Cerpen "Mata yang tak bisa melihat telinga"
-Mata yang tak bisa melihat telinga-
..
Di sudut ibukota, hidup seorang gadis bernama Ine. Ine
adalah gadis yang cantik , manis , baik namun sedikit angkuh dan egois.
Ine mempunyai sahabat bernama Adi dan uci, mereka sangat dekat sudah
seperti adik dan kaka.
suatu pagi Ine terbangun karena ada yang mengetuk pintu .
"iya sebentar " teriak Ine dengan nada
malas nya.
ketika ine membuka ternyata tak ada seseorang pun di
depan kamar kos nya . Namun ine menemukan surat yang tertulis pengirimnya
bernama Roy. Surat itu berisi puisi tentang cinta dan perasaan, dia
pun segera membuka nya dan membaca nya dengan hati yang sangat
berbunga-bunga.
Hal ini sering di alami oleh ine semenjak sebulan yang
lalu , hampir setiap hari baik itu surat maupun sesuatu barang yang ine sukai,
ine pun semakin penasaran dan terbawa perasaan suka pada si pengirim surat itu
, walaupun ine belum tahu siapa pengirim yang mengaku namanya sebagai Roy.
Dua jam berlalu ine yang sudah mandi sedang berdandan
karena akan pergi jalan , kebetulan hari itu ine sudah janjian bersama adi dan
uci untuk pergi liburan ke puncak. tak lama kemudian mereka berdua datang
"ine ayo udah siap belum kamu" tanya adi pada
ine.
"udah dong liat nih aku udah cantik begini.
sebenernya kalian mau ngajak aku ke puncak atau kemana sih " ujar si
ine.
" kepo luh ne" kata si uci sambil
tertawa.
sampai di puncak mereka bertiga sangat menikmati liburan
itu dengan sangat bahagia. mereka pun beristirahat pada sebuah padang
rumput sambil menikmati pemandangan kebun teh yang sangat indah.
Tanpa di duga Adi yang sedang berdua dengan ine karena
uci sengaja pergi untuk membiarkan agar adi dan ine bisa berdua .
"ne aku mau kasih surprise sm kamu" ucap si
adi.
"ya ampun surprise apa di? " tanya si
ine.
" aku punya ini untuk kamu ne (sebuah cincin)"
jawab adi pada ine.
ine pun terpukau "waaah.. bagus banget di cincin
nya" sambil terkagum.
adi pun langsung menyatakan perasaan nya
"ne , slama ini kita kan deket banget ya.
jujur aku selama ini suka , cinta dan sayang sama kamu, apa kamu mau ne jadi
calon istri aku?"
ine pun menjawab dengan sangat bingung dan takut membuat
adi kecewa " adi maaf banget aku ga bisa , aku anggap kamu sebagai kaka
aku ga lebih, dan kamubtau sendiri hati aku lagi jatuh cinta kan sama si
pengirim surat misterius itu. dia udsh bia ambil hati aku di "
adi menanggapi dengan sangat bijak
" hmmm iya ine aku tau ko.. aku minta maaf ya udah
bilang gini, tp tolong simpan cincin ini ya sebagai kenang-kenangan
"
ine pun hanya tersenyum dan tak lama uci pun datang lalu
mereka pergi beranjak pulang.
keesokan hari nya hari nya ine pun menunggu
ketukan pintu yg membawa surat puisi dari si Roy. namun sampai malam tiba surat
yg biasa datang setiap hari itu tak datang juga.
tak lama berselang uci pun datang mengetuk kamar kos ine.
"ine cepet buka ne cepet " ucap uci sambil kepanikan.
ine pun keluar dan menanggapi " ada apa uci ko kamu
panik gitu? "
uci menjawab " adi.. adi adii kecelakan ne dia
sekarang ada di rumah sakit ayo kita kesana.. sekarang adi ada di UGD katanya
luka parah ne tadi aku dapet telepon dari kaka nya adi "
. ine pun langsung bergegas.. pergi ke rumah sakit
bersama uci..
sesampai nya di UGD mereka bertemu dengan kaka nya adi
yang sedang menangis di sudut ruangan .
" ka adi gimana ka keadaan nya sekarang adi dimana
" tanya ine dengan panik .
kaka nya adi pun menjawab dengan tersendu-sendu "
ine ..adi udah ga tertolong lagi ...dia meninggal karena kehabisan darah dan
pendarahan pada jantung nya "
ine , uci dan kaka nya adi pun menangis histeris sambil
menuju ruangan dimana jenazah adi berada.
dan di sela kesedihan kaka nya adi pun berkata pada ine
" ine , kamu tau ga sebener nya Roy yg
mengirimi kamu surat dan barang kesukaan kamu setiap hari dan udah mengambil
hatu kamu itu adalah sebenarnya Adi ne "
"ine pun terkejut dan langsung memeluk tubuh adi yg
sudah tak bernyawa itu sambil berkata
"adi maafin aku, aku nyesel banget udah ngebuat
perasaan kamu hancur dan kecewa dan aku udah menolak cinta kamu "
ine sangat terpukul karena dia tidak sempat meminta maaf
atas kesalahan dan ke egoisan sikap nya itu pada adi.
dulu mereka sangat dekat seperti jantung dan hati namun
kini mereka seperti "Mata yang tak bisa melihat telinga"
quote : jangan sia-sia in orang yg sayang sama kalian
guys :-)
.
S S A .
Ini cerpen dibuat oleh temenku yang berinisial S S A.
Komentar
Posting Komentar