masalah bagi ibunya. Ia selalu
bersyukur atas kehidupan yang diberikan Tuhanya yang begitu indah.
“nanti doni suruh maen ke rumah aja neng,,, kalau PR sudah
selesai cepat kamu tidur!”
“ya buu.. J “
Lama- lama Julia tertidur
lelep setelah PR yang dikerjakan selesai.
“ Terimakasih Tuhan atas kehidupan yang indah ini……………. “
…
Tiga tahun sudah Julia dan
doni menjalani status berpacaran, mereka merayakan hari jadi yang ketiga. Hubungan
yang terjalin selama tiga tahun membuat mereka lebih saling menghargai dan percaya.
Tidak pernah ada masalah yang menimpa mereka berdua membuat gadis itu merasa
yakin dengan pria yang ia cintai.
“ jul ,,, doni sayang banget sama Julia. Semoga tuhan
senantiasa membiarkan aku menyayangimu baik dulu, sekarang maupun nanti”
“aamiin yaa Robb… “
Julia menjawab tersipu
malu, meskipun tiga tahun sudah ia masih belum percaya bahwa pria di depanya
yang sangat disukai adalah pacarnya.
Doni adalah seorang pria
cool yang sangat romantic, membut hari-hari Julia menjadi lebih berwarna. Ia
tak pernah menuntut apapun pada Julia, hanya ingin Julia bahagia berada di
sampingnya. Tidak sedikit gadis-gadis lain yang mengagumi akan keromantisannya,
doni merupakan pria idaman bagi setiap wanita.
Julia merasa sangat
beruntung memiliki pacar setia, perhatian dan begitu sangat mencintainnya.
…
Hidup berdua dirumah
mengharuskan gadis yang sudah tumbuh besar itu melakukan pekerjaan rumah
sendiri, usai ia pulang sekolah.
Setelah pekerjaannya
selesai, terdengar suara yang tak asing memanggil nama Julia didepan rumahnya..
“ hei gadis kecil…! “
Panggilan yang paling
Julia benci lama tak di dengernya, semakin jelas terdengar. Julia segera keluar
rumah dan langsung menghampiri seseorang yang sudah lama tak ia jumpai. Seorang
pria yang sudah ia anggap seperti seorang kakak yang selalu memanjanya. Pria
itu bernama MUHAMMAD RAVA RAMADHANI, umurnya 3 tahun diatas Julia.
“hah, abang? Masih saja manggil dengan nama itu..neng
kan udah gede bang.. !”
Julia menjawabnya dengan
wajah yang cemberut meskipun
sebenarnya ia terkejut akan kedatangan kakak yang ia sayangi itu.
Rava langsung mengusap
kepala julia, kebiasaan yang rava lakukan saat bertemu julia membuat rambut Julia menjadi rusak. Kebiasaan itu merupakan sikap rava yang menunjukkan kasih
sayang pada Julia. Sikap yang selalu dirindukan oleh Julia.
“ iihh… neng bukan anak kecil lagi bang..! “
“owh.. sekarang adiknya abang udah besar toh? Lama tak
jumpa denganmu neng, abang sangat merindukanmu…!”
“hmm,, abang gombal, buktinya gada kabar sama sekali
tuh, hayoooo!”
Melihat adiknya cemberut,
rava langsung menarik tangan yang dulu mungil kini terasa lebih besar dari lima
tahun yang lalu itu. Selama lima tahun rava harus pindah ke luar kota karena
tuntutan kerja orang tuannya.
Hati Julia terasa melayang
ketika tangannya ditarik oleh rava. Rava memberi jawaban yang sontak
mengejutkan Julia.
“kan neng tau, abang harus nyari nafkah yang banyak untuk membahagiakanmu
neng..!”
“apaan si abang… bercanda aja!”
Setelah itu, keduannya
saling terdiam. Suasana yang tadi hangat, kini berubah menjadi begitu dingin,
mereka berdua menjadi kikuk dan canggung.
Datang ibu Julia membuat
suasana yang dingin menjadi pudar.
“rava? Kapan kamu pulang nak?”
“ibu,, kemaren malam bu, ayah sama bunda juga pulang ko bu.”
“owh ya.. ibu juga udah kangen sama bunda kamu va…”
Ibu Julia sangat senang
dengan kedatangan rava. Rava adalah pria yang selama ini ibu idam-idamkan
sebagai calon menantunya itu. Ia pria yang selalu menjaga Julia sewaktu kecil.
Pria yang ulet, berbakti dan bersahaja
dan rava juga memiliki pribadi yang menyenangkan membuat orang yang mengenalnya
menyukai pria tampan itu.
…
Setiap berangkat ke
sekolah, kebiasaan Julia adalah menunggu bus di halte deket rumahnya. Namun bus
yang ia tunggu tak jua kunjung datang. Tibalah rava, segera ia menghampiri
Julia di halte biasa Julia menunggu bus. Rava bingung apa yang harus ia katakan,
setiap bertemu Julia mulut rava seolah membeku.
“hallo gadis kecil,,, ngpain kamu disini?”
Sapa rava pada Julia yang
sedang panik karena bus yang julia tunggu belum jua muncul.
“ehh abang… ini nunggu bus lama banget bang K”
Jawab Julia dengan wajah
paniknya, mukanya yang polos membuat hati rava tercabik-cabik dan tidak bisa
membiarkan gadis yang ia anggap seperti adiknya itu merasa panik.
“yaudah abang anter, tinggal ongkosnya aja yah..hehehe”
Celoteh pria menawan itu
untuk mencairkan perasaan panik yang sedang dialami Julia. Julia sangat senang
dan lega mendengar tawaran rava meskipun tingkah rava yang jail.
“benar bang,,? Wah… neng dengan senang hati menerima
tawaranmu… tinggal itung aja ongkosnya bang..hhehe “
Akhirnya Julia
pun sampai ke sekolah tanpa terlambat.
“thanks ya bang,,, “
“limapuluh ribu ongkosnya…!!!”
Dengan mengulurkan tangan,
rava menggoda Julia dengan senyuman yang nakal. Dengan muka cemberut Julia
menjawanya.
“ihh… beneran bang?”
“hahaha.. dasar gadis kecil, udah sana masuk!”
Rava tertawa dengan rona
penuh bahagia sambil mengusap kepala Julia hingga rambut Julia menjadi tidak
simetris lagi.
“huuu… yaudah abang hati-hati di jalan yah J.”
…
Selama lima hari
berturut-turut rava selalu ada setiap Julia sedang menunggu bus, lima hari pula
rava mengantar julia ke sekolah. Julia merasa heran apakah hanya sebuah
kebetulan atau memang sudah direncanakan. Dengan ragu-ragu julia memberanikan
diri bertanya, hal itu pada rava ketika sedang di perjalanan menuju sekolahnya.
“bang, ko bisa yah Selama lima hari ini abang selalu
ada ketika neng berangkat sekolah?”
Sontak rava terkejut
dengan pertanyaan yang keluar dari mulut gadis kecil itu. Cepat atau lambat
Julia pasti mencurigai rava yang beralasan selalu kebetulan setiap meghampiri
Julia di halte. Rava gelagapan menjawab pertanyaan Julia, ternyata motif rava
tercium juga oleh julia.
“ya bisa atuh neng, apa yang ga bisa sih di dunia ini…”
“owh…”
Jawab Julia dengan kecewa,
berharap ada jawaban yang berbeda dari mulut rava. Namun seperti biasa rava
menjawabnya dengan nada bercanda.
Di sisi lain rava merasa
dirinya adalah pria pengecut, ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya.
Setelah ia menimbang-nimbang mulutnya mulai membuka.
“hmm.. sebenarnya abang sengaja menunggu neng biar bisa
mengantar kamu neng”
“hah?”
“sudah lupain aja.. !”
“ihh.. tadi ngomong apa, ulangin lagi..”
“gada siaran ulang.. !”
Sebenarnya Julia mendengar
kata-kata yang di ucapkan oleh rava, berharap rava mengulangi ucapannya tadi
karena Julia takut rava hanya bercanda.
“ahh.. apaan si jul kamu
kan sudah punya doni. Kamu malah mengharapkan sesuatu dari orang lain”
celotehnya dalam hati.
celotehnya dalam hati.
…
Pada tanggal 24 juli hari
minggu tepat ulang tahun Julia. Pada lima tahun yang lalu rava selalu
membelikan ice crim coklat yang di sukai Julia. Rava pun melakukan hal yang
sama pada hari ini.
Julia sedang menyiram
bunga dengan wajah yang di tekuk, tak sedikit pun rona bahagia yang terlihat
dari wajahnya padahal hari ini adalah hari special bagi dirinya. Semenjak malam
hingga siang bolong tidak ada yang mengucapkan selamat kepadanya.
“hei jelek.. muka ko di tekuk mulu tar bunganya ga jadi mekar
lohh..!”
“ehh abang.. biarin. Gugur aja sekalian!”
Dengan nada kesal.
“eitsss.. ga boleh gitu adik manis”
“tumben, kata-katanya enak di denger”
“hehe..kan adik manisku ini ultah jadi ga baik merusak
suasana hatinya dong. Meskipun memang terlihat suasananya sedang ga baik si..
happy birthday ya gadis kecillll….!!”
“hmm,, masih ada yang inget juga ternyata. Makasih ya
bang..hehe
Wahh ice crim! ”
Tidak lama kemudian datang
doni bersama teman-temannya dengan membawa kue tart dan setangkai bunga setelah
doni tidak menghubungi julia selama 1 minggu sengaja membuat surprise untuk
wanita yang disayanginya.
“happy birthday.. happy birthday..happy birthday to you baby”
Setengah tidak percaya,
Julia menyambutnya dengan penuh bahagia.
“thanks beb…”
Hari ulang tahun Julia
berlangsung dengan sukacita, mereka merayakan bersama-sama. Julia sangat
bahagia tenyata pacarnya memberi suprise.
Perayaan ulang tahun Julia
pun selesai setelah makan-makan bareng dan mengobrol.
Namun lain halnya dengan
rava, ia di hantui pertanyaan-pertanyaan dalam pikirannya. Siapa laki-laki yang
memanggil baby dan memberi bunga untuk Julia. Julia memang belum memperkenalkan
doni pada rava.
“owh ya, aku hampir lupa memperkenalkan
kalian berdua. Abang ini doni pacar aku, dan ini abang yang sudah aku anggap
kakakku sendiri”
Julia memperkenalkan
mereka berdua.
“doni…”
“rava”
“rava”
Mereka saling berjabat
tangan.
Rava menjadi berkecil hati
ketika mendengar bahwa laki-laki yang ia pertanyakan adalah pacar Julia, wanita
yang sejak lama sangat di sayangnya. Rava mengurungkan niatnya untuk mengatakan
isi hatinya selama 10 tahun yang lalu. Ia tidak bisa berkata-kata lagi, ia
merasa kecewa karena orang yang disayanginya memiliki tambatan hati yang lain.
“ yaa Robb, apakah inii adalah sebuah peringatan
untukku bahwa selama ini wanita yang ku sayangi karenamu bukanlah jodoh yang
Kau pilihkan untukku? Wanita yang selalu ku selipkan dalam setiap doaku pada-Mu
ya Robb. Jika memang ia bukanlah tulang rusukku biarkanlah ku ikhlas
melepaskannya pada laki-laki yang ia cintai.“
…
Hati rava menjadi tidak
karuan semenjak mengetahui kalau Julia sudah memiliki hubungan dengan pria
lain. Rava menjadi suka berdiam diri di rumah dan tidak memiliki semangat.
Melihat sahabatnya seperti manusia yang tak lagi memiliki semangat hidup, zidan
aliansyah teman dari rava tidak bisa hanya diam. Zidan tahu isi hati sahabatnya
yang sudah lama terpendam namun tidak pernah berani mengungkapkan.
“va.. apa kamu akan seperti ni terus? Hanya karena
laki-laki itu adalah pacar Julia?”
Zidan mencoba berbicara
pada sahabatnya yang sudah satu minggu tidak keluar rumah.
“ayo.. semangat bro..! selama belum ada yang melingkar
di jari Julia. Kamu masih bisa memilikinya kalau kalian memang di takdirkan
berjodoh bro”
Zidan tidak pernah
berhenti untuk menyemangati rava yang sedang di landa penyakit remaja yaitu
galau.
Mendengar kalimat yang di
utarakan oleh sahabatnya yang ia percaya, tumbuh setitik harapan kecil di hati
rava. Ia mencoba bangkit dari kegalauannya dan memiliki semangat baru. Rava
percaya bahwa takdirnya sudah tersurat di lauhful mahfuzh.
“terimakasih ya bro, kamu memang sahabatku yang paling
ngerti…!”
Zidan bahagia melihat
sahabatnya kini memiliki semangat baru lagi.
…
Malam minggu seperti biasa
Julia sendiri di rumah. Saat itu Kesehatannya sedang kurang baik, ia ingin
sekali makan bubur. Namun ia tidak bisa mengendarai motor, terpaksa Julia
menghubungi pacarnya.
“don.. kamu lagi apa? Bisa minta bantuan ga?”
Beberapa menit kemudian
sms di balas.
“maaf ya beb, aku sedang sibuk”
Jawab singkat doni, ia
tidak mangatakan apa-apa lagi seperti tidak peduli pada pacarnya .
“Tanya kabarpun tidak??, mungkin memang ia sedang sibuk” , ucap
julia dalam hati.
Terpaksa Julia menahan
keinginannya. Seperti pepatah pucuk di cinta ulam pun tiba, ketika Julia sedang
membutukan seseorang, datanglah rava.
“gadis kecil ko sendirian aja, mau abang temenin ga ni?”
“abang? Kemana aja? Ko baru nongol?”
“cieee… ada yang kangen ni sama abang?”
Sambil mengusap kepala
Julia. Perasaan terasa nyaman ketika rava datang dan mengusap kepalanya seperti
pria yang benar-benar mengayomi wanita.
“abang nih, kebiasaan deh usap kepala neng mulu..”
“tapi seneng kan?”
Julia tersenyum malu.
Rava memandang Julia dan
ada yang terlihat berbeda dalam diri Julia.
“neng ko kamu pucat? Kamu sakit?”
Tanya rava sambil
menyentuh jidat gadis yang dia anggap masih kecil itu.
“ga ko, Cuma demam doang?”
“demam doang?”
“bang aku pengen bubur, beli bubur yu..!”
“udah abang aja, kamu di rumah aja ya”
Rava khawatir pada Julia,
namun Julia memaksa ikut mencari bubur. Akhirnya mereka berdua pergi bersama
membeli bubur.
Dalam perjalanan pulang
dari arah berlawanan, terlihat pria dan wanita yang sangat dikenali Julia itu
sedang mengendarai motor dengan yang berpegangan erat. Seolah tak percaya,
Julia mencoba menampiknya.
“neng bukankah itu doni dengan dewi?”
Tanya rava pada julia,
untuk memastikan apa yang barusan ia lihat. Dewi adalah salah satu sahabat
Julia, Julia sangat menyayangi sahabat-sahabatnya. Namun orang yang percayai
itu ternyata telah menghianatinya.
“masa sih? “
“jangan pura-pura ga tau, kamu liat kan?”
Julia hanya terdiam, tubuhnya
semakin melemah. Sesampai di rumah, tiba-tiba julia terjatuh ke bawah tanah.
“neng,, kmu kenapa? Bngun neng, bangun neng!!”
Julia jatuh pingsan. Rava
sangat khawatir, ia segera menggendong Julia ke kamar. Ibu Julia pun pulang
dari pengajian.
Empatpuluh menit kemudian,
Julia tersadar.
“neng kenapa bu?”
“gapapa nak, kamu cuma kecapean aja ,,, J”
Jawab ibu sambil memegang
tangan gadis kecilnya mencoba menenangkan kondisi julia.
Setelah mengetahui tingkah
jahat pria yang menjadi pacar gadis yang di sukai, rava semakin yakin untuk melindungi
Julia.
“ya Robb jangan biarkan orang yang ku sayangi
tersakiti, berikanlah kebahagiaan untuknya. Jadikanlah ujian sebagai perintah-Mu
untuk menguatkan dirinya. Biarkan aku senantiasa menyayanginya dan ku biarkan
Engkau yang menyempurnakannya. Aamiin”
…
Empat hari semenjak
melihat doni jalan dengan dewi, Julia belum menghubungi doni. Doni tiba-tiba
datang ke rumah dan bertanya apa yang telah terjadi sehingga membuat Julia
tidak menghubunginya.
Julia langsung
mempertanyakan hubungan doni dengan dewi seperti yang terlihat malam minggu
lalu. Doni tidak tahu kalau Julia melihatnya jalan dengan dewi. Namun doni
menjelaskan bahwa doni dan dewi tidak ada hubungan apapun. Pada malam itu doni
baru pulang dari rumah saudarannya, melihat dewi di jalan jadi ia mengantarkan
temannya ke rumah.
Julia mempercayai
penjelasan yang di utarakan oleh doni karena ia percaya sesuatu yang di lihat
tidak selalu sama dengan kenyataan yang terjadi. Hubungan mereka nyaris bermasalah
karena Julia bukanlah gadis yang suka membesarkan masalah, maka tidak terjadi
pertengkaran sama sekali diantaranya.
…
Hari yang cerah, seperti
hari yang tidak ada beban dalam hidup Julia. Hasil ulangan matematika baru saja
dibagikan, nilai Julia sempurna membuat hati gadis ini angat senang. Selain
itu, ia mendapat sms dari kakak tersayangnya.
“neng pulangnya abang jemput yah.. tunggu 5 menit lagi nyampe.. J”
Julia tak bisa
menyangkalnya, ia juga senang di jemput oleh rava. Ketika sampai di rumah Julia,
rava berniat untuk mengatakan isi hatinya.
“ neng ada yang ingin abang utarakan..”
Tiba-tiba suasana menjadi
menegangkan, jantung julia ikut berdegup kencang. Ekspresi rava begitu tegang
sambil menatap Julia dengan serius.
“neng sebenarnya perasaan ini sudah lama
abang rasakan, abang tau kamu sudah memiliki seseorang yang bisa menemani
hari-harimu. Tapi izinkan abang mengatakan ini pada neng. Semenjak lama, ketika
ku mengajakmu bermain dan abang mengatakan akan selalu menjagamu apapun yang terjadi pada
abang. Ku menyayangimu karena Robb-ku , kau gadis yang selalu ku selipkan dalam
do’a. abang selalu berharap kamu adalah gadis yang dipilihkan tuhan untuk
menemaniku seumur hidup. Abang harap neng tidak melarang abang untuk
menyayangimu”
Setelah
mengutarakan semua isi hatinya, rava berhenti dengan menarik nafas panjang. Sebelumnya
rava tidak pernah mengatakan cinta pada orang lain sekalipun. Sedangkan Julia
hanya terdiam tanpa mengelurkan sepatah kata pun.
“denger ga?”
“ha?”
“Kalo ga dengar lupakan aja!”
Sambil
mengusap kepala Julia yang sedang terdiam kaku.
“ya”
“ya? Abang ga meminta jawabanmu sekarang.
Abang hanya meminta neng fikirkan ini dengan baik-baik dan jangan lupa sholat
istikhoroh yah. Abang pulang.. dah”
Rava
menghilang dari pandangan Julia. Ia segera masuk ke kamarnya dan kata-kata yang
di ucapkan rava masih terngiyang dalam pikirannya.
…
Selama satu
minggu Julia memikirkan apa yang dikatakan oleh rava hingga membuatnya tidak
bisa belajar dengan tenang.
Sedangkan rava
menunggu jawaban dari Julia hingga ia tidak bisa tidur di setiap malamnya.
“ hai gadis kecil, sudah lama
kah kamu menunggu ku?”
Rava mengawali
dengan senyum nakalnya.
“hmm, lama banget”
“gimana neng jawaban dalam sholatmu?”
Selama ini
Julia juga mempunyai perasaan yang sama terhadap rava. Namun setelah ia
benar-benar memikirkan masalah ini, Julia tidak bisa meninggalkan doni tanpa
alasan. Ia tidak pernah ingin memutuskan hubungan karena ada orang lain di
hatinya. Julia menetapkan untuk memilih doni di bandingkan rava. Meskipun ia
tau rava adalah orang yang sangat baik. Di sisi lain doni juga baik dan
perhatian. Julia dilema harus memilih diantara kedua orang yang ia sayangi.
“maaf ya bang…”
“cukup jangan dilanjutkan, abang tau jwabannya.
Terimakasih ya neng untuk semuannya. Tapi abang tidak akan pernah berhenti
untuk menyayangimu. Karena ku tau rasa sayangku ini adalah anugerah yang di
berikan tuhan”
“bang…”
“udah gapapa ko, abang hargai keputusanmu. Owh ya
abang besok balik ke Jakarta neng. Neng jaga diri baik-baik yah. Jangan nakal,
tetap dalam jalan-Nya yah”
Sebuah
percakapan yang dramatis, hati terasa sakit ketika mendengar rava akan pergi ke
Jakarta esok hari. Ingin sekali Julia menahannya, tapi itu bukanlah hak Julia.
Julia hanya bisa merelakan rava pergi.
Hari ini adalah
hari terakhir Julia untuk melihat wajah seorang yang di nanti-nantinya semenjak
lima tahun lalu , kini ia harus pergi lagi.
Tanpa terasa
air mata keduannya menetes, perpisahan yang sangat mengharukan. Ahh bukan,
bukan perpisahan. Julia tidak pernah menyukai kata perpisahan. Julia berharap
bisa bertemu lagi dengannya di kemudian hari.
…
Hari kelulusan
telah tiba, suasana di sekolah begitu ramai. Hari yang sangat menentukan masa
depan ke PTN bagi seluruh siswa kalas xii di seluruh Indonesia.
Di sekolah Julia,
tertanda LULUS 100%.
“Alhamdulillah ya teman-teman kita lulus
semua… J”
Celoteh salah
satu teman Julia.
“ya….. kita akan merindukan saat-saat di
sekolah ini. Jangan lupakan kita semua ya jika sukses nanti. Pokoknya harus
saling mamberi kabar. Oke!”
“Oke….”
Jawab semua
teman-teman Julia.
18 mei
pengumuman penerimaan PTN, Julia segera melihat hasil pengumuman di emailnya.
Ketika terbuka emailnya, Ia dinyatakan “SELAMAT
ANDA DITERIMA DI INSTITUT PERTANIAN BOGOR DENGAN JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI”
Julia begitu
senang membaca kalimat itu, ia pun segera memberitahukan keluarganya terutama
sang ibu yang sangat ia cintai.
Sisi lain, ia
bersedih karena harus jauh dari orang tuannya. Namun hal ini bukan menjadi
halangan untuk menimba ilmu di salah satu institute terbaik di Indonesia. Ia
bercita-cita untuk bisa membanggakan kedua orang tuannya.
Julia juga
sedih harus berpisah dengan doni, karena doni di terima universitas dalam kota.
Semua itu tak bisa mengurungkan niatnya untuk menjadi orang yang sukses di masa
dapan.
….
Keberangkatan
Julia ke bogor merupakan momen yang mengharukan. Julia yang tidak pernah jauh
dari kelurganya. Kini harus pergi dan pribadi yang mandiri di kota orang lain,
yaitu kota yang terkenal dengan sebutan kota hujan sebut saja Bogor.
Menuju bogor
menggunakan mobil travellilng bersama teman-temannya. Terpaksa kedua orang
tuannya tidak bisa mengantarkan gadis kecil yang kini harus di lepasnya untuk
menjemput cita-citanya semenjak kecil.
“hati-hati ya neng, jaga diri baik-baik,
jangan lupa sholat, makan, jaga kesehatan. Disana jangan nakal, kamu harus
hubungin ibu tiap hari yah!”
Nasehat
seorang ibu pada putri yang selalu menemaninnya. Nasehat itu menjadi pegangan
bagi Julia untuk hidup baik saat jauh darui orang tuannya.
“ya bu, ibu juga jaga kesehatan. Jangan banyak pikiran
yah… J”
Ayah hanya
berkata, “hati-hati di jalan yah nak”
Di tempat yang
tidak jauh dari orang tuannya, berdiri pria yang mengatakan cinta pada 3 tahun
yang lalu padanya.
“jaga diri baik-baik, atur pola makan disana. Jangan
cari cowok lain yah… hehehe”
Pesan pria
itu, doni terasa berat untuk segera melihat pacarnya pergi. Saat mobil yang di
tumpangi akan segera melaju. Julia melihat keluar jendela sambil melambaikan
tangannya.
Mata kedua
orang tuannya berkaca-kaca begitu juga dengan doni. Namun Julia berusaha tegar
karena takut orangtuannya tidak bisa merelakan kepergian Julia. Setelah jauh,
Julia pun meneteskan air matanya.
“jangan khawatir ayah, ibu anakmu akan baik-baik saja.
Doakan anakmu agar menjadi anak yang bisa kalian banggakan.. “
…
1 semester
sudah Julia menjalani perkuliahan, hubungan Julia dengan doni baik-baik saja. Namun
mengamati hubungan teman-temannya dengan pacar mereka tidak bisa bertahan,
Julia menjadi khawatir akan nasib hubunganya dengan doni ke depan.
“jul, kamu hebat banget bisa bertahan dengan
pacarmu..!”
Ucap vizha
temen sekamernya di asrama, begitu juga dengan Irma memberi pesan.
“ya jul, pertahankan yah jangan seperti kami,
pria-pria disana tidak bisa long distance, mereka ga kece..”
“hehe.. ya mudah-mudahan doaen aja yah”
Jawab Julia
dengan nada yang kurang yakin.
Keesokan
harinya, ada pesan masuk dari saudara doni. Mengabarkan bahwa doni sedang dekat
dengan orang lain. Awalnya Julia tidak percaya dengan pesan tersebut. Namun
Julia penasaran, ia bertanya pada teman-teman doni disana tapi ia tidak ingin
masalah ini menjadi beban di kuliahnya.
Jawaban
teman-teman doni hanya menampiknya. Ada salah satu sahabat dari doni namanya
anton, ia juga dekat dengan Julia memberitahukan yang sebenarnya terjadi. Anton
tidak ingin mencampuri urusan orang lain, tapi ia merasa kasian pada Julia.
Akhirnya anton angkat bicara.
“jul… hal ini jangan menjadi pikiran disana yah. Jul harus
sabar disana, yang anton tau doni dan dewi sudah menjalani hubungan semenjak 5
bulan yang lalu.. tetapi kamu tanya baik-baik dulu sama doni. Jangan pake emosi
yah.. maaf baru sekarang anton kasih tau..”
Kekhawatiran
Julia terjawab sudah. Yang ia lihat saat doni dan dewi jalan itu ternyata
memang benar mereka sedang dekat. Julia bertanya pada doni, namun doni selalu
menampiknya. Setelah Julia mengutarakan kesaksian anton. Akhirnya doni mengakui
hubungannya dengan dewi sudah berjalan Selama 5 bulan.
Julia pun
memutuskan hubungannya dengan doni pada saat itu juga. Tanpa lama-lama ia
berfikir.
“jul, maafkan doni sudah menghianati janjiku pada
kamu. Doni laki-laki yang tak pantas untuk kamu tangisi. Ku mohon jangan pernah
menangis karena air matamu sangat berharga untuk laki-laki sepertiku. Terimakasih
Julia sudah hadir dalam hidup doni, kamu adalah kasih yang terindah. Semoga
kamu mendapat laki-laki yang jauh lebih baik dariku… salam maaf untukmu.”
“ya terimakasih…”
Jawab Julia
dengan singkat, ia begitu kecewa dengan laki-laki yang sudah dipilih dan dipertahankannya.
Hubungan Julia dan doni berakhir dengan kata putus jua. Namun itu tak perlu
disesali oleh Julia. Mungkin ia bukanlah laki-laki yang tuhan pilihkan
untuknya. Manusia hanya bisa berusaha, berdo’a dan ikhtiar. Namun pada akhirnya
Tuhanlah yang menentukan.
…
Kabar
kandasnya hubungan Julia dengan doni tersebar dengan cepat. Rava yang berada di
Jakarta kabar tersebut berhembus ke telingannya. Rava sangat terkejut dan
kecewa wanita yang sudah ia relakan, tersakiti jua oleh laki-laki yang sudah
dipercaya bisa membahagiakan Julia.
Hati rava
tidak pernah berubah terhadap Julia. Mendengar kabar tersebut, ia tidak tega
dan ingun sekali menghibur wanita yang ia sayangi. Ia tahu Julia pasti sedang
merasakan kekecewaan yang sangat dalam.
“hei gadis kecil.. sedang apa kamu? Sedang mikirin
abang yah… hayoo ketauan ni”
“ko tau…. Ya neng emang lagi mikirin abang :P “
Rava merasa
sedikit lega, melihat julia masih bisa menanggapi candanya. Rava tahu kalau
Julia anak yang tegar, meskipun dalam hatinya sedang bersedih.
“kalau neng mau nangis, abang siap menyewakan bahu
abang ko neng…”
“hehe,, tenang aja bang. Neng gapapa ko, malah merasa
malu sama abang. mungkinkah ini adalah karma setelah neng menolak abang...hehe”
“jangan pernah memiliki fikiran seperti itu, neng harusnya
bersyukur karena neng di beritahukan dengan cepat bahwa laki-laki tersebut tidak
pantas untuk neng. Allah akan menyiapkan calon pendampingmu yang jauh lebih
baik dari laki-laki tersebut”
“makasih ya bang… J”
Setelah
penolakan di waktu kemaren, Kini rava berani memunculkan diri pada Julia karena
Julia bukan lagi milik orang lain. Niat dia mengucapkan janji di hadapan Robb
dan manusia lain untuk menjaga Julia selamanya tidak pernah pudar.
…
Hari minggu
yang luang, setelah berhari-hari disibukan dengan tugas, laporan dan kuliah
Julia berencana untuk beristirahat penuh. Banyak teman yang mengajaknya keluar,
namun Julia adalah salah satu anak yang tidak menyukai keramaian ia lebih
sering menggunakan waktu luangnya untuk beristirahat dan menonton di kostan.
Waktu bagian
barat menunjukkan Pukul 08.00, Julia sedang mempersiapkan tempat dan makanan
untuk acaranya menonton. Hal ini kebiasaan Julia sebelum menonton, tak lama ponsel
Julia bordering.
“neng dari taman topi menuju tempat neng naik apa?”
Julia merasa
heran dengan pertanyaan yang di kirim dari seseorang yang ia rindukan, rava.
Ttriiiiinggg……triiiiiiiiggggg…
nada panggilan masuk.
“assalamualaikum…”
“ya wa’alakumsalam”
Jawab julia
masih setengah percaya kalau orang yang menelfon itu rava.
“ko jawabnya lama banget neng, kalo udah
nyampe situ harus naik apa lagi neng?”
“hmmm… na naik 03 nyampe laladon, terus kampus dalam
turunnya di berlin.”
Julia masih
bingung kenapa rava barusan nanya tempat julia di Bogor. Setelah itu tidak ada
kabar lagi. Satu jam kemudian ponsel julia bordering lagi.
“neng kamu dimana?
Abang udah di berlin cepet kesini yah!”
Tuuuttt…tuuttt…
telfon berakhir. Julia masih tidak yakin kalau rava benar-benar ada di berlin.
Takut rava menunggu lama dengan penuh keraguan julia menuju berlin, tempat rava
menunggu.
Di sebelah
kanan pojok, berdiri seseorang yang sepertinya sudah lama tidak bertemu
menggunakan celana bahan, kemeja garis-garis lengkap dengan sepatu yang senada memubuat
pria itu semakin berkarisma.
Julia yang
memakai celana jenz, baju coklat lengkap dengan jilbab bunga-bunga membuat gadis
itu terlihat manis.
“hai neng.. akhirnya kita telah dipertemukan lagi atas
izinnya”
Dengan
mengulurkan tangannya, rava ingin berjabat tangan dengan gadis kesayanannya.
Namun julia masih dengan muka yang banyak pertanyaan apa maksud yang dilakukan
rava.
Rava mencoba
menyadarkan julia dengan mengusap kepala yang biasa dilakukan ketika bertemu
julia. Segera julia sadar bahwa yang di depanya adalah rava.
“ini benar abang?”
“hahaha… ya ini abang emang neng kira siapa?neng abang
kesini ada yang ingin abang sampaikan.”
“ko serius banget bang?”
“ya…”
Rava menarik
tangan julia dan membawanya ke tempat yang indah. Rava bukanlah pria yang romantic,
namun ia berusaha untuk menjadi pria
yang bisa romantic yang biasa dilakukan pria lain untuk membahagiakan wanita. Diam-diam
ia menghubungi teman sekantornaya yang tinggal di Bogor untuk di tunjukkan
tempat yang paling bagus. Yang dilakukan julia hanya mengikuti kemana rava akan
membawanya. Ia sungguh tidak tau apa yang harus dilakukannya.
Tiba di sebuah
tempat yang tidak pernah julia kunjungi sebelumnya, meskipun sudah dua tahun ia
berada di kota hujan ini. Tempat yang begitu indah, terdapat meja dan dua
tempat duduk yang selaras menghadap pemandangan yang cantik.
“jul, abang minta maaf atas kelancangan abang yang
membawamu kemari tanpa bertanya terlebih dahulu”
“ya bang gak apa-apa ko, tapi julia masih belum ngerti
dengan semua ini bang… kanapa abang membawa neng kemari? “
“abang tadi bilang ada yang ingin abang sampaikan pada
neng, Neng suka ga tempat ini?”
“neng suka banget ko tempat ini, baru kali ini neng ke
tempat yang begitu indah… J”
Rava merasa
senang dengan pernyataan julia, rencananya untuk membahagiakan julia tercapai.
“neng izinkan abang untuk mengatakan niat abang kemari.
Abang tau neng baru saja mengalami kerusakan dalam hubungan, semoga semua itu
bukan halangan untuk bisa mengungkapkan niat tulus abang membuat bahagia neng.
Pernah sebelumnya abang katakan semua isi hati abang pada neng. Perasaan itu
tidak akan pernah hilang semenjak abang berjanji untuk menjagamu sampai
sekarang dan selamanya. Abang berharap adalah cinta terakhir yang melabuh di
hatimu, orang yang bisa memberimu kebahagiaan dan tertawa bersama untuk
selamanya. Kali ini abang tidak mengajak neng untuk berpacaran. Tapi niat abang
adalah bisa menuntunmu menjadi wanita yang sholehah di perjanjian kita di depan
Tuhan dan semua orang yang hadir dalam acara pengikatan kita. Abang ingin
meminangmu dengan Bismillah neng. ”
Setiap wanita
akan mengeluarkan air matanya ketika ada seorang pria yang mengajaknya ke dalam
sebuah perjanjian untuk saling menyayangi selama hidupnya. Begitu juga dengan
julia, ia meneteskan air matanya setelah mendengar rava mengungkapkan kata-kata
yang di tunggu oleh setiap wanita. Rava adalah seeorang yang selalu ada ketika
julia baik sedang sedih mupun bahagia. Meskipun selama 5 tahun tidak saling
bertemu, hati mereka masih sama semenjak mereka bersama di waktu kecil. Selama
itu pula rava diam-diam mengamati perkembangan julia yang jauh darinya.
Ketika rava
mengungkapkan niat tulusnya, julia sedang menjalani studinya yang masih berada
di tingkat 3 sehingga julia harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.
Rava dan julia
berkomitmen, mereka akan saling menunggu dan menjaga hati mereka. Mereka akan
bertemu 4 tahun kemudian di panggung pelaminan dimana rava akan melakukan ijab
Kabul di depan semua orang sesuai dengan harapannya.
“ya Robb,,,
rencanamu
begitu indah untuk hamba sepertiku. Telah Kau kirimkan laki-laki yang begitu
baik, laki-laki yang selalu ada di setiap ku membutuhkannya. Terimakasih telah
Kau kirimkan dia untukku dan memutuskan hidup bersama denganku. Ini adalah
tadir yang tersuratkan dari-Mu di lauhul mahfuzh yang sangat indah”
semoga
mereka menjadi pasangan yang mawaddah,
warokhmah dan hidup bahagia sampai maut
memisahkan mereka, selamanya. Aamiin
…

Komentar
Posting Komentar