Cerpen "Kamu bukan untukku"

"Kamu bukan untukku"


Seorang laki laki yang sangat baik, selalu memperhatikan segala hal tentang aku  dan dia seorang keturunan cina muslim, andre namanya.  1 tahun sudah aku berpacaran dengannya, dan aku adalah pacar pertama baginya . Aku tidak pernah menyangka memiliki seorang kekasih seperti dia dalam hidupku. Dia selalu mengatakan kalau dia  menjalani hubungan ini dengan serius dan sudah yakin akan menikahiku, namun entah mengapa sampai saat ini aku masih belum yakin dengan dia.

Suasana dingin yang selalu ku rasakan di kota hujan ini, pukul 05.00 wib  selesai sholat shubuh terdengar nada chat masuk “Yang, aku siap siap yah, sekitar 30 menit lagi berangkat”, pesan singkat dia mengabari aku kalau dia akan berangkat dari Jakarta menuju Bogor. Sebelumnya dia berjanji akan menemaniku untuk pindahan dari Bogor ke Jakarta, karena Aku diterima di suatu perusahaan eksport  dan hari senin aku memulai masuk babak baru dalam hidupku.

Aku bersiap siap untuk menunggu dia, tak lama aku selesei bersiap siap, terdengar nada chat “ yang, aku udah di depan yah “. Aku segera keluar dan menyambutnya. Dia istirahat sebentar kemudian kami langsung berangkat ke Jakarta beserta barang barang yang ku bawa dengan mobilnya.
Kami sampai di Jakarta pukul 13.00 WIB, kemudian  makan siang bersama. Setelah itu dia pulang untuk beristirahat karena besok dia juga harus berangkat kerja.

Saat aku sedang beberes barang barang aku, terdengar suara chat masuk “Ve , tadi andre bareng kamu?”, kemudian aku bales chat tersebut benar kalau andre bersamaku “Ya ampun, emang kamu apain si andre sampe segitunya sama kamu. Di pernikahan temenya aja sampai ga hadir karena kamu”, sontak aku terkejut membaca chat tersebut, karena aku tidak mengerti apa yang dimaksud chat temen dia. Aku langsung konfirmasi ke andre, ”yang, katanya temen kamu ada yang nikah yah? Kenapa ga bilang, harusnya kamu bilang kalo ada acara pernikahan temenmu dan kamu tidak bisa nemenin aku”. Kemudian andre langsung menelepon dan menjelaskan kalo dia terpaksa tidak bilang karena dia tidak tega dengan aku yang pindah sendirian. kalau dia bilang maka aku pasti akan menolak ditemani dan dia akan kepikiran bersama siapa dan bagaimana aku pindahan.

Mendengar penjelasan dia, aku merasa sangat bersalah, demi aku dia tidak hadir di pernikahan temennya dan seharusnya dia jadi pagar bagus saat itu, hal ini bukan pertama kali yang dilakukan oleh andre. Banyak moment bersama teman- temannya yang dia tinggalkan hanya untuk menemui atau manemani aku. Sering kali aku fikirkan mengapa dia sangat berkorban untuk aku.

Melihat kebaikan dan pengorbanan dia selama aku mulai yakin dengan dia, banyak pula teman teman yang bilang kalau aku mau mencari laki laki seperti apa lagi, kalau yang sekarang aja sudah mempunyai pekerjaan bagus, cakep dan sangat perhatian. Bukan hanya itu yang membuat aku mulai yakin. Dia adalah seorang anak yang sangat berbakti pada ibunya, Karena ketika seorang lelaki yang sayang ibunya maka kelak ia juga akan menyayangi seorang istri sepenuh hati.

Setiap hari libur kita selalu menyempatkan untuk bertemu, sinar matahari yang terik pada  pukul 09.00 WIB aku bersiap-siap untuk bertemu dengan andre. Sebelum berangkat aku menguhubungi andre berniat untuk mengabari kalau aku akan segera berangkat, namun tidak ada jawaban dari arah sana. Mencoba lagi hingga telefon ke 7 baru lah andre angkat, “maaf, maaf banget yah yang tadi aku abis cuci mobil udah lama aku ga mencucinya”. Mendengar hal itu aku lega, aku takut dia sedang sibuk. Kalau dia sibuk maka aku akan meng cancel pertemuan kita. Kemudian Aku berangkat menemui dia naek kereta.

Saat kemuadian, aku berada di 4 stasiun sebelum sampe ke tempat andre, aku kabari andre sudah sampe di stasiun jatinegara. Agar andre bersiap siap untuk berangkat menjemput di stasiun klender baru. Sampailah aku di stasiun klender baru, tapi aku merasa bingung “Andre kemana yah, biasanya dia jemput aku di depan pintu”, kemudian aku buka handphone ternyata andre chat “aku tungg di minimarket yah”. Dalam hati aku “Hemm ga seperti biasanya andre hari ini”kemudian aku menhampiri andre. Aku tersenyum padanya, tapi andre merespon dengan muka cemberut. Kemudian aku tanya “kamu kenapa yang?, dia tidak berkata sepatah katapun. Andre hanya mengajak aku naek motor, kemudian aku menaiki motor dengan muka yang bingung.

Sepanjang naek motor aku dan andre hanya diam, kemudian sampailah di rumah andre tepat di pintu ada mama andre yang menyambut aku. Andre pun mulai terenyum, tapi aku masih ga ngerti sama sikap andre yang diam cemberut. Hati ini terasa sakit meskipun dia mencoba tersenyum  aku masih takut dengan sikap dia barusan.

Aku berbincang bincang dengan mama nya, kemudian mama dan andre mengajak aku makan siang
”Ayo ve makan”, ajak mama andre.

Yang biasanya aku mau makan siang, entah kenapa melihat sifat andre yang seperti itu aku jadi malas untuk makan.

 “Maaf tan aku masih kenyang, nanti aja yah makanya “jawabku sambil tersenyum.

Kemudian andre bingung kenapa aku ga mau makan “kenapa kamu ga mau makan?” Tanya andre, “gapapa, aku masih kenyang” singkat jawabku.

Selama di rumah andre aku tidak menatap andre sama sekali karena aku takut, aku hanya berbincang dengan mama nya, tapi sepertinya mama andre curiga dengan aku dan andre yang saling diam karena biasanya aku dan andre bercanda sampai mamnya ikut bercanda.

Suasana hening  tanpa ada suara, aku memutuskan untuk pulang cepat karena aku sudah mulai tidak nyaman dengan keadaan ini. “Dre anter aku pulang yuk, aku capek” ajak aku. Andre langsung bingung “Beneran mau pulang?” Tanya andre.

Kemudian aku pulang dan pamit ke mama andre “tan aku pulang yah”, mama andre langsung bingung tetapi beliau tidak bertanya apapun. Sepertinya beliau tidak mau mencampuri masalah aku dan andre “langsung pulang? Ga jalan dulu kalian? Tanya mama andre.

“ga tan, aku capek besok harus kerja”jawab aku sambil tersenyum

“yaudah hati hati ya sayang” kata mama andre sambil lambaikan tangan

Aku pulang di anter andre naek mobil, sepanjang jalan aku dan andre hanya diam. Sampai di deket kostan aku, andre terus diam begitu juga dengan aku. “Kamu kenapa diem seperti ini, makan juga ga” andre memulai percakapan.

“Aku bingung sama sikap kamu yang diem, aku takut sama kamu”, jawab aku sambil berkaca kaca
Kemudian andre menangis sambil meminta maaf “maafin aku yang, ternyata aku belum dewasa. Aku masih ngambek dan emosian”.

Andre menjelaskan kenapa dia diam cemberut saat menjemput aku, ternyata dia menunggu aku lama di stasiun  dan pada saat itu sinar matahari sangat terik, selain itu juga aku yang salah kasih info kalau aku berda di stasiun yang salah sehingga membuat andre menunggu lama.

Aku baru tau alasan ini ternyata yang membuat andre diam tanpa sepatah katapun  sama aku, andre adalah orang yang sangat baik dan perhatian tetapi kekurangan andre adalah orang yang emosian dan masih labil. Sebenarnya aku selalu mencoba menerima kekurangan sifat dia. Tapi aku masih aja ketakutan sama sifat emosional dia bahkan menurutku dia sangat bocah hanya  karena hal kecil seperti itu dia ngambek kaya anak kecil yang tidak menghargai aku dari rumah naek kereta yang penuh dan tidak dapat duduk.

Aku menjelaskan kenapa aku salah memberi info, Karena aku posisi nya berdiri dan susah memegang handphone. Kemudian ketemulah titik terang permasalahan kita yang diem dieman selama seharian, tapi aku masih ga habis pikir dia ngambek. Saat itu aku sedang haid dimana kondisi aku juga sensitive ketika didiemin seperti itu.

Andre masih terus menangis karena merasa bersalah telah mendiamkan aku selama seharian, dia kesal dengan dirinya yang masih belum dewasa, dia selalu berusaha untuk dewasa namun belum bisa. Aku tidak pernah memaksa untuk mengubah sifat dia, aku hanya ingin dia lebih dewasa dalam bersikap yang tidak tiba2 diam cemberut.

Kemudian aku menenangkan andre yang sedang menangis, waktu sudah menunjukkan sore maka andre segera pulang begitu juga keluar mobil dan berjalan menuju rumah.
Hari demi hari berjalan, andre mulai jarang chat tidak seperti biasanya yang sangat perhatian. Tapi aku mencoba posithif thinking mungkin dia sedang sibuk.

Tetapi sudah 2 minggu dia berbeda, chat dia yang sangat berbeda dengan sebelum sebelumnya. Kemudian aku mencoba bertanya apakah dia ada masalah “yang, ko aku ngerasa ada yang beda ya sama kamu, sekarang kamu beda  banget. Ada masalah kah? Cerita yah yang kalo ada masalah”, kalimat yang ku kirim ke andre.

Beberapa menit handphone ku berbunya tanda chat masuk “hey yang, ga tau nih. Mungkin kamu benar aku sekarang keliatan berbeda yah?”

Aku bingung dengan maksud dia, “maksudnya yang?” balas aku.

Kemudian andre menjelaskan maksud dia “Begini yang, sepertinya kita tidak bisa meneruskan hubungan kita”, sontak aku langsung kaget membaca chat dia yang tiba tiba membahas hubungan.
Aku bingung, perasaan tidak ada masalah antara aku dan andre selama 2 minggu ini, kenapa tiba tiba dia bilang tidak bisa meneruskan hubungan. Aku langsung bertanya lagi sebenarnya apa yang dimaksud oleh andre.

“Ya allah apa maksud kamu yang?” Tanya aku

“Ya yang selama 2 minggu ini aku berfikir, sepertinya hubungan ini tidak bisa kita lanjutkan. Aku masih sangat bocah yang selalu buat kamu nangis. Aku ngerasa sakit ketika orang yang kita sayang selalu menangis karena kelakukan kita sendiri. Aku selalu berusaha dewasa tetapi ga bisa yang. Sepertinya ini yang terbaik buat hubungan kita ” andre menjelaskan

“Tapi yang selama ini kita baik baik aja dengan sikap kamu yang bocah”, sangkal aku ketika andre beralasan dia masih bocah.

“Sebenarnya bukan itu aja yang, banyak alasan kita ga bisa lanjutkan hubungan kita
1.      aku ngerasa hubungan kita stagnan, aku ga bisa nikah 2 tahun lagi
2.      aku ingin ngerasain single lagi walaupun aku masih belum siap tanpa ada yang perhatian ke aku kaya kamu
3.       secara umur aku takut dengan umur kamu, kamu harus cari pasangan yang serius dalam 2 tahun ke depan. Sedangkan aku tidak siap karena masih banyak cita cita yang harus aku capai.
4.      Aku ngerasa sifat kamu lebih dominan dari aku, aku selalu salah, aku terlalu ke kanakan untuk kamu
5.      Aku ga bisa dengan prinsip kamu yang lemah sedangkan aku keras tegas”

Andre menjelaskan dengan gamblang apa yang membuat dia ingin memutuskan hubungan.

Aku terdiam dan menangis membaca chat dia, kemudian aku memikirkan hal ini selama seminggu. 

Aku bertanya dengan sahabatku apa yang harus aku lakukan.aku mencoba berfikir tenang tanpa emosi. Dan akhirnya aku menemukan titik terang bagi hubungan aku dan andre.

Selama ini andre sangat perhatian sama aku, sampai hal kecil pun dia perhatikan. Membuat dia lelah tanpa memikirkan apapun bahkan waktu buat teman pun dia tidak ada sehingga hubungan ini buat dia menjadi beban .

Aku tidak pernah menuntut dia selalu ada waktu untuk aku, tidak pernah sama sekali. Tetapi andre tidak bisa membiarkan aku kesepian dan mengaharuskan dirinya memperhatikan aku.

Aku rasa yang terbaik untuk hubungan aku dan andre adalah menyudahinya, karena aku tidak lagi menjadi beban andre, begitu juga dengan alasan andre itu sangat benar. Mungkin ini yang terbaik untuk andre dan aku.
Andre memang sangat baik tetapi dia bukan untuk aku.,,,

 kemudian aku meminta andre bertemu untuk membicarakan hubungan kita kedepan.
Esok harinya aku dan andre bertemu di tempat yang nyaman untuk membicarakan hubungan dengan baik-baik karena kita memulai dengan baik makan menyudahinya juga harus baik baik.

“Dre aku setuju dengan kamu, kita harus menyudahi hubungan kita demi kebaikan kita berdua” kataku memulai percakapan.

“iya mungkin ini yang terbaik, sebenarnya aku takut tidak bertemu dengan wanita baik sepertimu. Kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku temui dan berharap kamu menemukan laki laki yang jauh lebih dari aku yang. Maafkan aku selama ini yah yang”, jawab andre sambil menangis.

Aku mencoba tegar, melihat andre menangis sebenarnya aku ingin sekali menangis tetapi aku harus tersenyum untuk melepaskan dia, aku mau buktiin kalau aku baik baik saja tanpa andre.

“Dre terimakasih untuk semuannya, terimakasih pernah hadir di hidupku . kamu sangat baik dan perhatian sama aku, tapi  memang kamu bukan untukku”.

Pada akhirnya aku dan andre menjalani hidup masing masing dan menemukan pasangan yang telah di takdirkan Tuhan.





Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer